Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Kebenaran yang di sembunyikan

856 70 1
                                        

2 hari setelah pembicaraan singkat antara Abhista dengan kedua sepupunya. Perempuan itu disuruh menemani Arina untuk pergi ke bogor. Karena sepupu nya akan menikah.

"Haruskah aku ikut Pi? malas loh aku." Ucap Abhista dengan nada malas.

"Kamu ini calon istrinya. Keluarga besar Devantara ingin bertemu denganmu." Kata Altair.

"Kenapa tidak dengan papi dan mami saja. Aku malas bertemu dengan banyak orang."

"Itu calon keluargamu. Tidak boleh begitu, Ata." Kini Rayna juga bersuara, memang susah menghadapi sikap introvert dari seorang Skayara Abhista itu.

Abhista menghela napas panjangnya "baiklah aku bakalan nemenin dia." Kedua orang itu mengangguk.

Setelah berpamitan dan membawa beberapa baju yang sekiranya cukup ketika dia berada disana, setelahnya Abhista segera berangkat menuju rumah Arina yang sudah di beri tau alamatnya oleh papinya.

Begitu sampai dirumah mewah milik Arina, ternyata sudah banyak sanak saudara dari pihak Papa Arina. Ya yang menikah adalah sepupu Arina dari pihak sang Papa. Abhista segera turun dari mobil setelah ia memastikan mesin mobilnya mati dan memarkirkan mobilnya dengan aman.

Abhista segera berjalan kearah kedua orang tua Arina, yang kebetulan sedang bercengkrama dengan para saudara yang lain. Tentu Arzano langsung memperkenalkan Abhista pada saudara-saudaranya.

Abhista ikut tersenyum kecil ketika ada saudara dari papa Arina itu memuji dirinya. Dia juga menimpali obrolan mereka. Tak jarang juga dia mengobrol dengan sang calon mamanya.

Setelah itu Abhista diminta untuk menemui Arina untuk memberitahu jika mereka akan berangkat, Arina sedang bercengkrama dengan para sepupu nya dari pihak sang papa. Tentu Abhista menyetujui, dirinya berjalan kearah Arina yang duduk di sofa ruang tamu.

"Rin, mama bilang suruh siap-siap. Mobil nya bentar lagi sampek." Ucap Abhista.

Arina mengangguk, lalu ia teringat jika Abhista belum ia kenalkan pada sepupu-sepupunya. "oh ya guys ini Abhista. Calon istri gue." Ucap Arina memperkenalkan Abhista pada Sepupu nya.

Abhista tentu terkejut karena Arina tiba-tiba memperkenalkan dirinya pada Sepupu nya.

Para sepupu Arina yang sebagian perempuan itupun menatap Abhista dari atas hingga ke bawah.

"Gue boleh join di hubungan kalian engga? calon istri lo imut, tampan mana cantik juga, Rin." Ucap salah satu dari mereka.

Arina menggeleng lalu menggenggam tangan Abhista "no! ini punya gue."

Abhista melihat kearah tangan Arina yang menggenggam tangan kirinya.

"Nih cewek kesambet keknya." Ucap Abhista dalam hati.

Pandangan Abhista beralih pada pigura yang berada di atas laci belakang sofa tempat dimana Arina duduk. Disana terdapat foto yang sangat tidak asing bagi dirinya.

Terkejut karena dia melihat dua perempuan yang memiliki wajah yang sama. Perempuan dibagian kiri, Abhista sangat mengenali nya. Dia adalah orang yang selama ini dia cari. Avira Lagista, pacarnya yang telah lama menghilang.

"Avira." Ucapnya pelan.

Ucapan Abhista sangat pelan, hingga arina dan semua sepupunya tidak mendengar ucapan itu.

Pandangan Abhista kembali pada Arina, dia menggeleng pelan. "Sudah gue duga kalo lo ada hubungan nya dengan Avira, Rin." Ucap nya dalam hati.

Sejak pertama kali melihat Arina, Abhista merasa jika Arina adalah Avira yang tengah mengubah namanya. Tapi prasangka nya salah, Arina adalah saudara kembar Avira.

True Love Never Dies (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang