Hai, boleh Minta tolong, nggak? Bantu baca ulang cerita aku dari awal, ya? Biar pembacanya urut, ya.
7,8,9,10,11,12,13,14,15,18,19
Terima kasih
***
Baca elit, komen sulit!
Selebeng!! 😭🤙
****
Hai? Jangan lupa untuk vote komen dan sharekan, ya?
Terima kasih 🌻
***
🌻 Sabtu, 30 Desember 2023 🌻
***
🍇 Selamat Membaca, All! 🍇
**
[Masa lalu, 1900]
Bagi Sing satu hari di dalam wilayah kehidupan para Vampir seperti 1 tahun yang dirinya habiskan.
Sing merasa lapar, takut dan kesepian. Laki-laki itu hanya bisa memandang langit malam itu di dalam kamarnya.
"Aku tidak bisa memeluk ibu saat dirinya tengah berduka, aku tidak bisa meraih tangan Yuna. Bahkan ketika dirinya tepat di dekat ku."
Singhantara Alam Samasta tidak tau bagaimana menjelaskan perasaannya saat ini. Kutukan apa yang membuatnya harus kehilangan sang Ayah, meninggalkan orang-orang berharga yang dirinya miliki, dan harus berakhir menjadi vampir.
Di keheningan itu, suara pintu yang di buka perlahan-lahan terdengar di telinga Sing.
"Apa yang kau lakukan?" tanyanya.
Seseorang masuk dan itu adalah Park Jisung. Laki-laki itu memegang sebuah nampan kayu berisi segelas darah segar dan beberapa tumpuk buku.
Sing buru-buru menutup hidungnya, ketika mencium aroma darah.
"Apa kau tidak lapar?" tanya Park Jisung.
"Kenapa kau membawa darah lagi? Aku tidak menyukai itu."
Park Jisung tersenyum kecil. Laki-laki itu meletakkan nampan itu ke atas meja.
"Kau suka gelap?" Park Jisung menyalahkan semua obor didalam kamar itu hanya dengan jentikan jarinya.
"Bagaimana caranya agar aku benar-benar mati?" tanya Sing.
"Minumlah darah ini, besok pagi kau harus mulai berlatih bagaimana mengunakan kekuatan mu dan bagaimana vampir hidup." ucap Park Jisung.
"Aku tidak bisa meminum darah manusia yang di bunuh, hanya untuk di ambil darahnya, di cabik-cabik dan di siksa. Aku lebih baik kelaparan dan mati."
"Aku mengerti itu. Itulah mengapa aku membawa darah hewan untuk mu, kau bisa meminum itu. Aku berburu rusa tadi, karena aku memikirkan mu. Minumlah dan buat dirimu terbiasa, aku juga membawa beberapa buku yang mungkin bisa menghilangkan rasa bosan mu." Park Jisung tidak ingin banyak bicara kepada Sing. Laki-laki itu memilih untuk pergi meninggalkan Sing di kamarnya.
Sedangkan disisi lain, Sing benar-benar merasa lapar dan haus. Rasa sakit di lehernya juga tidak kunjung hilang.
Sing berdiri, laki-laki berusia 23 tahun itu berada tepat di depan segelas darah yang dibawa oleh Jisung kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampayeer ✅
Fantasy"100 tahun yang kau lalui dengan banyak penderitaan yang kau alami, ternyata tidak seberat diriku." - Singhantara Alam Samasta Rasa sakit yang tidak bisa di sembuhkan, bertahan hingga kehidupan selanjutnya. ~ Kisah ini menceritakan tentang Singhant...
