ĉapitro kvin

557 30 4
                                        

Yezekael berjalan memasuki sebuah bangunan tua yang tampak familier dengan 'tak lupa Ezho yang mengekor dibelakangnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yezekael berjalan memasuki sebuah bangunan tua yang tampak familier dengan 'tak lupa Ezho yang mengekor dibelakangnya. Membawa sebuah tas koper berwarna hitam yang ia jinjing dengan tenangnya.

Berjalan melewati koridor, keduanya terlihat mengintimidasi bahkan dari kejauhan. Membuat senyuman nakal dari gadis-gadis yang mengisi salah satu ruangan di sana terlihat bermekaran, melirik pada satu sama lain mengisyaratkan kehadiran Pria yang bukan main mereka dambakan.

Kaki yang melangkah dengan tegas terus berjalan hingga sampailah mereka di depan sebuah ruangan dengan hiasan yang menggantung di depan pintunya. Hingga ketika Ezho menggeser rantai-rantai kecil berwarna merah itu dan mempersilahkan Tuannya untuk masuk, maka terlihatlah kehadiran seorang wanita dengan rambut ikalnya yang mengembang. Mengisi ruangan yang terlihat luas itu.

Yezekael tidak sedikit pun menunda langkahnya. Pria itu berjalan memasuki ruangan dengan pandangannya yang lurus, meninggalkan Ezho yang bayangannya masih terlihat berdiri di depan.

••••

"Silahkan," wanita itu mengangkat tangan, mempersilahkan Yezekael duduk dikursi yang berada disebrang meja tempat ia mendudukkan diri.

Menatapi wajah Pria yang duduk di hadapannya lamat, wanita dengan kardigan satin yang melapisi bahunya itu mengalihkan pandangan sayunya dengan senyuman di sudut bibir.

"Vra, pergilah ambilkan Tamuku minum," perintahnya pada gadis yang ikut melangkah memasuki ruangan, berdiri tidak jauh di belakang Yezekael dengan mata yang menelusuri punggung luas lelaki itu.

"Baik, Madam."

Sementara sosok yang dipandangi menyadari dengan benar bagaimana berpasang-pasang mata di sana menatapnya dalam, seolah mereka haus akan sentuhannya dan ia bahkan tidak terganggu.

Menyadari kepergian salah satu gadisnya, Madam Yvonne kembali menatap Yezekael tepat di mata. Bibir tebalnya yang dipoles dengan warna merah kembali terbuka. "Di mana gadis itu, Yezekael?" tanyanya tanpa basa-basi, ketika tidak mendapati sosok yang menjadi poin penting dari bertemunya mereka.

Untuk sesaat Yezekael tidak membalas, hingga sosok yang tadinya pergi untuk mengambil sambutan kini kembali dengan nampan di tangan. Gadis yang disebut sebagai 'Vra' itu mulai meletakkan dua cangkir yang telah diisi dengan cairan berwarna merah ke atas meja.

Dengan posisi yang membungkuk, mata kucingnya melirik pada Yezekael di sampingnya yang tidak sedikit pun bergeming. Hingga tiba-tiba saja rahang Pria itu yang pandangannya masih tertuju pada Yvonne mengeras dan Vra kembali menarik langkahnya mundur.

"Tentang perjanjian itu, aku berubah pikiran."

Yvonne yang mengangkut cangkir, berniat menyesap wine yang telah disajikan sebelumnya terlihat terdiam. Sesaat matanya melebar menatap Yezekael tidak percaya.

INTRÉPIDE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang