ASSALAMU'ALAIKUM
Jangan lupa kerjakan yang lebih penting dulu yaa...
___________________________________________
"Bagaimana kalau sekarang kita menelfon Arkan dan Syafa" saran Riska dengan tatapan serius.
"Boleh, ide yang bagus sayang. Sebentar, aku ambil dulu handphone aku"
Di telepon 📳 :
Rafit : Assalamu'alaikum Arkan.
Arkan : Waalaikumsalam Rafit.
Rafit : Bagaimana kabarmu?
Arkan : Alhamdulillah baik, bagaimana juga denganmu?
Rafit : Alhamdulillah baik.
Rafit : Jadi begini Arkan.. Sepertinya kita harus mengadakan pertemuan sekarang!
Arkan : Oke oke. Rafit, Tenang dulu, coba ceritakan apa masalahnya. Kenapa nada bicaramu seperti sedang cemas begitu?
Rafit : Tidak bisa bicaranya di telepon Arkan, akan susah ngobrolnya.
Arkan : Baik. Nanti kita bertemu di restoran biasa ba'da dzuhur
Rafit : Oke.. Aku setuju.
Tett!!
-----------------------------------------------------------------
"Kak, udah nyampe nih. Bangun dong"
ujar Shaka sambil membangunkan Aiora yang tak sengaja tertidur di perjalanan.
"Hoammhhh, udah nyampe ya?"
"Iyaa.. udah nyampe. Cepet gih turun!"
usir Shaka.
"Yeee ngusir, sok iyee kamu" ucap Aiora sembari memasukkan handphone nya ke dalam tas.
"Serah aku dong! Kan mobil aku" ucap Shaka dengan tampang sombong nya.
"Dih, ga sopan sekali ya anda" ucap Aiora kemudian turun dari mobil.
Setelah mobil Shaka tak terlihat lagi oleh pandangan Aiora, Aiora pun melangkahkan kakinya menuju arah gazebo di mana 2 Temannya berada.
Catt: 2 teman dekatnya Aiora itu bernama Sella dan Zhafira
"Hai guysss, Aiora datang nih, mana karpet merah nya" ucap Aiora sedikit berteriak ketika langkahnya sudah sampai di gazebo.
"DASAR CEGILL!!!" teriak Sella dan Zhafira serempak.
Aiora pun duduk di bangku yang berada di tengah Sella dan Zhafira.
"Kenapa ya, aura manusia ini terlihat berbeda?" tanya Sella dengan tatapan penuh selidik.
"Iya juga ya, kenapa lu?" tanya Zhafira.
"Dih, emangnya gue kenapa?" tanya Aiora sambil mengeluarkan handphone dalam tas nya.
"Fira, mana charger lu?" tanya Aiora.
"Nih" jawab Zhafira memberikan charger nya.
"Ya udah. Sayang-sayang nya Aiora, Aiora mau nge cas handphone dulu yah, jagain tuh tas gue! Dadah sengku" ujar Aiora sambil melambaikan tangannya.
Setelah Aiora pergi, Sella dan Zhafira pun saling menatap.
"Tunggu, Fira? Sekarang acara kelulusan kita kan?" tanya Sella dengan tatapan serius.
"Iya" jawab Zhafira dengan tatapan tak kalah serius.
"Berarti anak pondok hari ini juga kan acara kelulusannya?" tanya Sella lagi.
"Mung-kin aja si" jawab Zhafira.
"Kalau hari kelulusan berarti anak pondok pada pulang dong?" tanya Sella.
Mereka pun sama sama terdiam.
"OOOH PANTESAN!" teriak Sella dan Zhafira bersamaan.
Kemudian mereka tertawa bersama sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
A WAKE HEART :)
SpiritualBagaimana rasanya jika hal yang kita inginkan terwujud???? Bagaimana rasanya hal yang selalu kita jadikan bahan haluan terjadi nyata??? cerita ini mengisahkan tentang perjalanan hidup 2 insan yang bersatu karena takdir Tuhan "menurut ku, setelah...
