Phi semua tolong di vote terlebih dahulu yaa sebelum membaca....
Agar saya semangat nulisnya
Terimakasih 🙏
Sebelumnya
"KALO PHI GAK ADA NIATAN NYAKITIN AKU, LALU PERSELINGKUHAN PHI ITU APA?! APA MENURUT PHI ITU GAK NYAKITIN AKU!! " kini amarah Krist sudah sangat besar, dia benar² sudah di luar kendalinya sendiri. Rasa sakit hati dalam dirinya masih ada, sehingga membuat dia kembali luapkan nya
______________________________________
"Phi salah maaf" Singto hanya bisa berucap maaf berulang kali
Air mata Krist mulai berjatuhan, rasa sakit di hatinya seperti kembali terbuka, awalnya dia mencoba menerima semuanya perlahan. Meski sulit, tapi dia berusaha untuk menjalankannya
Hingga Singto kembali lagi, datang ke kehidupan nya. Luka yang berusaha dia obati kini seperti kembali terbuka bahkan kini lebih lebar, rasa cintanya dengan Singto masih ada. Tidak mungkin secepat itu dia melupakan Singto yang sudah bersamanya bertahun-tahun
"Maaf... Phi salah, phi menyesal maaf" Singto kembali menangis
Krist mencoba melihat ke arah lain, mengalihkan perhatiannya untuk tidak melihat Singto. Rasanya sakit melihat dia menangis dan memohon sepeti ini
"Krist!!! " Ucap new semangat membuka pintu
Mereka semua kaget melihat Krist dan Singto menangis
"Krist... Kamu gpp? " Gun berlari menghampiri Krist yang menangis
"Gu-n... " Lirih Krist
Gun memeluk Krist dari samping, mengabaikan Singto yang masih menangis memegang tangan Krist dan berlutut dibawah kaki krist
"Sa-kit... "
"Mana yang sakit hm? Gun disini, gun sama Krist" Gun semakin mengeratkan pelukannya pada Krist
New yang tadinya membeku bersuara "lepasin Krist" Ucapnya dingin
Singto hanya menggelengkan kepalanya
"Lepasin Krist, phi!! " Marahnya
Saat new ingin mengusir Singto, tangannya ditahan oleh tay
"New... Tahan okay" Ucap tay menenanginya
"Lepas phi" Dingin new
"New... Kamu gak bisa selalu ikut campur urusan Krist, biarin mereka nyelesain masalah-"
"Krist teman aku! Apakah salah jika aku ngelindungin dia! Seperti phi ngelindungin orang ini!! " Marah new menunjuk Singto
"Persahabatan kalian yang begitu hebat untuk melindungi perselingkuhan itu!!! Sampe nyakitin sahabat aku sendiri!!! Apa salah aku lindungin sahabat aku dari cowo brengsek ini!! " Lanjutnya
"Sayang... Kita udh omongin ini kan" Ucap tay tenang
"Alasan, alasan yang selalu phi ucapin ke aku!!! Phi gak ikut²an tapi phi ngelindungin dia!! " New menarik paksa tangannya yang di pegang tay
"Kamu jangan kayak anak kecil new, kita udah bahas ini dan selesai. Gak usah kamu ungkit² lagi, basi tau gak. Setiap ngomongin Singto atau Krist ujung²nya pasti kita berantem" Marah tay
"Kenapa phi jadi salahin Krist!! Harusnya phi salahin temen phi itu yang mulai duluan!! "
"Kamu yang belum dewasa new! " Prustasi tay
"Terus phi mau apa?! Putus!! Iyaa! Okay!!! Kita putus!!! "
"STOP!! " teriak off
"Lu berdua apa²an sih!!! Jangan ribut gini dong, lu gak liat Krist gimana. Kalian buat Krist sampe gemeteran gitu! Kalian bisa ngobrolin ini dikamar atau di kuatkan, jangan makin membuat keruh suasana" Lanjutnya
"Krist tenang na..." Gun nenangin krist
