Setelah sampai di depan kosan, Claudia turun dari mobil Panji. Dia menatap kepergian mobil itu dengan rasa yang sangat sesak, sebenarnya Claudia tidak menginginkan semua ini. Claudia menatap cincin di tangannya, benda itu membuat dirinya merasa terikat dengan sesuatu yang tidak dia inginkan tapi Claudia tidak tahu harus bagaimana melepas semua ini.
Ditengah lamunan Claudia menatap cincin itu. Sebuah mobil berhenti di tempat mobil Panji berhenti hal itu membuat lamunan Claudia teralihkan .
Claudia kemudian menatap ke arah mobil itu, dia begitu terkejut karena yang keluar dari mobil itu adalah Hasan. Claudia yakin Hasan tadi pasti melihat mobil Panji.
Tubuh Claudia saat ini terdiam mematung, dia masih belum siap berhadapan dengan Hasan setelah semua ini. Pikirannya masih kacau, Claudia tidak bisa menghadapi mereka berdua dalam waktu yang berdekatan seperti ini.
Tapi saat ini Hasan sudah berjalan mendekat ke arah Claudia dengan tatapan yang serius, dan mobil yang berhenti tadi juga sudah pergi meninggalkan area kosan Claudia.
Claudia sangat gugup menatap Hasan dan berusaha menyembunyikan cincin dalam genggamannya.
"Kenapa ada mobil Panji kesini? Kamu pulang dianterin dia? Dia gak berbuat aneh-aneh sama kamu kan? Terus gimana hasil pembicaraan kalian?" Hasan langsung memberondong Claudia dengan banyak pertanyaan saat sudah benar-benar berada di hadapan Claudia.
Claudia masih terdiam dia bingung harus memulai pembicaraan ini dari mana, dia takut Hasan marah tapi memang sudah pasti akan marah jika Claudia cerita.
"Kamu dari Surabaya langsung kesini? Mau ngambil mobil ?" Claudia berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku Di." Hasan saat ini berwajah sangat serius.
"Aku akan bicara tapi nanti, sekarang bukan waktu yang pas untuk bicara. Kamu baru banget pulang dari Surabaya pasti capek. Udah mau malem juga."
"Aku butuh penjelasan dari kamu sekarang juga. Aku mau tahu kenapa kamu bisa pulang bareng Panji?" Claudia dapat melihat ketidak sukaan Hasan saat mengucapkan nama Panji.
"Terus itu apa yang kamu pegang?" Hasan mengambil tangan Claudia dan membuka genggamannya untuk melihat apa yang berada didalamnya.
Genggaman tangan Claudia terbuka dengan mudah karena tenaga Hasan yang memang cukup besar.
Hasan menatap Cincin itu dengan alis yang terangkat kemudian menatap ke arah Claudia dengan tatapan tajam. "Apa maksudnya semua ini?" Hasan menuntut penjelasan dari Claudia yang sedari tadi hanya diam.
"Ikut aku ke kosan, kita bicarakan semuanya disana." Hasan menarik tangan Claudia untuk mengikutinya sedangkan Claudia tidak ingin banyak protes setelah melihat wajah Hasan yang terlihat marah hal itu cukup menyeramkan untuk Claudia.
Hasan meminta izin kepada satpam kosan Claudia untuk mengambil mobilnya. Setelah itu Hasan menyuruh Claudia masuk dan mereka pergi meninggalkan kosan Claudia untuk menuju kosan milik Hasan.
Claudia masih menggenggam cicin itu dengan sangat gugup, sedangkan Hasan sedari tadi hanya diam dengan rahang yang mengerat menahan amarah.
Tidak butuh waktu lama mobil milik Hasan sudah terparkir di parkiran kosan Hasan. "Turun!" Ucap Hasan dengan dingin. Karena takut Claudia menuruti semua ucapan Hasan dan mengikutinya untuk menuju kamar kos milik Hasan.
Selama dia mengenal Hasan baru kali ini Claudia merasakan aura Hasan yang cukup menyeramkan.
Setelah sampai di depan pintu kamar Hasan, dia membukanya dan menyuruh Claudia masuk dengan tatapan matanya. Setelah Claudia masuk Hasna menutup pintu itu dengan sedikit kencang hal itu membuat Claudia sedikit terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Usai (Revisi)
RomanceUPDATE SETIAP HARI SELAMA REVISI!!! Disini ada yang udah baca Too good to be (true) Dominan gak? Kalau pernah baca, berarti udah kenal dong sama sosok Hasan. Dia sempat beberapa kali muncul di cerita Dira Dan Satria. Nah untuk kali ini aku akan menc...
