Skip 2 tahun kemudian
Sudah dua tahun sejak kejadian naas yang menimpa keturunan terkuat Bagaspati itu membuat semuanya berubah.
Kavanza kini tumbuh menjadi sosok yang dingin bahkan lebih dingin dari Gabriela. Kehilangan sepupu tertuanya membuat mental Kavanza terguncang.
Seperti sekarang, Kavanza tengah memukuli anak buahnya yang ketahuan menggelapkan uang hotel yang dikelola Kavanza.
"Dasar, brengsek!."
"Kamu pikir, siapa kamu?."
"Berani sekali menggelapkan uangku!."
Kavanza terus saja memukulnya, sedangkan Gabriela menatap datar anak buah Kavanza yang mengantar nya tadi.
"Aku akan mencari nona Kavanza." Ucapnya dengan sopan lalu pergi mencari Kavanza. Gabriela duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.
Kegiatan Kavanza di hentikan oleh anak buahnya yang memberitahu jika ada Gabriela di depan.
Kavanza memberikan alat tinju dari besi pada anak buahnya "bereskan dia." Anak buahnya mengangguk lalu Kavanza keluar dari ruangan itu sambil memakai jaket olahraganya.
"Siapa lagi kali ini?." Tanya Gabriela.
"Anak buah gue, dia menggelapkan uang hotel." Jawab Kavanza.
Gabriela mengangguk paham "ada apa, tumben jam segini udah kesini?."
"Ada kabar bagus. Ada salah satu anak buah gue yang ngeliat Sky di salah satu rumah sakit." Ucap Gabriela dengan wajah sumringah.
Kavanza yang awalnya menatap tangannya yang berlumuran darah langsung menoleh kearah Gabriela.
"Lo serius? Gak bohong kan?."
Gabriela menggeleng "engga bahkan gue punya fotonya." Gabriela langsung memberikan ponselnya pada Kavanza, tentu Kavanza mengambilnya.
Kavanza menatap foto itu dengan lekat, senyuman langsung terpancar di bibirnya.
"Dia kelihatan tambah dewasa." Ucap Kavanza.
"Bener, dia baru habis keluar dari rumah sakit. Akibat kecelakaan itu, dia mengalami koma selama beberapa bulan."
"Kenapa dia gak pulang, setelah sadar."
"Menurut penuturan anak buah gue. Sky mengalami kelumpuhan makanya dia melakukan terapi di rumah sakit itu."
Kavanza mengernyitkan dahinya "siapa yang membayar biaya perawatan nya?." Tanya Kavanza keheranan.
"Entahlah, anak buah gue gak dapat informasi nya."
Disaat keduanya asik mengobrol, ponsel milik Gabriela berbunyi. Ada telfon masuk, dan itu berasal dari nomor sang Ayah. Gabriela langsung mengangkatnya.
"Halo yah." Sapa Gabriela pertama kali.
"Dimana?."
"Di markas."
"Cepet pulang, Sky otw pulang ke mansion."
Gabriela terkejut dengan penuturan sang ayah. "Serius yah?."
"Iya, makanya pulang. Ada yang perlu di bahas juga."
"Soal apa yah?."
"Rencananya kita mau nge prank sky. Dengan Arina berpura-pura sudah menikah lagi."
"Haish! Sky bisa ngamuk yah."
"Ini rencana om kamu dan papa Arina. Jadi kita ikuti saja."
"Terserah lah. Aku dan Kava ikut saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
True Love Never Dies (END)
Short StoryMenikah di usia yang terbilang sangat muda, sama sekali tidak terpikirkan di benak seorang Skayara Abhista, Dia adalah, cewek cantik, lucu, mapan dan sedikit berisik. Diusia yang kini menginjak umur 17 dia harus menikah dengan cewek yang seumuran de...
