10

3.4K 173 25
                                    


Typo bertebaran.....










.

.




"Jaemin, kamu serius mau ngajak sahabat aku bertarung..?" Winter menghentikan langkah kedua kakinya, ketika dirinya sudah berada di depan halaman rumahnya. Dengan laki-laki yang berstatus sebagai tunangannya, Jaemin berdiri didepan tubuh mungil Winter. Mereka berdua sudah sampai di kediaman Winter yang sepi. "Kenapa, kamu gak suka..?" Ucap Jaemin melepaskan genggaman tangannya, lalu membalikan tubuh tingginya menghadap kearah Winter. Gadis yang hanya setinggi bahu Jaemin itu pun hanya bisa mengerjapkan mata dan menelan ludahnya dengan susah payah, pasalnya Wajah Jaemin begitu kentara terlihat menahan emosi. "Iya aku gak suka" ucap Winter setelah mengumpulkan keberaniannya menjawab perkataan tunangannya itu. "Kenapa, kamu khawatir sama sahabat lesbi mu itu..?" Winter menggeleng lalu menganggukan kepalanya, Jaemin yang melihatnya pun hanya berdecih pelan. "Sepertinya kamu sudah mulai menaruh rasa kepadanya" ucap Jaemin kemudian. "Kalo benar, Aku gak nyangka banget Win" Jaemin melanjutkan perkataannya dengan nada suara yang kecewa, semua orang pasti akan seperti Jaemin ketika mengetahui orang yang paling begitu dia cintai ternyata mempunyai perasaan yang menyimpang. Sebuah perasaan yang dilarang keras di negaranya dan agama manapun. Hubungan sesama sejenis, cih Jaemin tidak akan pernah bisa membayangkannya bagaimana makhluk sejenis itu dapat bersatu dalam satu rasa yang dinamakan CINTA.

" enggak, bukan seperti yang kamu pikirkan, aku gak mungkin mempunyai perasaan menyimpang seperti Karina. Yang aku cintai hanya Jaemin, Jaemin seorang" ujar Winter mencoba untuk meyakinkan Jaemin, karena perkataan yang baru saja Winter lontarkan adalah benar adanya, tapi tidak tahu untuk kedepannya. Karena Winter, mulai merasakan perasaan aneh ketika dirinya sedang bersama dengan sahabatnya itu.

"aku cuma gak mau kalian berdua terluka, apalagi aku lah yang menjadi pokok utama kalian berdua melakukan hal itu" Winter kembali berujar, mulai menggenggam kedua tangan Jaemin lalu dibawanya kedepan bibir mungilnya yang tipis namun berisi. "Aku mohon, hentikan semuanya belum terlambat, aku tidak mau kalian berdua kenapa-napa" Jaemin yang mendengar permohonan dari calon istrinya pun hanya bisa menghembus nafas kasar memalingkan wajahnya kearah lain, tidak ingin menatap Winter yang sedang mengecupi punggung tangannya.

"aku tidak bisa, maaf"

Jaemin mulai kembali berjalan, tanpa menghiraukan Winter yang masih mencoba membujuk dirinya dengan kalimat-kalimat permohonan lainnya. Tapi, sepertinya Jaemin tidak bisa mengabulkan keinginan Winter untuk yang satu ini. Karena menurutnya Karina memang pantas untuk diajak bertanding, bukankah dia seorang dominan yang selalu menyiksa wanitanya, maka sekarang giliran Jaemin yang akan membalaskan semua rasa sakit yang sudah Karina torehkan pada tubuh Winter. Karena sumpah demi apapun, Jaemin tidak akan segan memberikan Karina bogeman mentah yang mungkin dapat merobek bahkan mematahkan hidung mancungnya.

Jaemin jadi tidak sabar untuk segera melakukan hal itu.

.

.

Udah lima hari ini Karina belum bisa bertemu lagi dengan Winter, dalam kurun waktu lima haru itu juga Karina sama sekali gak saling bertukar kabar dengan gadis kesayangannya. Pasalnya karena, Jaemin laki-laki banci itu yang dengan seenak jidat nya mengawasi bahkan sampai merampas ponsel Winter, yang membuat dirinya tidak bisa mengirim pesan atau menelpon Winter.

Sebenarnya, Karina juga sedikit takut akan pertarungannya dengan Jaemin. Karena jujur, Karina sama sekali tidak memiliki basic olahraga bela diri dan sejenisnya. Dia memang kuat, tapi untuk bertarung saling adu tonjok secara kasarnya, sepertinya Karina belum bisa. Dia juga tidak tahu apa yang harus dia persiapkan saat melawan Jaemin nanti, karena yang Karina lakukan selama lima hari ini hanya terdiam, termenung di dalam apartement merasakan rindu yang teramat dalam pada sosok gadis mungil yang selalu ada di samping tubuhnya.

OBSSESION (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang