Jangan lupa vote and komen ya guys
-Rain
Brak...
Suara pintu yang dibuka paksa, memenuhi seisi ruang tamu. Sedangkan orang-orang yang sedang bersantai di ruang keluarga, terjengit kaget karena ruangan tersebut tak jauh dari pintu utama.
"Haris... Haris!!" Teriak El di ambang pintu utama.
Haris yang mendengar itu segera berjalan ke arah pintu utama. Walaupun kakinya sedang sakit, dia tetap berjalan ke arah El yang sedang panik itu. Disusul oleh Al dan Doni di belakangnya.
"Haris..!"
"Ada apa sih El?" Tanya Al yang ikut panik saat melihat kepanikan yang terpancar dari Elbarack.
"Eh bang Al!?" Terkejut El saat melihat Al sudah pulang. "Haris ikut Abang sekarang!" El menarik tangan Haris dan hendak membawa Haris pergi.
"Aw... Aw.." Ringis Haris karena kakinya masih ngilu.
El berhenti dan melihat ke arah Haris yang kesulitan jalan. Dia melihat ke arah kaki Haris dan menemukan kaki Haris yang diperban. El berjongkok dan memegang kaki Haris, mengecek apa yang terjadi(?)
"Kaki Haris terkena pecahan gelas!" Ucap Doni sebelum El mengucapkan pertanyaannya.
El melihat ke arah Doni, menatapnya dengan penuh pertanyaan. Seakan-akan dia menanyakan "bagaimana bisa? Apa yang terjadi?" .
Seakan-akan tau dengan apa yang ada di benak El, Haris pun berucap. "Haris gapapa, bang!"
El bernafas lega, setelah mendengar itu. El berdiri dan kembali menarik tangan Haris. "Kebetulan sekali kalian disini! Ikut El sekarang, ini tentang Faris!"
"Tunggu! Faris kenapa emangnya?" Tanya Al menghentikan langkah El.
"Nanti El jelasin di jalan! Intinya saat ini Faris lagi butuh Haris!" Ucap El yang semakin terburu-buru.
Mereka pun keluar dari mansion menggunakan mobil milik El, dengan El yang mengemudi.
Tanpa mereka ketahui, ada Rian yang tanpa sengaja melihat mobil El keluar dari pekarangan mansion. Rian menaruh curiga saat melihat mobil El yang melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Gus! Ikuti mobil El!" Pinta Rian kepada Agus sang sopir.
"Baik tuan!"
.
.
.
.
.
"Minum dulu nih!" Tino memberikan segelas minuman ke Faris.
Faris tersadar setelah beberapa menit menggumanmkan nama Haris. Tino terus berusaha menyadarkan Faris menggunakan berbagai cara. Dan akhirnya Faris pun tersadar.
"Lu tuh kenapa sih?" Tanya Tino akhirnya.
Tino diam sejenak. Memberikan Faris waktu untuk menenangkan dirinya.
Disaat Tino yang masih menunggu jawaban dari Faris, pintu ruangan yang ditempati Faris dibuka oleh seseorang.
"Ah.. Bang El!" Ucap Tino dan berdiri dari tempat duduknya.
El datang bersama yang lainnya di belakangnya. Terlihat Haris yang sedang di gendong sama Al, agar jalannya lebih cepat dibandingkan dia harus tertatih karena kondisi kakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖆𝖓𝖙𝖎 𝕳𝖆𝖗𝖎𝖘
AléatoireBagaimana ceritanya seorang Haidar yang notabene nya seorang anak mami bertransmigrasi ke tubuh seorang anak yang dibenci oleh keluarganya karena kesalahan yang tak ia perbuat Gak pinter bikin desk Penasaran langsung baca aja
