bab 8

423 56 2
                                    

Dengan perasaan yang sedih zayyan melangkah pergi dari rumah sing,,namun baru beberapa langkah zayyan merasa kan sakit di perut nya.

"Kenapa perut ku sakit,, yampun aku lupa, perut ku belum sedikit pun masuk makanan sejak siang tadi" ucap zayyan. Terlalu melelahkan kan hari ini sampai2 zayyan melupakan aktivitas makan nya. Zayyan berhenti sejenak untuk menetralkan rasa sakit nya sambil sedikit menekan perut nya. Sementara itu ada sing yang sedang memperhatikan zayyan dari balik jendela, sebenarnya ada rasa iba di hati sing, namun rasa kecewanya lebih menguasai dirinya.

"Kenapa dengan zayyan,"tanya sing dalam hati, tapi dia tidak keluar menemui zayyan, dia tetap di tempat nya sampai zayyan benar2 pergi.

POV sing
Hari ini hari ulang tahun ku, yang biasa aku habis kan dengan berkumpul bersama teman2 ku, namun kali ini zayyan benar2 membuat ku kecewa, dia memilih menjaga bocah tengil itu di banding kan ikut bersama kami,, persahabatan yang bertahun2 kami jalani seakan tak berarti bagi zayyan,, akhir2 ini dia lebih menghabiskan waktu nya bersama bocah tengil itu. Cemburu, iya jelas aku cemburu sebagai sahabat yang lebih dulu menemaninya,, namun seakan tergeser dengan mudah nya. Malam ini aku memutuskan untuk berhenti menggapnya sahabat atau sebatas teman saja rasanya aku sudah males mengakui nya.
POV sing and.

Zayyan tiba di rumah nya,, dia meminum obat pereda sakit lambung berharap rasa sakit nya sedikit berkurang.
"Kamu kenapa nak?" Tanya ibu zayyan
"Gak papa Bu, cuma telat makan aja" ucap zayyan.
"Kenapa sampai lupa makan?" Tanya ibu lagi
"Hari ini terlalu banyak kegiatan Bu,, jadi aku sampai lupa makan" ungkap zayyan.
"Setelah ini mandi, dan langsung istirahat ya nak" titah ibu
Zayyan mengangguk dan langsung bergegas mandi.

Sing dan yang lain tengah duduk di kelas, tampak sedang bergurau, zayyan yang baru tiba pun menghampiri mereka dengan harapan sing sudah mau memaafkan nya. Menyadari kehadiran zayyan, mereka pun terdiam,,.

"Sing.."panggil zayyan. Namun ring tak menjawab.
"Sekali lagi aku minta maaf sing, aku tau aku salah" ungkap zayyan penuh penyesalan.
Gyumin dan Lex hanya menyimak tanpa mau ikut campur.
"Gue laper,,Gyu, Lex makan yuk" ucap sing seakan tak menggubris omongan zayyan dan bangkit dari duduk nya.
"Sing tunggu.." cegah zayyan
"Adek Lo nyamperin tu" ucap sing yang melihat Leo sudah berdiri di depan pintu, sing pun pergi dengan gyumin dan Lex di belakang nya. Zayyan membuang nafas berat, melihat sing yang tak pernah dia lihat sebelum nya, sing yang tak pernah marah kepada nya, ketika ada masalah pun sing hanya marah dalam hitungan menit. Zayyan benar2 di buat bingung kali ini. Sementara itu Leo yang melihat kejadian itu pun menjadi merasa bersalah.

"Dia marah ya bg zay" tanya Leo yang menghampiri zayyan. Zayyan mengangguk kepala nya.
"Maaf ya bg,, semua ini salah gue" Leo tertunduk lesu, melihat wajah Leo yang murung zayyan tersenyum kecil, dia tidak mau Leo merasa semua ini salah nya, karena memang bukan Leo yang memaksa nya untuk tidak datang sore kemarin.
"Mungkin dia masi kesal Lee..besok juga sudah biasa lagi" ucap zayyan.
" Semoga aja ya bg zay,, bg sing marah nya gak lama2" ucap Leo. Zayyan mengangguk dan tersenyum.

Sing melihat kotak kecil di mejanya, dengan penasaran sing membuka kotak tersebut, terdapat surat dan jam tangan findalam nya,, iya kotak itu dari zayyan, yg di selip kan selembar surat permintaan maaf dari nya dan ucapan ulang tahun serta dia nya untuk sing yang belum sempat dia ucap kan, terdapat harapan di dalam surat itu, yang berisi zayyan ingin sing selama nya jadi sahabat zayyan. Sing membaca semua nya dan kemudian meremas surat itu. Sing membuang kotak dan isi nya ke tong sampah, zayyan yang sedari tadi memperhatikan sing pun merasakan sakit di hati nya.
"Seperti nya sing benar2 marah dan tidak mau berteman lagi dengan ku" sedih zayyan dalam hati nya. Zayyan pun pergi stelah melihat sing membuang hadiah nya.
Sing kembali mengambil kotak itu karena melihat zayyan sudah tidak lagi mengintai nya. Rupanya sing tau zayyan sedang memperhatikan nya,, sing sengaja membuang kotak itu agar zayyan melihat nya. Tapi kenyataannya sing tidak tega membuang kotak itu dan menyimpan nya kembali.

