39°

3K 77 0
                                        

"Gimana UTS kalian?" tanya Gema yang baru saja terduduk di kursi kantin fakultas.

"Aman aja si kalau gue. Gak tau nih kalau di samping gue," cibir Jalu, menuai delikan tajam dari Reno. "Kerjaannya ngapelin adek gue mulu soalnya."

Reno berdecak mendengar itu. "Mata lo ngapelin. Jelas-jelas lo yang nyuruh gue ngajarin Disa."

Gema membiarkan perdebatan kecil itu mengisi waktu luangnya setelah UTS. Ia membuka ponsel dan mengirim sebuah pesan pada Gaby.

Gaby

Mau nitip apa sayang?

Jus? Atau testpack?

Ia tersenyum setelah mengirimkan dua buble chat pada Gaby. Setelah itu jarinya menutup layar ponsel dan menyeruput minuman yang tadi dibeli.

"Eh lo tau gak?" ucap Jalu, memulai ghibah sore kali ini.

"Fernando akhir-akhir ini baik ke gue jir. Tuh bocah abis kesambet apaan ya?"

Reno mengernyit heran. "Hah? Fernando?" Ingatannya sedikit memudar mengingat nama Fernando.

Tapi tidak dengan Gema. Ia ingat sekali lelaki itu. Bahkan Fernando sudah tidak lagi memberikannya kabar Arza. Ia juga sudah menjaga-jaga agar Fernando tidak memberikan kabar Arza pada Gaby.

"Baik gimana maksud lo?" tanya Gema dengan raut wajah santai, namun benaknya begitu penasaran.

"Nih, ya." Jalu memperlihatkan CCTV di ruang BEM yang sengaja Gema sangkutkan di ponsel lelaki kribo itu.

"Gue kan lagi ngobrol sama Karisa. Tiba-tiba dia masuk. Dan lo tau dia bawa apa?" tanya Jalu, beralih menatap Gema dan Reno.

"Bawa kue anjir. Kue." Tekannya, membuat Gema menghela napas berat.

"Terus lo makan kuenya?" balas Reno, mendapat anggukan dari Jalu.

"Goblok dipelihara. Kalau dia kasih racun ke kuenya gimana?" Reno menempeleng tengkuk Jalu. Jujur ia tidak habis pikir dengan lelaki itu.

"Lo ngiranya begitu, kan? Sama gue juga. Tapi tuh Karisa maksa gue buat makan. Emang anying tuh cewek. Gue dijadiin kelinci percobaan." 

"Tapi aman?" balas Gema.

"Y-yaa ... diare dikit, sih."

"Diare dikit gak ngaruh," cibir Reno menuai kekehan dari Gema. "Besok-besok kalau dia bawain kue, makan lagi aja nyampe abis. Diare dah lo sebulan."

"Anjir congornya," balas Jalu, memajukan bibir Reno gemas dengan tangannya. 

Reno mendengus kesal mendapat serangan tiba-tiba dari Jalu. Padahal ketiganya sudah sepakat untuk berjaga-jaga jika berurusan dengan Fernando.

"Karisa ikut makan juga?" tanya Gema, dijawab gelengan kepala oleh Jalu.

"Dia kan gak suka kue. Lo lupa?" balas Jalu, yang tidak mendapatkan respon dari Gema.

Mereka terdiam sesaat tidak saling berbicara. Jalu sibuk dengan ponsel, Reno menyantap semangkuk siomay, dan Gema menyeruput minuman sambil bermain ponsel.

LEFT BEHIND [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang