Nyaring suara putaran baling baling masih terdengar kala turun sekumpulan orang orang. Mingyu menelan ludahnya, tak ia rasa deras darah turun dari leher terlukanya. Seungcheol yang juga punya banyak luka di tubuh itu melupakan apa yang telah terjadi sebelumnya, ia terlalu terlena melihat apa yang ada di depan mata semua orang disana.
Terlena juga Siwon di tempatnya. Mematung tubuh itu, Kepalan juga genggaman pada pedang di tangan semakin erat. Rahangnya mengeras hebat. Apalagi kala teriak dari salah satu orang yang baru saja turun dari helikopter yang sengaja tak mendarat terdengar di telinganya.
"Yang Mulia! Kami datang!" Seru seseorang disana.
.
Mendengar suara keras dari luar membuat Jeonghan semakin bertanya tanya. Namun sakit pada dadanya mengalihkan semua. Tubuhnya yang tadi berada di depan jendela ia bawa kembali ke ranjang yang ada. Infus yang menempel itu ia tatap, di hati meratap.
Dalam renungan, Jeonghan terkejut bukan main kala pintu ruang medis itu terbuka dengan kencang. Beberapa orang masuk dengan sebuah keributan yang bersumber dari seorang lelaki yang orang orang coba rebahkan.
Soonyoung menjerit marah, walau tubuh penuh darah namun ia tak terima di seret masuk ke dalam benteng begitu saja.
"Kenapa kau lakukan ini!"
"Tenanglah," Ucap perawat yang coba mengobati Soonyoung.
Dari tempatnya duduk, Jeonghan lihat di ambang pintu Wonwoo menatap pada orang yang sedang di kerumuni perawat dan dokter. Ia juga lihat ekspresi dingin pada wajah penuh luka Wonwoo.
"Sial! Kenapa kau tarik aku kesini, Wonwoo Javan apa maksudmu!?"
Tak ada jawaban. Jeonghan hanya lihat Raja berkacamata itu yang mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam.
"Yang mulia, maafkan aku," Ujar Alpha Javan dengan suara rendah menggema di seluruh ruangan.
"Mhm?"
"Kami mengganggu waktu istirahatmu."
Omega itu tertawa. Ia menggeleng kemudian."Tidak. Lagi pula ini memang ruang medis untuk semua orang— Uhuk! Uhukk!"
Sapu tangan buru buru mate Seungcheol keluarkan. Ia kemudian menyimpannya di depan mulut yang terus menerus batuk cukup lama. Para perawat yang berjaga mulai mendekati khawatir pula. Karena lagi lagi darah yang keluar dari sana.
"Apa kami perlu pindah?" Tanya Wonwoo pada perawat Jeonghan.
"Tidak! Uhuk! Tak usah! Aku baik baik saja!"
Bohong. Ucap Wonwoo dalam hati. Sepenglihatannya tak ada perbaikan dari tubuh Omega dihadapannya ini. Jeonghan bertambah pucat dan kurus dari ia lihat saat Jeonghan pertama kemari.
Sedangkan di seberang, Soonyoung tak sanggup lagi meronta. Seluruh tubuhnya sedang di obati. Namun tetap saja nyeri terasa sampai hati. Apalagi kala yang ia lihat disini adalah wajah sosok yang terus ia pikirkan saat sedang berperang tadi.
Jauh sebelum saat itu, Minghao ternganga melihat mayat mayat yang ada. Seluruh pasukan Siwon di habisi disini. Ada beberapa yang masih bertahan, Langsung Jaehyun dan kawan kawannya bawa untuk di obati. Minghao kemudian melangkah lagi dan yang ia lihat adalah 2 pasangan yang akhirnya tak terpisah lagi.
Entah kapan Seungkwan mengetahui ada Hansol disini, entah kapan pula lelaki itu berlari dan memeluk sosok yang sedang menangis kini.
Pasangan muda yang harusnya tak punya beban seberat dunia sedang saling mendekap. Seluruh jiwa raga kemungkinan saling mengadu untuk menyampaikan rindu yang tak terucap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alphas - The War
FantasyPara Alpha itu akhirnya memutuskan untuk berperang. Baca cerita sebelumnya Alphas - Gyuhao
