Setelah makan sore, Hasan dan Claudia memutuskan untuk pulang. Claudia merasa sedikit berat meninggalkan rumah ini karena walaupun baru bertemu sebentar Claudia merasa sangat nyaman dengan keluarga Bude Rengganis.
Setelah beberapa menit Hasna menjalankan motornya dia mengajak Claudia bicara.
"Mau mampir ke tempat liat sunset gak?"
"Boleh."
"Namanya viewpoint Suramadu, aku dulu pernah kesana tempatnya memang gak sebagus tempat-tempat wisata lain. Tapi dari sana kita bisa lihat laut dan jembatan Suramadu. Lumayan tempatnya. Dulu aku sering kesana"
"Aku jadi penasaran."
"Aku gak janji tempatnya bakal bagus soalnya aku udah lama gak kesana. Tapi dulu sih tempatnya nenangin banget, ada jajanan juga disana."
"Tenang aku gak akan komplain."
"Nanti kalau kita punya waktu lagi. Aku bakal ajak mau ketempat yang lebih bagus."
"Okee,. Eh tapi nanti kita ke tempat Angginya kapan? Sekarang udah sore banget."
"Besok, jadi malam ini kamu nginep di apartemen aku dulu. Tenang aja nanti aku tidur diluar, kamu boleh pakai kamar aku. Soalnya kita kan baru bisa check-in besok di hotel yang Anggi kasih. Perjalanannya dari sini juga lumayan."
"Oke kalau gitu." Claudia mencoba untuk tidak berdebat dan mengikuti apa yang Hasan sarankan karena dia benar-benar ingin menikmati momen ini.
Perjalanan kali ini sungguh sangat indah dengan latar langit yang mulai menguning dan hembusan angin yang menerpa. Sungguh membuat Claudia sangat tenang.
Sesampainya ditempat tujuan mereka Hasan memarkirkan motornya. Tempatnya tidak cukup ramai tapi tidak sepi juga banyak penjual kaki lima dipinggir jalan. Sepertinya karena hari ini bukan akhir pekan jadi tempatnya tidak terlalu ramai.
Dari parkiran, Hasan mengajak Claudia untuk berjalan semakin kedalam mengikuti jalan setapak, sehingga mereka berada di tepi laut yang pinggirnya bebatuan.
Pemandangan yang cukup indah didepan sana ada laut yang cukup tenang dan dilengkapi dengan jembatan terpanjang di Indonesia yaitu jembatan Suramadu.
Hasan menggenggam tangan Claudia untuk membantunya berjalan di bebatuan. Mereka mencari tempat yang nyaman untuk duduk. Setelah menemukan batu yang cukup besar mereka duduk.
"Tempatnya bagus, dan untung banget langitnya lagi cerah jadi sunset nya terlihat lebih indah." Claudia cukup terpesona dengan pemandangan yang didepannya.
"Aku gak nyangka ternyata rasanya masih sama dengan dulu. Menenangkan." Hasan saat ini tengah menerawang ke depan menatap laut dengan angin yang menerpa wajahnya.
"Tempat sederhana yang menyimpan begitu banyak kenangan." Hasan kembali mengumumkan hal itu.
"Kamu dulu suka kesini?" Claudia penasaran dengan Hasan.
"Iya, dulu aku selalu kesini untuk nenangin diri setelah mengunjungi Mama."
"Terus tadi kamu bilang udah lama gak sini, itu kenapa?"
"Karena aku merasa gak perlu menenangkan diriku lagi. Aku merasa aku sudah lebih baik tanpa kesini."
"Aku seneng lihat kamu udah menata hidup kamu dengan baik. Keluarga kamu juga seneng lihat kamu yang seperti ini Hasan."
"Aku berubah karena kamu Di."
"Kok karena aku? Kamu berubah karena memang kamu ingin berubah. Itu karena diri kamu sendiri."
"Iya aku berubah memang karena aku ingin berubah, dan keinginan aku untuk berubah adalah kamu. Kamu alasan aku berusaha untuk melawan semua rasa takut aku masa lalu. Kamu alasan aku ingin menjadi diriku yang lebih baik Di. Walaupun aku rasa semuanya agak telat tapi aku berhasil. Aku sudah tidak takut apapun yang ada di masa lalu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Usai (Revisi)
SpiritualUPDATE SETIAP HARI SELAMA REVISI!!! Disini ada yang udah baca Too good to be (true) Dominan gak? Kalau pernah baca, berarti udah kenal dong sama sosok Hasan. Dia sempat beberapa kali muncul di cerita Dira Dan Satria. Nah untuk kali ini aku akan menc...
