09

814 46 0
                                    

zovan menyeringai.. desahan kenzi mampu membuat gairahnya bangkit.. bukan hanya gairah.. namun.. zovan junior juga bangun

"nghh.. emmhh.." tangan kenzi meremas paha kekar zovan.. mencoba menyalurkan rasa aneh yang ia rasakan

sedangkan zovan.. tangan nya semakin liar.. menggoda puting kenzi dengan memilin , menarik bahkan sesekali mencubitnya.. membuat kepala kenzi semakin pusing kala sensasi aneh itu menjalar keseluruh tubuhnya

dengan perlahan zovan mendorong wajah kenzi kesamping hingga dirinya bisa melihat jelas bagaimana mata seputih susu dengan lensa coklat bergulir keatas

zovan dengan lembut mencium bibir cherry milik kenzi.. otak kenzi terus terusan ingin mencoba memberontak.. namun tubuhnya memberikan reaksi lain kala tangan zovan menjamah tubuh nya

ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan kini menjadi lumatan yang semakin dalam dan membuat bagian bawah kenzi sesak...

"nghh.. emmhh.." racau kenzi seraya tanganya mengalung kebelakang dan menjambak rambut zovan

dirasa sudah cukup.. zovan melepaskan tautan mereka.. seliva mereka saling bertukar.. kenzi dengan sekuat tenaga mencoba menyadarkan dirinya bahwa yang ia lakukan ini salah..

badan kenzi kembali menggelinjang kegelian kala merasakan bibir zovan mengecup dan menyesap lehernya dan memberikan beberapa tanda kepemilikan disana..

"bilang ke saya kalo ini nikmat.." bisik zovan dengan suara deepvoice nya tepat ditelinga kenzi

kenzi menggeleng "nghh.. ini gilaanghh!!"

"ken.. kamu udah tidur ya? ambu bawain makanan" panggil ambu setengah teriak dari arah luar

kenzi dengan perasaan panik langsung memberontak dan berdiri dari pangkuan zovan.. membuat zovan mendengus kesal "ada apa?" tanya zovan seraya menatap wajah panik kenzi

"budeg??! ambu manggil!! duhh lo sembunyii aja dehh" tangan kenzi mendorong tubuh zovan untuk sembunyi dibawah ranjang.

zovan menggeleng "nggak! biar saya yang bicara sama ambu"

"tapii kann nanti amb-"

cklek..

"loh? kamu bawa temen to le? ayo diajak makan dulu.. udah ambu siapin" ucap ambu yang sudah berdiri didepan dua sejoli yang tengah asik ber adu mulut itu

kenzi mengangguk kemudian menatap kesal ke arah zovan "iih!! untung ambu ga curiga!" ucapnya setelah ambu pergi

zovan tersenyum menyeringai.. kemudian berdiri dan berjalan ke arah meja dandan kenzi "punya bedak ?.. bisa jadi masalah besar kalo ambu lihat tanda dileher kamu" pendangan zovan mencoba mencari beberapa alat make up di meja

kenzi melotot sempurna kemudian berlari kearah kaca dan mengecek lehernya "astaga!! gila ya lo! ini mahh semingguan gabakal bisa hilang!!" kenzi menghentakan kakinya kemudian mengambil bedak basah dan menutupi tanda merah keunguan itu

"nyebelin banget sih!! lain kali kalo mau nyium gausah bikin kayak gini dong!! apa kata orang ntar" kenzi memutar badannya hendak mengembalikan bedak itu ke atas meja

cup

"kamu ini berisik banget sih? saya cuman ngasih tiga tanda saja.. nggak lebih" dengan santai nya zovan berkata seperti itu yang membuat kenzi semakin kesal

tak menghiraukan ucapan zovan.. kenzi melangkah keluar dari kamarnya menuju ke meja makan

sesampainya dimejaa makan ambu sudah terduduk disitu dan tengah mengambilkan nasi ke piring zovan dan kenzi

setan ganteng END✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang