“Ini serius gue gak perlu beli tiket?” tanya Esha setelah menyimpan kepalanya di bahu Noa tanpa aba-aba.
Hingga si pemilik bahu kini spontan menahan napas. Bagaimana tidak? Ini adalah kali pertama Esha seperti ini. Karena biasanya Noa yang selalu bermanja, dan ini adalah first time Esha mendaratkan kepalanya di bahu Noa, bahkan memeluk lengan yang baru saja ia jadikan sandaran itu.
“Noa!” sadar kekasihnya diam saja akhirnya Esha berteriak kesal.
“Apa?” tanya Noa setelah menenangkan dirinya sendiri. Mungkin terdengar lebay, tetapi Noa memang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri tadi. Ia benar-benar terkejut dengan tingkah Esha yang tiba-tiba.
Biasanya gadisnya ini hanya akan memeluknya ketika dalam keadaan yang mendesak, seperti di atas motor misalnya, kedinginan, atau bahkan saat dirinya sedang membutuhkan sebuah pelukan. Pada intinya Esha tidak akan memeluk tanpa alasan seperti ini, tetapi setelah Noa pikir lagi rasanya Esha mulai menunjukkan sifatnya yang satu ini setelah ribut kala itu.
“Ih! Lo gak dengerin gue, ya!” ujar Esha cukup keras. Merasa sebal karena Noa tidak mendengarkannya.
Noa terkekeh canggung. “Sorry, tadi itu seru banget soalnya,” tunjuk Noa ke televisi yang padahal sejak tadi hanya menampilkan iklan. Noa bohongnya ketahuan banget.
Alis Esha menyerngit bingung. “Apanya yang seru?” tanyanya.
Noa menggeleng setelah sadar ia terlihat bodoh karena alasan tidak masuk akalnya. “Enggak. Kenapa, tadi?” tanya Noa mengalihkan perhatian Esha lagi.
“Oh, itu. Gue beneran gak perlu beli tiket?”
Sebelum menjawab, Noa terlebih dahulu menjatuhkan tangannya yang berada di sandaran sofa ke pundak Esha. Menariknya semakin dekat. “Enggak. tadinya mau gue yang bayarin. Tapi, ternyata tiket gue aja Jiel yang beli. Jadi, semuanya udah di tanggung Jiel.”
“Memang horang kaya.” Kata Esha sembari menggelengkan kepalanya yang kini berada di bawah dagu Noa. Dan Noa hanya terkekeh mendengarnya.
Jiel Reidhen, Ayahnya adalah pengusaha sukses. Maka jangan heran apabila dia bertingkah seperti sekarang ini. Membiayai liburan teman-temannya tanpa melihat nominal harga. Dia adalah anak tunggal, semuanya akan diberikan dalam sekejap. Tapi, tenang saja meskipun anak tunggal kaya raya, Jiel bukan orang yang pelit apalagi sombong. Sebaliknya, Jiel malah yang lebih senang mengeluarkan uang untuk teman-temannya. Termasuk membeli apartemen atas nama Noa.
Benar, apartemen yang Noa tempati adalah pemberian Jiel. Sebenarnya dulu saat pertama kali mereka bertemu dengan Noa, Noa tadinya diminta untuk tinggal dengan keluarga Jiel. Namun, Noa menolak, dengan alasan masih ada kos yang ia tempati.
Saat pertama kali datang ke Indonesia. Noa selayaknya anak yang dibuang. Hanya dibekali uang sedikit, dan uangnya harus habis karena membayar kos. Noa yang saat itu masih kecil harus berjuang sendirian di negara besar ini. Berjuang untuk hidup, berjuang untuk mencari makan sekaligus keperluan untuk sekolah.
Baru setelah ia ditemukan oleh teman-temannya. Dengan bantuan orang tua Jiel, mereka jadi bisa menghubungi orang tua Noa yang sempat hilang kabar satu tahun lamanya. Dan dengan bantuan orang tua Jiel pula, akhirnya Papanya seperti sekarang. Walaupun tidak bertemu dengan Noa, tapi ia tetap membiayai Noa bahkan membelikan motor dan isi apartemen Noa serta uang bulanan yang tak pernah lupa dikirim. Papanya sudah lebih baik, meski sikap kerasnya masih ada.
“Pau. Tau gak, Jiel itu banyak membantu gue.” Noa memang belum sempat bercerita perihal yang satu ini. Maka ketika mendapat kesempatan, ia tak akan menyia-nyiakan.
“Kenapa?” masih dengan posisi seperti tadi Esha bertanya.
“Karena kalau bukan atas bantuan Jiel dan orang tuanya. Papa mungkin gak akan biayai hidup sampai sekarang. Mungkin Papa akan selamanya nelantarin gue.” Jelas Noa dengan suara rendahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
IHS 01 || Hidden Couple
Novela JuvenilYang orang lain tahu, Noa dan Esha adalah musuh bebuyutan. Atau kalau kata Lizard boy, mereka adalah dua bocil kematian yang hobinya merusuh. Saling mengejek, saling tendang, saling pukul, itu sudah seperti rutinitas wajib mereka. Pokoknya tiada har...
