Selamat membaca.
☀️🌻.
.
.Miu membuka ke dua matanya, mengerjap perlahan seraya memperjelas penglihatannya.
"Khun Miu?"
Miu mengerutkan kedua alisnya, ia ingat sekarang. "Lily?"
"Khun sepertinya sangat lelah." Ucap gadis tersebut.
Lelah?
Miu tidak bodoh, ia tau sesuatu.Menatap pada meja di depannya, Miu terdiam bersama senyuman penuh artinya.
"Um, maaf. Aku membawanya ke dapur karena sudah dingin. Biar aku buatkan lagi."
"Tidak perlu." Miu mengulas senyuman tenang setelahnya. "Maaf, sepertinya aku memang kelelahan. Hingga aku tertidur, tiba-tiba." Sarkasnya, membuat Lily mengulum bibir gelisah.
"Tidak apa-apa Khun." Ucapnya sedikit terbata.
"Apa orang tua dan adikmu sudah kembali?"
Lily mengangguk dengan cepat, namun sebenarnya ia berusaha menutupi kebohongan. Ayolah, Lily bahkan tidak memiliki satupun saudara, dia anak tunggal. Sedangkan kedua orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan, membuatnya sering sendiri di rumah.
"Ahh, di mana beliau? Aku akan pamit dan ingin mengatakan maaf karena aku tidak sopan-- bertamu tapi aku justru tertidur."
Lily menggeleng seketika, yang lalu meremat jemarinya. "Um, maksudku-- Tidak apa-apa Khun. Mamah dan adikku sedang istirahat saat mereka tiba beberapa waktu lalu, dan mamahku juga tidak keberatan dengan kedatangan Khun yang meski tertidur."
"Sungguh?" Miu menatap Lily seperti sedikit menekan anak itu dengan matanya.
"Um." Singkatnya bersama anggukan, yang lalu mengalihkan tatapannya.
"Um... Aku merasa sangat tidak sopan. Tapi, sepertinya aku memang harus kembali sekarang." Ucapnya, seraya melihat arloji di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan waktu hampir pukul 8 malam.
"Baiklah, Lily-- aku pamit dan sampaikan salam maaf ku untuk orang tua dan adikmu atas ketidak sopananku."
"Tentu, aku juga berterima kasih karena Khun sudah mau menolongku hari ini."
Miu mengulas senyuman, hingga kedua mata sayunya hampir tenggelam. "Aku adalah wali kelasmu, jadi aku pasti akan berusaha melakukan yang terbaik untuk para muridku. Dan Lily, ingat pesanku. Tetaplah menjadi anak baik untuk ke dua orang tuamu, dan jika kamu memiliki kesulitan, jangan ragu untuk mengatakannya padaku."
Lily terdiam seketika, seperti kalimat Miu membuatnya tertampar.
"Aku pergi dulu, terima kasih juga untuk suguhannya. Dan-- sudah membiarkanku tidur beberapa waktu."
Seperdetik itu, Lily menelan kasar salivanya, tatapan dan senyuman Miu berubah seperti penuh arti.
.
.
."Anak nakal." Gumamnya, seraya memasang seatbelt di tubuhnya. Menghela nafas panjang, Miu membuka ponselnya untuk melihat rekaman kejadian saat ia tidak sadarkan diri beberapa waktu lalu.
Tunggu! Rekaman kamera?
Ya, itu berasal dari beberapa kamera CCTV kecil yang sempat Miu tautkan pada ruang kamar Lily dan ruang tamu, saat anak itu tengah di dapur membuat minuman untuknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Greatest TEACHER || MiuKana ✓ ( END )
FanfictionSemua isi di dalam cerita ini hanya fiksi belaka ( Murni dari imajinasiku ). SELAMAT MEMBACA SAYANG ❤️ . . . START : 4 SEPTEMBER 2023 CHAPTER : 14 CHAPTER