Chapter 7

306 18 6
                                        

ASSALAMU'ALAIKUM
Jangan lupa kerjakan yang lebih penting dulu yaa...
___________________________________________

"Assalamu'alaikum" sapa Aiora dan Fatih yang baru saja keluar dari pintu lift

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Assalamu'alaikum" sapa Aiora dan Fatih yang baru saja keluar dari pintu lift.

Melihat tidak adanya sosok manusia di ruang tamu itu, membuat Fatih dan Aiora mengerutkan dahi pertanda heran.

"Tadi, kita ngumpul di sini kan?" tanya Aiora kepada Fatih.

"Iya" jawab Fatih dengan wajah datarnya.

"Paan sih lo. Liat noh, wajah lo aja dah kek triplek" ujar Aiora, lalu melayangkan tatapan sinis kepada Fatih.

"Walaupun begitu, wajah saya tetap tampan kan?" balas Fatih.

"Dihh, pd amat lo" ujar Aiora.

"Tapi emang iya sih" ujar Aiora dalam hati.

Saking asiknya berdebat, Aiora dan Fatih bahkan tidak menyadari kedatangan sekelompok orang di belakang mereka.

Sekelompok orang itu ialah Shaka, Rafit, Riska, Syafa, dan Arkan.

Mereka baru saja datang dari balkon rumah yang ada di lantai 8, menikmati udara malam yang segar seraya menunggu kedatangan Fatih dan Aiora.

Dan benar saja, disaat mereka sudah kembali ke ruang tamu, mereka langsung melihat keberadaan 2 orang yang dari tadi mereka tunggu.

"Udah baikan ni yee" sindir Shaka saat melihat Aiora dan Fatih yang tengah berdebat.

Ketika mendengar suara itu, Fatih dan Aiora pun langsung membalikkan tubuh menghadap ke arah sumber suara.

"Eh iya nih, udah akur aja" ujar Rafit menambahi, lalu berjalan ke arah sofa.

Semua orang pun mengikuti Rafit dan mendudukkan tubuh mereka ke sofa yang empuk itu.

"Umi Syafa, aku mau nanya, di pesantren Fatih dikasi makan triplek ya? Sampai wajah wajah nya pun mirip triplek"tanya Aiora.

Mendengar pertanyaan dari Aiora, semua orang langsung tertawa lepas kecuali dengan Fatih, dia hanya tersenyum tipis.

Setelah beberapa menit tertawa, suasana dingin kembali menyelimuti ruangan tersebut.

"Emm, sebelumnya aku mau minta maaf kepada kalian semua atas sikap tidak sopan yang telah aku perbuat" ujar Aiora dengan rasa bersalah.

"Tapi, aku mohon kepada kalian semua, tolong izinin aku untuk kuliah, biarkan aku mencapai cita cita aku" mohon Aiora seraya menangkup kan kedua telapak tangan di depan dada.

"Memangnya siapa yang tidak mengizinkan kamu untuk kuliah Aiora?" tanya Rafit.

"Tadi kan ayah sama abi Arkan udah bilang, kalau kalian mau aku nikah sama Fatih lusa" jawab Aiora dengan wajah penuh tanda tanya.

A WAKE  HEART :) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang