[ FOLLOW AUTHOR FIRST ]
Setelah ditinggalkan orang tuanya di usia yang masih sangat muda, Arzelie merasakan pengalaman terburuk ketika tiba-tiba saja orang yang mengaku sebagai kerabatnya membawanya memasuki sebuah rumah bordil yang menjadi sarang k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Masih pada malam yang sama, Ezho terlihat membukakan pintu untuk Tuannya masuk. Menatap pada punggung pria itu yang berjalan di hadapannya, sejujurnya Ezho khawatir bukan main.
Maksudnya, lihat Tuannya. Basah dari atas kepala hingga ke ujung sepatunya.
"Astaga, ada apa lagi ini, Tuan Yezekael?"
Sama, May.
Ezho juga sama pusingnya.
"Nona Arzelie terjatuh," jelas Ezho, mengikuti langkah Yezekael yang naik ke lantai atas. Sementara May yang khawatir menyusul di belakangnya.
Bagaimana tidak khawatir. Setiap kembali Tuan mudanya dan Arzelie pasti selalu berada dalam masalah. Kali ini mereka kembali dengan tubuh basah kuyup, bahkan baju masih meneteskan air. Kondisi Arzelie yang Yezekael gendong juga terlihat tidak baik-baik saja.
"May, bantu Nona mengganti bajunya."
Melangkah masuk seiring dengan Ezho yang membukakan kamar Arzelie, Yezekael meletakkan gadis itu di atas kasur. "Tidak," ucapnya.
"May, siapkan air panas."
Dari balik pintu, seorang gadis dengan seragam pelayan terlihat berdiri. Membuat May memanggilnya untuk masuk.
Edna.
Gadis yang mendengar setiap percakapan itu hanya melangkah ringan sementara matanya melirik pada Yezekael yang duduk memperhatikan Arzelie.
Terjatuh? Pikirnya di dalam hati.
Ada banyak bawahan Yezekael yang mengikuti lelaki itu termasuk Ezho, sedikit aneh mengetahui bahwa Yezekael basah kuyup hanya demi menyelamatkan seorang gadis.
Setelah menyiapkan air hangat untuk mandi Arzelie, May melangkah keluar seiring dengan Yezekael yang membawa gadis itu masuk. "Saya akan menyiapkan baju," ucap May.
Menyisakan Edna yang berdiri di samping bathub.
"Yezekael aku bisa sendiri."
Yezekael membantu Arzelie untuk duduk di dalam bathub, sementara si gadis sendiri merasa tidak enak hati karena keberadaan pelayan di samping mereka.
Sejujurnya ia merasa pusing, seperti mengalami gejala yang biasa orang sebut sebagai second drown. Tetapi dengan Yezekael yang bertindak seperti ini pusingnya justru semakin bertambah.
"Yeze-"
Ucapan Arzelie yang mencoba mengusir Yezekael terhenti ketika Edna ikut berjongkok di samping pria itu. Sebagaimana Yezekael yang menyatukan rambut Arzelie dengan tangannya sebagai pengganti pita, tangan satu lagi pria itu yang ingin menyentuh Arzelie digantikan oleh Edna.
Situasi canggung macam apa ini.
Arzelie tersentak ketika tali dress-nya ditarik. Didorongnya dada Yezekael menjauh sembari berujar, "keluar saja, aku bisa melakukannya sendiri."