Nolongnya ikhlas gak?

941 80 0
                                        

The Smilodon masih berada di kantin, mereka mengobrol banyak hal. Seperti enggan untuk pergi ke kelas nya. Kantin tersebut sudah tenang, hanya ada beberapa siswa dan siswi saja. Selebihnya mereka sudah pergi ke kelas.

Abhista yang sejak tadi menatap Arina diam-diam kini teralihkan ketika mendengar suara tinggi dari arah kirinya.

Seorang perempuan yang sedang memarahi habis-habisan seorang gadis culun yang tak sengaja menumpahkan jus nya pada perempuan itu.

Perempuan itu adalah Zennata Adelin, dia adalah anak dari kepala sekolah di SMA Angkasa. Makanya tidak ada yang berani menegurnya, kecuali Arina tentunya.

"Lo tuh bisa jalan gak sih anjing. Baju gue basah!." Marahnya.

"Ma-maaf." Ucapnya dengan takut.

Zenna berdecak "ck! Gue gak mau tau ya. Beliin gue baju atau gue kunciin lo di gudang!." Ancamnya.

Gadis culun itu ketakutan tapi dia tidak mempunyai uang untuk membeli baju untuk Zenna. "G-gue gak punya uang Zenna."

"Gak peduli, ya bego! Beliin gue atau gue kunciin lo di gudang."

Abhista menatap jengah pada Zenna, dia selalu menganggu waktu ketenangan nya.

"Gue yakin, pasti bentar lagi Arina bakalan maju. Liat aja." Ucap Alsava.

"Jelas lah, dia paling gak suka ada pembullyan disekolah ini." Sahut Gabriela.

Abhista mengambil Snack stick yang tadi dibeli oleh Gabriela untuk menemani obrolan mereka. Dan kembali menatap Zenna yang masih memaksa gadis culun itu.

Saat Zenna ingin melayangkan tangannya kearah gadis itu. Arina berdiri dan mengatakan "STOP!."

Zenna menoleh pada Arina yang tengah berjalan kearahnya. Dengan langkah santai dan dengan wajah datarnya.

"Bisa engga lo minta baik-baik sama dia. Lagian dia gak sengaja." Ucap Arina, tatapannya berubah sangat tajam. Tapi tidak membuat Zenna takut sedikitpun.

Zenna yang dari dulu tidak menyukai Arina pun mengepalkan tangannya. "Lo disini cuma budak sekolah, jangan belagu jadi orang. Lo gak tau g......"

"Anak kepala sekolah?." Arina terkekeh."gue gak pernah takut sama Lo zen. Karena gue di pihak yang benar. Justru Lo yang harus takut, gue bisa aja kasih tau bokap Lo kalo anak kesayangannya tukang pembully." Arina sama sekali tidak takut dengan Zenna. Dulu saja dia bisa mengalahkan Zenna apalagi sekarang.

Kekesalan Zenna sudah di ubun-ubun, rasa malu akibat baju yang basah, dan ucapan Arina. Membuat tangan Zenna reflek mengambil air botol yang berada di samping nya dan mengguyurkan nya pada Arina.

Semua orang yang ada disana terkejut dengan perbuatan Zenna. Tak terkecuali Abhista.

"Ini akibat nya lo udah cari gara-gara sama gue, Arina."

Arina masih memproses apa yang terjadi barusan. Namun tatapannya mengarah pada seragamnya yang total basah. Walaupun dia memakai Cardigan, tapi tetap saja cardigan itu tipis dan berwarna putih. Sekarang Arina menutupi tubuh depannya. Sudah pasti bagian dalam tubuhnya sudah tembus sekarang.

Teman-teman Arina yang berada tak jauh darisana pun bangun dan menghampiri Arina. Tapi kalah cepat dengan seorang perempuan yang telah menutupi tubuh Arina dengan sebuah selimut yang dia ambil dari penjaga kantin barusan.

Semua siswa yang melihat adegan itu hanya bisa menampilkan wajah bingung sekaligus heran. Pasalnya mereka tau jika perempuan itu adalah rival dari Arina, ya siapa lagi kalo bukan, Abhista. Dan jangan lupakan, tatapan nyalang di perlihatkan Abhista pada Zenna.

True Love Never Dies (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang