Jangan lupa vote and komen ya guys
Sekedar pemberitahuan
Untuk foto yang di atas itu adalah visual untuk Elbarack
Kakak kedua Haris
.
.
.
Dua hari setelah kejadian itu, Dimas langsung mendaftarkan Haris di sekolahan Alexander hight school, Yaitu sekolahan internasional milik keluarga Alexander.
Walaupun Dimas tau, Faris tidak akan pernah setuju dengan Haris bersekolah di sekolahan itu. Tapi, ini semua demi kebaikan Haris. Ia akan melakukan apapun demi keponakan tercintanya itu merasakan ketenangan dalam masa kehidupannya yang memasuki masa remajanya.
Dan hari ini adalah hari pertama Haris masuk sekolah.
Haris menatap pantulannya di cermin. Tubuh ini sedikit tidak cocok dengan mengenakan seragam dari sekolahan itu.
Kemeja biru, jas hitam, dasi merah. Sungguh tidak cocok dengan wajahnya yang terlihat imut itu.
Ingin rasanya Haris berteriak. Ia merasa sangat jelek. Mana lagi, rambutnya itu sedikit berbentuk seperti jamur. Sebenarnya Haris bisa menata rambutnya agar sedikit lebih cocok dengan pakaiannya. Tetapi, ternyata terdapat luka lebam di dahinya.
Mau tidak mau Haris harus berangkat dengan penampilan yang ambigu itu.
Haris turun menggunakan tangga, dan hal itu membuat atensi semua orang yang telah duduk di kursi yang berada di meja makan berpusat padanya. Haris langsung duduk di kursi yang masih kosong. Dan tanpa merasa dosa dia langsung mengambil satu-persatu makanan yang akan ia makan untuk sarapan pagi ini.
"Dek, kok kamu pake tangga? Kan ada lift" tanya Dafa.
"Gak mau pake lift bang" jawab Haris singkat.
"Kalo nanti kamu jatuh gimana?"
"Ya ampun bang, cuman dari lantai dua loh! Nanggung kalo harus pake lift.
"Ya udah deh terserah kamu!"
Haris melahap sarapannya dengan tenang dan tanpa dosa. Padahal Dimas belum mengatakan untuk makan, dia sudah memakan sarapannya terlebih dahulu.
Dimas yang duduk cukup jauh dari Haris hanya bisa tersenyum. Sedangkan Faris yang duduk di depan Haris menatap Haris dengan tatapan sinis.
Pengen cilok deh matanya
"Dasar gak sopan!" Sinis Faris.
Haris tetap cuek dengan sekitarnya dan tetap melahap sarapannya dengan nikmat.
Faris merasa kesal dengan respon Haris. Dia hendak berdiri dan menggeret Haris. Tetapi, tiba-tiba tangannya dicekal oleh El yang duduk di sampingnya.
Faris melihat El menggelengkan kepalanya. Seakan tau apa yang El maksudkan, Faris pun langsung duduk kembali.
"Haris! Hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah, Ayah akan antar kamu. Nanti sore kamu gantian antar ayah ke bandara ya!" Ucap Dimas.
"Ayah sama yang lain mau berangkat hari ini?" Tanya Haris karena dengar penuturan Dimas yang mengatakan akan kembali ke Paris hari ini.
"Iya, sayang. Bang Tino sama bang Dafa harus sekolah. Mereka sudah terlalu lama ijin gak masuk" Ujar Tina sambil mengelus surai kepala Haris, karena ia duduk di sebelah kanan Haris.
"Padahal Haris masih mau main sama bang Dafa. Tapi... Oke lah! Haris bakal nganter kalian ke bandara nanti sore" Ucapan Haris membuat Dimas and family tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖆𝖓𝖙𝖎 𝕳𝖆𝖗𝖎𝖘
عشوائيBagaimana ceritanya seorang Haidar yang notabene nya seorang anak mami bertransmigrasi ke tubuh seorang anak yang dibenci oleh keluarganya karena kesalahan yang tak ia perbuat Gak pinter bikin desk Penasaran langsung baca aja
