~°•×Happy Readingו°~
>>Tandai Typo!<<
𝕵𝖆𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖑𝖚𝖕𝖆 𝖙𝖊𝖐𝖆𝖓 𝖇𝖎𝖓𝖙𝖆𝖓𝖌𝖓𝖞𝖆!!
*
*
*
*
*
*
*
Tiga minggu.
Selama itulah Aurel dikurung di kediaman. Benar, hadiah ulang tahunnya memang diberikan oleh Rio, yaitu kebebasan. Aurel memang mendapatkannya, tapi hanya sebatas kediaman Eguestrion.
Dia dibebaskan dari kamar Rio yang penuh akan warna hitam, tapi dia tidak dibebaskan dari kediaman Eguestrion yang penuh akan kekangan. Hal itu sukses membuat Aurel marah.
Kebebasan yang ia maksud adalah terbebas dari segala aturan dan kekangan Rio, serta terbebas dari kegilaan Rio. Bukan hanya terbebas dari kamar bernuansa hitam itu!!
Selama tiga minggu juga Rio sering menyentuh Aurel hingga rasa benci terus menguat setiap harinya. Bahkan kini Aurel bisa melukai Rio meski hanya sedikit, setidaknya itu lebih baik daripada hanya pasrah.
Karena Aurel dikurung di dalam kediaman, itu artinya sudah tiga minggu Aurel tidak masuk sekolah. Banyak pesan yang bermunculan dari Alen menanyakan kenapa Aurel tidak pernah masuk sekolah, dan Aurel hanya menjawab jika ia sedang ada urusan.
Aurel tidak bisa memberitahu Alen yang sebenarnya, ia tidak ingin pemuda manis itu sedih. Entah bagaimana, tapi Aurel sudah menganggap Alen sebagai Adiknya sendiri, itulah kenapa ia tidak bisa membenci Alen meski karena pemuda itulah ia berada dalam jurang.
Aurel tidak menyalahkan Alen, karena melihat kegilaan Rio, Aurel yakin meski Alen tidak memiliki rencana untuk berpura-pura menjalin kasih dengan Aurel pun pasti Rio akan tetap melakukan hal bejat itu.
Saat ini Aurel tengah berada di dalam kamar sembari termenung, tak lama ia tertawa hambar. Hidupnya sungguh penuh lelucon. Aurel jadi berpikir jika Tuhan membencinya. Kalau tidak, kenapa Tuhan memberikan kehidupan di dalam perutnya? Tuhan jelas tahu jika bukan itu yang ia inginkan.
Rasanya Aurel ingin menyalahkan takdir saja. Memang apa kesalahannya di kehidupan lalu hingga harus mendapat karma seperti ini? Mata Aurel berkaca-kaca mengingat dua garis merah di testpack tadi pagi.
Awalnya Aurel tidak percaya, tapi setelah banyaknya testpack yang ia gunakan dan hasilnya tetap menunjukkan positif membuat Aurel frustrasi.
Tidak! Dia tidak menginginkan adanya kehidupan di perutnya!
Air mata mulai mengalir dari kedua manik kembar milik Aurel. Ini salahnya, kenapa saat itu ia tidak meminum obat pencegah kehamilan? Ia sungguh bodoh. Aurel tidak mungkin menggugurkan kandungan yang bahkan masih belum terbentuk itu.
Aurel sudah meminta semua pelayan yang tadi membawakannya testpack untuk tutup mulut, ia tidak ingin Rio tahu akan hal ini.
"Aarghh!!" Aurel menjambak rambutnya dengan kuat. Ia tertekan, sangat.
Lama menangis, akhirnya Aurel tertidur dengan kepala yang disembunyikan di antara kedua lutut. Gadis manis itu terlihat lelah dengan kehidupannya.
🔥.......❄
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi: The Obsession
Acak⚠️Don't copy my story‼️ ⚠️Akun baru dari @Penyu_ucul‼️ ⚠️Rombakan alur dari 'Role to Play'‼️ Aulia adalah seorang gadis biasa yang begitu dibenci oleh keluarganya karena terlahir sebagai perempuan. Kebencian itu sangat kuat hingga mampu membuat mere...
