[ FOLLOW AUTHOR FIRST ]
Setelah ditinggalkan orang tuanya di usia yang masih sangat muda, Arzelie merasakan pengalaman terburuk ketika tiba-tiba saja orang yang mengaku sebagai kerabatnya membawanya memasuki sebuah rumah bordil yang menjadi sarang k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yezekael sibuk membolak-balikkan lembar demi lembar dokumen yang menghasilkan uang untuknya, tidak lupa dengan raut wajah yang tidak ringan. Alisnya bahkan mengerut dalam saat matanya membaca masalah yang menjadi dalang ia berkerja semalaman.
Menghela nafas sejenak sebelum sudut matanya menangkap pergerakan dari seorang gadis yang tersirat akan kejenuhan.
Bagaimana tidak, saat ia sedang bekerja ia tidak akan memperdulikan apa pun disekitarnya bahkan gadis ini. Tidak terlalu mengejutkan bila anak itu dikelilingi oleh rasa jenuh saat menemaninya bekerja.
Arzelie melihat satu persatu dari jajaran buku yang tersusun rapi pada rak buku diruang kerja Yezekael, ia menyentuh ujung buku itu dengan jari rampingnya penuh kehati-hatian takut jika ia terlalu banyak memberi tekanan buku itu akan terjatuh dan ia mendapat masalah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hanya mengamati membuatnya menjadi sedikit melirik ke arah lain, kenyataannya Yezekael memberi izin jika ia mau membaca buku-buku itu namun sebaliknya Arzelie lah yang tidak bisa membaca.
Gadis itu berjalan kesana-kemari dengan kaki-kakinya yang terbalut kain lembut untuk melindungi kakinya mulai dari di atas pergelangan kaki hingga ujung jari kaki.
Sebuah jendela kaca besar menarik perhatiannya, menampakkan pemandangan yang mengarah langsung pada lapangan dengan pohon-pohon pinus besar di sekitar. Juga sebuah taman bunga yang mencuri perhatiannya.
Arzelie mendekat, duduk di lantai dengan dagu yang ia tumpukan di atas kaki yang ia lipat. Ia tersenyum kecil walaupun tidak bisa menikmatinya secara nyata dalam artian menyentuh tumbuhan-tumbuhan itu dengan tangannya sendiri, tetapi ia cukup puas hanya dengan melihat.
Ia bukanlah gadis yang serakah.
Hanya beberapa menit terdiam Arzelie mulai mengantuk namun ia menahannya dengan mengedipkan mata cepat secara berulang.
Karena terlalu memusatkan perhatian pada rasa ngantuk yang timbul akibat berdiam diri membuat ia tidak menyadari keberadaan Yezekael yang telah berdiri dibelakangnya.
"Kau bosan, ingin melihatnya secara dekat?"
Setelah memutuskan untuk mengajak Arzelie yang terlihat bosan hanya berdiam diri didalam ruang kerjanya, mereka berjalan-jalan ringan disekitar lapangan yang Arzelie lihat dari jendela kaca.