Krist menggeleng keras "ini semua salah aku, aku yang buat semuanya begini, ini salah aku" Krist menarik tangannya dari Singto dan menutup kupingnya sendiri
"Ini salah aku, semuanya salah aku. Mereka berantem salah aku" Krist terus mengulangi kalimat itu hingga dia memukul kepalanya sendiri
"Engga, engga!! Maaf, hiks maaf hiks ini salah Krist hiks hiks" Tangannya bergetar dan memukul kepalanya sendiri
Gun yang di sampingnya mencoba menenangi krist "Krist... Tenang na... "
Singto yang melihat Krist seperti itu panik "hey... Sayang... Ini bukan salah kamu" Singto berusaha memegang tangan Krist untuk menghentikan Krist memukul dirinya sendiri
"Sayang... Phi minta maaf... Tolong jangan kayak gini... " Singto memeluk Krist paksa
Krist berusaha melepaskan pelukan itu "lepas! Lepas! "
"Sayang... Tenang na... "
"Ini semua gara² elu tay?! " Marah off
New pun mendekati Krist dan membawanya ke kamar
"Kita ke kamar dulu yuk Krist, biar kamu tenang" Krist hanya mengangguk
Saat new, gun dan Krist sudah pergi off mendekati Singto yang terduduk di lantai menunduk. Off membantu Singto untuk duduk di sofa
"Tenangin diri lu sing, gua tau ini sulit. Tapi ini semua kan berawal dari elu" Ucap off memandang ke arah TV yg menyala
Tay pun ikut duduk di sofa sambil mengacak rambutnya "ini semua gara² elu?! Gua jadi berantem sama new!! "
"Ma-af" Lirih Singto
"Maaf ku gak bisa buat gua baikan sama new!!! " Kesal tay
"Harusnya gua emang gak usah ikut campur sama urusan elu!!! Dan harusnya gua gak berteman sama elu!! Dengan begitu hubungan gua sama new pasti gak bakal berantakan kayak gini!! " Tunjuk tay ke arah Singto yang masih menunduk
"Ma-af" Ucapnya mengulangi kata yang sama
Tay yang kesal menendang meja
Tuk
'Anjiirrr sakit cuyyy' batin tay tapi dia berusaha memasang muka marahnya
'Gak bisa gini nih, kayaknya kaki gua biru deh. Aduh... Ayang new... Kaki phi tay sakit... ' batinnya menangis
"Udahlah tay, mendingan sekarang lu bujuk new aja buat baikan" Ucap off
Tay yang sebenernya menahan rasa sakit di kaki nya langsung pergi tanpa berkata-kata
Di kamar tay
"Emang kurang ajar tuh Singto, gara² dia kaki gua memar" Ucap tay memandang kakinya yang biru
"Malahan lagi berantem sama ayang lagi, kalo gini siapa yang obatin hiks hiks hiks"
New memasuki kamar, dia kaget saat melihat tay menangis
Tay yang melihat new langsung berlari ke arah new "sayang sakit.... "
New memutar matanya malas, melepas pelukan tay "awas aku pengen ambil minyak kayu putih"
"Sayang.... Kaki aku sakit lihat nih biru... " Ucap tay manja
"Terus? Kita kan udah putus, jadi itu bukan urusan aku lagi" Ucapnya dingin
"Sayang... Phi minta maaf na... Phi reflek aja tadi, phi gak bermaksud begitu kok. Jadi cuekin phi hiks hiks" New yang masih kesal pun menjambak rambut tay
"Aduh aduh sayang... Sakit... "
"Rasain?! Siapa suruh ngeselin!! "
UDAH LAMA GAK UPDATE SAMPE LUPA JALAN CERITANYA GIMANA EHHH TIPA² ADA DRAFT YANG BELUM DI UPDATE
KAMU SEDANG MEMBACA
Haruskah Aku Menyerah?
أدب الهواةRasa cinta yang begitu besar kepada Singto membuat Krist berusaha menutupi lukanya demi orang yang dia cintai, tapi bagaimana pun luka pasti akan tetap terasa perih dan menyakitkan Apakah Krist akan terus mempertahankan cintanya? Atau Singto yang p...
