"Sudah aunty,lili sudah kenyang"
Saat ini jisoo tengah menyuapi lisa.
"Baru tiga suap lisa,mana mungkin itu membuat perutmu kenyang"
Ujar jisoo yang masih berusaha meyuapkan sesendok bubur pada bulut lisa.
"Sungguh aunty,bahkan perut lisa merasa mual"
"Itu karna kau sendiri,sudah tau tidak bisa meminum susu sembarangan,tapi kau tetap saja meminumnya"
"Lupa aunty. Lili juga merasa tidak enak dengan mina unnie jika tidak meminumnya"
"Kedepan nya kau harus lebih hati-hati lagi. Kau tau,hal ini memang sepele,tapi bisa berdampak buruk untuk kesehatanmu. Hal se-sepele ini juga bisa merenggut nyawamu"
"Miannhe" ujar lisa menunduk
"Bahkan ibumu sangat khawatir dengan kondisimu. Kau tau?,kemarin chaeyoung mengetahui juga kalo kau sedang menahan rasa sakitmu"
Mendengar nama ibunya membuat lisa kembali terisak.
"Habiskan makanan ini,setidaknya dua suap lagi. Sebentar lagi jennie juga akan kesini. Kita akan sama-sama melihat kondisi ibumu eoh" ujar jisoo dengan mengusap air mata lisa menggunakan ibu jarinya.
"Aaaa" lisa kembali menerima suapan dari jisoo,walaupun membutuhkan waktu lama hanya untuk menelan satu sendok bubur namun jisoo dengan telaten melakukannya.
Ceklek
Jisoo dan lisa dengan kompak menoleh keasal suara,dari arah pintu sudah terlihat jennie yang membawa sebuah kursi roda. Jennie berjalan mendekati jisoo dan lisa.
"Bagaimana unnie,apa dia memakannya dengan banyak?"
"Hanya enam sendok" jawab jisoo
"Kenapa?"
"Mual katanya"
"Benarkah itu lili"
"Emmm perutku masih mual aunty"
"Ya sudah kalo begitu,apa obatnya sudah diminum?"
"Sudah tadi,tapi entah kenapa kali ini anak ayam yang manis ini susah sekali disuruh minum obatnya" jisoo mendumal mengingat betapa susahnya membuat lisa meminum obatnya tadi
"Hahaha kau harus lebih sabar lagi unnie,dia sedang di mode kekanakannya" mendengar itu lisa hanya menyengir lebar.
"Hemm,ayo kita temui ibumu" jisoo terlihat memapah lisa,sedangkah jennie yang memegang kursi rodanya.
.....
"Ayah" panggil mina memasuki ruang kerja chanyeol.
"Hemm" sahut chanyeol lalu menutup laptopnya.
"Apa ayah sudah tau,kalo aunty chaeyoung mengalami kecelakaan?"
"Benarkah?,kau tau dari mana"
"Aku mendengarnya sendiri dari lili,bahkan aku sempat akan menjenguknya kemarin tapi tidak sempat"
"Tunggu dulu,kau dekat dengan lisa?"
"Bisa dibilang iyah"
"sejak kapan,dan bagaimana bisa"
"Itu tidak terlalu penting untuk dibahas"
"Baiklah,kau tau kan dimana chaeyoung dirawat. Beritahukan pada ayah dimana alamat rumah sakitnya"
"Ayah akan kesana?,jika iya jangan bahas soal aku,karna lisa belum mengetahui identitas asliku"
"Hemm mina tenang saja eoh"
Entah apa yang akan diperbuat chaenyeol saat mendatangi caheyoung.
.......
Ceklek
Jisoo membukakan pintu untuk lisa dan jennie. Jisoo yang lebih dulu masuk keruang rawat chaeyoung disusul jennie dengan mendorong kursi roda yang diduduki lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
perjalananku
Novela JuvenilMenceritakan susah senangnya seorang anak yang menanti pelukan ibu Tidak pandai merangkai cerita Kalo ada kesamaan kata dalam penulisan mohon dimaklumi
