Sesuai dengan apa yang direncanakan, pengucapan janji suci sepupu Arina dilakukan sekitar pukul 10 pagi. Arina bertugas menjadi Bridesmaids, sedangkan Abhista duduk bersama kedua orang tua Arina.
Abhista menatap lekat Arina, perempuan itu begitu cantik dengan dress berwarna putih.
"Walaupun wajahnya mirip dengan Avira. Jujur saja Arina begitu cantik, apalagi Arina mempunyai poni." Ucap Abhista dalam hati.
Arzan yang duduk di sebelah Abhista itu menoleh sekilas. "papa tau, Arina cantik. Biasa aja ngeliatnya, ta." Ucap Arzan pelan.
Abhista menoleh sambil terkekeh "anak papa cantik banget sih."
Arzan ikut terkekeh "maafin papa ya."
Abhista menampilkan wajah bingungnya "maaf kenapa pa?."
"Maaf karena udah nyembunyiin soal Avira. Bahkan menutup akses buat kamu tau kebenaran nya."
Abhista tersenyum kecil "aku ngerti kenapa papa ngelakuin itu. Aku gak marah sama sekali."
"Jadi boleh papa titip Arina ke kamu? cuma kamu yang papa percayai untuk untuk jaga dia."
Abhista mengangguk "aku gak bisa janji untuk tidak menyakiti Arina di kemudian hari, pa. Tapi akan aku usahakan yang terbaik." Arzan menepuk pundak Abhista dengan pelan. "Papa percaya sama kamu."
Setelah acara pemberkatan, mereka melanjutkan dengan acara resepsi. Kini yang hadir kebanyakan anak muda seusia mereka tapi ada juga para orang tua dari teman-teman kedua orang tua mempelai. Setelah acara resepsi dilanjut dengan acara after wedding.
Di acara after wedding kali ini bener-bener diisi oleh kalangan anak muda. Seperti sekarang Abhista tengah duduk disebelah Arina sambil meminum vodka, sedangkan Arina meminum whiskey.
Saat sedang enak-enak menikmati minuman sambil mengobrol keduanya di datangi oleh seorang perempuan yang asing di mata Abhista.
"Hai Rin." Sapa perempuan itu.
"Oh hai." Sahut Arina.
Pandangan perempuan itu teralih pada Abhista sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Oh iya, del. Kenalin ini Abhista, istri gue." Ucap Arina memperkenalkan Abhista pada perempuan yang bernama Adel.
Abhista tentu terkejut dengan ucapan Arina. Namun Arina memberikan gestur untuk Abhista diam dan mengikuti semua ucapan Arina.
"Hah? l-lo udah nikah?." Kaget Adel.
"Ya gitu deh. Sorry gak undang lo karena waktu itu undangannya terbatas." Sesal Arina.
Ekspresi Adel langsung sedih, seperti tidak rela Arina dimiliki oleh orang lain.
"Selamat atas pernikahan nya, semoga langgeng."
"Amin, eh mau gabung engga?." Ajak arina.
Adel menggeleng "gausah Rin, gue mau kesana dulu." Pamit Adel.
Arina mengangguk, setelahnya Adel pergi meninggalkan Arina dan juga Abhista.
"Jantungan loh gue, Rin." Ucap Abhista.
Arina reflek memegang lengan Abhista "sorry bi. Gue terkesan memanfaatkan tapi kalo gak gitu dia bakalan ngejar-ngejar gue. Risih dan gak nyaman banget." Ucap Arina.
"Dia mantan lo?."
Arina menggeleng "engga lah, gue belum pernah pacaran tau."
Abhista reflek terkekeh "boong banget."
"Ih serius. Ya ada sih yang ngedeketin, cuma sebatas dekat aja gak sampek pacaran."
"Masa cewek se cantik lo gak pernah pacaran sih, Rin?."
KAMU SEDANG MEMBACA
True Love Never Dies (END)
Short StoryMenikah di usia yang terbilang sangat muda, sama sekali tidak terpikirkan di benak seorang Skayara Abhista, Dia adalah, cewek cantik, lucu, mapan dan sedikit berisik. Diusia yang kini menginjak umur 17 dia harus menikah dengan cewek yang seumuran de...
