XVIII

2.5K 177 14
                                        

Tubuh Prof. Kim ikut terpental saat merasakan besarnya efek bom yang diluncurkan, ledakan demi ledakan terus menghantam hutan tak ada henti hingga menghancurkan hampir keseluruhan hutan. Hewan-hewan yang ada pun berhamburan untuk mencari tempat yang aman.

Prof. Kim meremat kakinya yang terluka karena terkena bebatuan yang hancur, namun tekatnya bulat untuk mencari dimana kawanannya. Hingga langkahnya terhenti menemukan dua sosok yang terbaring penuh luka. Salah satu dari makhluk itu kehilangan satu kakinya. Ia pun mendekat untuk memeriksa kondisi keduanya.

Salah satu diantara mereka terlihat kembali sadar dan mencoba menormalkan pandangan.

"Anda baik-baik saja?" tanya Prof. Kim, namun langsung mendapat serangan. Tubuhnya di cengkram hingga menghantam pohon. Alih-alih merasa takut, Prof. Kim justru menangis, dan menatap penuh syukur.

"Alpha.... iya, kau sosok alpha... aku menemukannya," gumam Prof. Kim. Cengkraman itu pun merenggang dan sosok yang ada di hadapan Prof. muda ini hanya mengernyit bingung. Hingga mereka kembali terpental terkena guncangan hebat. Ada dua serigala besar yang saling menyerang. Tak hanya Prof. Kim, bahkan sosok yang tadi menyerangnya itu pun terbelalak.

"Elder?" gumam sosok itu ragu.

"Kim Seok Woo sshi..." Prof. Kim menatap lirih sosok yang memancarkan warna hijau pada sekeliling tubuh serigala besar itu.

"Kau mengenalnya?"

"Dia adalah Elder, dan pemimpin pack ku dulu."

"Kau?"

"Kim Doyoung, Beta dari Pack yang di pimpin Kim Seok Woo Sshi."

"Hyung? ini aku, Hongjoong!"

"Hongjoong ah!" Prof. Kim menangkup pipi Hongjoong lalu memeluknya. Akan tetapi hal tak diduga datang. Sebuah laser menumbangkan pohon yang berada di belakang mereka dan hampir menimpa sosok lain yang masih terbaring di tanah.

"Johnny sshi!" teriaknya cepat mendorong pohon itu, "Ian!" ucapnya kembali yang lalu berubah wujud menjadi serigala besar.

"cepat bantu aku membawanya, namun aku tak segan membunuh mu bila kau tak di pihak kami."

Prof. Kim dengan sigap membantu meski sempat terdiam kagum, memandang tubuh werewolf yang melakukan shifter, hal yang sama sekali tak pernah ia lakukan selama 20th terakhir karena terkurung dalam distrik. Sedikit kewalahan, terlebih tubuhnya belum benar pulih akibat alat-alat yang memasung dirinya.

Melihat gesitnya Hongjoong yang menghindar dari setiap serangan membuat hati Prof. Kim terasa linu. Ingatannya kembali akan sosok anak yang dengan begitu ceria bermain dengan teman seumurannya. Kini sudah tumbuh menjadi sosok alpha dewasa yang begitu gagah.

"Kau tumbuh dengan sangat baik, Hongjoong ah."

Hongjoong tak membalas mindlink yang diberikan Doyoung padanya. Ia terus berlari sambil menghindari serangan-serangan dari robot gila itu.

*

*

*

Kedua alpha saling menatap garang dengan kobaran cahaya yang terbentuk seperti api, menyelubungi tubuh werewolf-nya masing-masing. Jaehyun sangat mengenali sosok yang ada dihadapannya saat ini. Sosok yang 20th lalu menyelamatkannya saat perang besar itu terjadi, namun alam bawah sadarnya tak bisa mengendalikan sosok werewolf dengan wujud yang tak biasa ini.


Jaehyun tak ingin menyerangnya, alhasil ia hanya bisa menghindar meski serigala pada dirinya masih membalas serangan itu sesekali. Jaehyun menatap dalam sosok dihadapannya, ia sedikit berbeda dari yang Jaehyun kenal dan kagumi dulu. Namun ia bisa langsung mengenalinya dengan ciri khas werewolf yang dimiliki.

Tubuh Jaehyun terpental saat Elder lama itu kembali menyerangnya dengan brutal. Ia mengerang saat taring tajam dari werewolf milik elder terdahulu menggigit bagian kakinya yang masih dalam posisi tersungkur di tanah.