Semakin hari jarak antara sing dan zayyan semakin terasa, sing yang selalu menghindar disaat bertemu dengan zayyan, atau ketika zayyan masih berusaha menyapa nya sing tidak pernah merespon nya. Zayyan sudah mencoba untuk membicarakan nya dengan gyumin dan Lex, namun mereka pun tidak bisa berbuat banyak, karena sampai saat ini sing tetap tidak seperti sing yang zayyan kenal.

Zayyan dan leo berjalan menuju parkiran motor, tiba-tiba zayyan merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut nya, wajah nya berubah pucat dan keringat membasahi wajah nya. Leo yang melihat perubahan pada raut wajah zayyan pun khawatir.
"Lo kenapa bg" tanya Leo.
"Akhir2 ini perut ku sering kali sakit" ucap zayyan.
"Lo udah periksa ke dokter bg" tanya Leo lagi. Zayyan hanya menggeleng.
"Mungkin hanya sakit lambung" terka zayyan.
"Kita periksa sekarang ya bg,, biar gue anter" ajak Leo. Mereka pun bergegas pergi, dari jauh ada sing yang memperhatikan mereka.
"Kenapa zayyan sekarang sering terlihat menahan rasa sakit, ada apa dengan dia" sing bertanya dalam hati.

Setelah beberapa saat dokter telah usai memeriksa zayyan, dan memberi beberapa obat pereda nyeri.
"Bagaimana dok,, kenapa dengan bg zayyan" tanya Leo penasaran.
"Seperti nya terdapat luka dalam di bagian perut mas zayyan" jelas dokter
"Maksudnya bagaimana dok" tanya Leo bingung.
"Apa mas zayyan pernah terbentur keras di bagian perut?" Tanya dokter
Zayyan masih berusaha mengingat, namun Leo yang ingat akan kejadian yang lalu pun menjawab.
"Iya dok,, pernah di pukul dengan besi dengan keras, apakah itu penyebab nya dok" tanya Leo lagi
"Bisa jadi mas,, tapi untuk hasilnya kita butuh pemeriksaan lebih lanjut" jelas dokter lagi
"Periksa sekarang aja dok" ucap Leo yang mulai khawatir dengan zayyan.
Dokter pun membawa zayyan ke ruang pemeriksaan. Sambil menunggu hasil nya, Leo nampak sangat cemas. Dokter keluar dengan membawa hasil pemeriksaan.
"Bagaimana hasilnya dok" tanya Leo tak sabar. Dokter diam sejenak.
"Terjadi memar di bagian organ dalam pada mas zayyan akibat pukulan yang sangat keras, memar yang di biar kan tanpa ada pengobatan, menjalar ke bagian2 yang lain,. Mengakibatkan kerusakan fungsi organ vital mas zayyan." Jelas dokter yang membuat Leo tidak bisa berkata2, sakit rasanya mendengar kan kenyataan ini. Air mata Leo hampir menetes, namun zayyan mengusap pelan punggung Leo,, justru zayyan yg menghibur Leo.
"Gak perlu cemas Lee.. aku gak papa" ucap zayyan.
"Tapi masih bisa sembuh kan dok" tanya Leo berharap ada jawaban yang baik dari dokter.
"Kita akan usahakan mas" jawab dokter. " Mulai sekarang mas zayyan harus menjaga pola makan dan jangan beraktivitas berlebihan," sambung dokter.
"Baik dok,, terimakasih dok atas penjelasannya dan bantuan nya" ucap zayyan tenang.

Sepanjang perjalanan menuju rumah zayyan,Leo hanya diam seakan mendung menyelimuti wajah nya,.
"Gak perlu ada yang di takutkan Lee" ucap zayyan memecah keheningan
"Kenapa bukan gue aja bg, coba kalau Lo gak nolongi gue saat itu, sekarang bukan Lo yang harus ngerasain sakit nya bg tapi gue" sesal Leo dengan rasa sesak di dada nya.
"Aku yang jadi abg nya kan Lee,, jadi abg kan emang harus jagain adik nya," ucap zayyan sambil mengusap2 rambut Leo agar dia tidak terlalu sedih. Justru Leo semakin sedih mendengar kata2 dari zayyan. Leo tak kuasa menahan air mata nya.





Note : kalau ada yang gak nyambung cerita nya maaf ya,, karena gak ada pengalaman di bidang kedokteran🙏🙏 jangan di bully ya.

You Memories With Me ( Zayyan)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang