~°•×Happy Readingו°~
>>Tandai Typo!<<
𝕵𝖆𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖑𝖚𝖕𝖆 𝖙𝖊𝖐𝖆𝖓 𝖇𝖎𝖓𝖙𝖆𝖓𝖌𝖓𝖞𝖆!!
*
*
*
*
*
*
*
Aurel menghela napas, lagi. Lagi-lagi ia dikurung oleh kembarannya, memang kembarannya itu tidak ada akhlak sama sekali, selalu saja mengurung Aurel. Seperti tidak ada hukuman lain saja.
Terhitung sudah satu hari ia di dalam ruang hukuman, makanan yang diantarkan oleh pelayan tidak disentuh Aurel sama sekali. Aurel muak dengan sup, setiap kali ia dihukum maka makanan yang datang hanyalah sup dan segelas susu vanilla.
Untuk susu vanilla, Aurel memang meminumnya meski terkadang hanya setengah. Gadis bermata coklat madu itu tengah berbaring di ranjang, dia bosan menonton televisi dan tidak ada alat elektronik lain di ruang hukuman.
Saat itu memang ada konsol game, tapi ketika Aurel memainkannya hingga mengabaikan Rio, Rio dengan santainya membanting konsol tersebut hingga hancur.
"Semoga alurnya cepet dimulai, gue pengen balik. Gue pengen bebas dari tu cowok," gumam Aurel.
Sejak kehilangan kedua orang tua, Rio mulai mengabaikan Aurel, tapi meski begitu Rio terus mengatur Aurel. Rio mulai mengatur semuanya, makanan, minuman, pakaian, semuanya bahkan waktu berkebun yang sangat disukai oleh Aurel.
Aurel tidak masalah, awalnya. Tapi seiring berjalannya waktu Aurel mulai merasakan jika aturan yang Rio buat semakin lama semakin banyak hingga membuatnya tidak bisa bergerak bebas.
Pernah sekali Aurel kabur dari kediaman, dan berhasil. Tapi tentu itu tidak bertahan lama karena baru beberapa jam saja Aurel sudah tertangkap, kalian tentu tahu kejadian selanjutnya, 'kan? Benar, itu kali pertama Aurel memberontak.
Terlalu sibuk melamun, Aurel tidak sadar jika Rio sudah menatapnya tajam sedari tadi lantaran merasa diabaikan oleh Aurel.
"Aarghh!!"
Jeritan terdengar dari kedua belah bibir Aurel kala merasakan benda tajam menusuk pahanya, ia langsung tersadar dari lamunan dan menatap pahanya yang berlumuran darah lalu beralih pada Rio yang menyeringai.
"Kenapa lo nusuk gue, sial*n!?" Sentak Aurel menahan sakit.
Rio tersenyum lebar, dengan santainya dia menarik pisau lipat yang masih tertancap di paha kanan Aurel hingga si empunya menjerit kesakitan.
"Jangan abaiin aku, Nava," bisik Rio tepat di telinga Aurel.
Wajah Aurel memucat kala Rio hendak menusuk kakinya, dengan segera ia menahan tangan Rio meski tangannya sedikit bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi: The Obsession
Random⚠️Don't copy my story‼️ ⚠️Akun baru dari @Penyu_ucul‼️ ⚠️Rombakan alur dari 'Role to Play'‼️ Aulia adalah seorang gadis biasa yang begitu dibenci oleh keluarganya karena terlahir sebagai perempuan. Kebencian itu sangat kuat hingga mampu membuat mere...