"siapa kau, kau tak patut ada di sini. kau membakar hutan yang seharusnya di jaga."

Suara itu terdengar samar di telinga Jaehyun ditengah menahan rasa sakit pada kakinya. Kilasan wajah kembali tergambar sosok wajah yang selalu tersenyum padanya. Yang selalu mengajarkannya banyak hal tentang kehidupan.

Kim Seok Woo, sosok Elder terdahulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kim Seok Woo, sosok Elder terdahulu. Alpha terkuat yang membuat semua pack tunduk akan perintahnya. Raja dari pada werewolf yang sangat di hormati. Selain kuat, ia terkenal perduli dan begitu ramah bahkan sosoknya sangat bijak. Tak terkecuali Jaehyun yang sangat mengaguminya sejak kecil.

"Hyung..." Jaehyun terdengar lirih memanggil nama itu. Namun Kim Seok Woo sontak melepas gigitannya lalu mengerang seakan mendapati titik sakit yang tak ia ketahui. Melihat kesempatan itu, Arch justru kembali menyerang dan membuat Alpha bercahaya hijau itu terguling di tanah. Geram, Kim Seok Woo pun membalas serangan itu lebih brutal di sela erangannya. Jaehyun tampak tak berdaya mendapat serangan balas bertubi-tubi dari sang elder terdahulu hingga kesadarannya menghilang.

.

.

.

Keadaan mobil yang terdapat ruang kontrol sedikit kacau balau akibat serangan para werewolf, namun membalikan keadaan setelah melepas tahanan mereka, sang elder terdahulu yang kini mereka kendalikan.

"Maju, monster gila! Hancurkan semua!" seru sang Jendral menggunakan pengeras suara yang mengontrol Elder tersebut. Elder yang bernama Kim Seok Woo ini mengerang usai berhasil membuat Jaehyun tak berdaya. Ia mengepakkan ekornya pada mobil tersebut hingga terguling lalu pergi dari tempat itu. Orang-orang yang ada di mobil pun ikut tergulung, beberapa diantara mereka mendapat luka yang parah. Tak terkecuali San dan Wooyoung yang masih ada di dalam sana.

"Akh!" Wooyoung memekik kesakitan merasakan kakinya yang tertancap besi dari patahan mobil truk. San mencoba menjernihkan pandangan, matanya cukup terkejut melihat kekacauan yang ada di dalam mobil. Ia pun beringsut perlahan menghampiri Wooyoung, karena yang terlihat masih hidup hanya juniornya itu.

"Wooyoung ah!" panggilnya pelan, San pun berusaha menahan sakit pada tangannya yang terkena pecahan beling. Wooyoung tak menjawab, ia hanya bisa merintih bahkan hampir tak sadarkan diri. San dengan sisa tenaganya berusaha mengeluarkan juniornya itu. Ia tak bisa sembarangan mencabut besi yang menembus pada kaki Wooyoung, karena hal itu akan berakibat fatal.

"Bertahanlah, aku akan mencari bantuan untuk memulangkan mu ke distrik pusat." San mencoba meyakinkan Wooyoung meski hanya di jawab dengan anggukan.

Namun tubuhnya membeku saat beberapa werewolf mengelilingi mereka dengan menunjukan taring yang seakan siap mengoyak keduanya.

"Jeno, kita bunuh saja mereka. Koyak dagingnya tanpa tersisa."

.

.

.

Mingi dan Jaemin berusaha bangun usai terkena efek ledakan yang menghantam tak jauh dari tempat mereka.

"Cepat, kita harus segera mencari obat untuk kakakku," ucap Mingi yang tak mau menyerah. Jaemin pun kembali melalukan perubahan diri ke wujud serigalanya, dan kembali menelusuri hutan. Keduanya cukup tercengang melihat kondisi hutan yang hampir tak terbentuk karena di lahap api. Namun hal yang lebih membuat mereka tercengang adalah sosok serigala besar dengan cahaya hijau yang berpendar disekitar tubuhnya.

"Elder?" gumam Mingi pelan. Jaemin menarik tubuh Mingi.

"Ayo kembali, makhluk itu menuju tempat persembunyian!" panik Jaemin yang lalu merubah arah mereka dengan cepat."

To be continue.

Who Am I? [JaeRen] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang