CL 06 : Ciuman Tipis

2.7K 352 28
                                        

Mobil yang Ara kemudikan berhenti tepat di parkiran restoran. Chika yang tertidur, sama sekali tidak menyadari jika mobil yang di bawanya berhenti.

Ara membuka seatbelt-nya pelan, tubuhnya kemudian menyamping ingin membangunkan Chika. Tapi tangan kanannya yang sudah di udara berhenti ketika netranya tanpa sengaja menatap bibir montok Chika yang menggoda.

Nafas Ara tercekat, melihat bibir kemerahan dan sedikit basah itu darahnya berdesir.

Rahang Ara mengeras, matanya hanya fokus pada bibir Chika. Dan, pelan tapi pasti perlahan-lahan wajahnya maju ke depan, sedikit lagi bibir Ara akan bersentuhan dengan bibir Chika.

Cup.

Tubuh Ara mematung, darahnya berdesir hebat ketika ciumannya mendarat di bibir Chika.

Tidak ada gerakan tambahan, tapi tetap saja hatinya berdetak kencang.

Karena takut Chika akan bangun, Ara dengan cepat mundur kebelakang melepaskan ciuman tipisnya yang hangat.

Benar saja, setelah beberapa detik kemudian Chika menggeliat, mata cokelatnya perlahan terbuka.

Chika menatap Ara yang mematung sambil fokus menatap ke depan sebelum dia melihat sekeliling.

"Kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Chika dengan suara serak, Ara berdehem pelan.

"Kita baru sampai"

"Wajahmu kenapa? Sakit?" Chika bertanya penasaran karena melihat wajah Ara yang semerah udang rebus.

Suasana di dalam mobil tidak panas ini juga masih pagi jadi harusnya wajah Ara memerah bukan karena kepanasan.

Chika mendekatkan tubuhnya ke Ara dan merapatkan punggung tangannya ke pipi dan leher Ara.

"Kamu tidak demam, tapi wajahmu merah" Ucapnya.

Ara menarik tangan Chika agar menjauh darinya. Tanpa menjawab pertanyaan Chika dia membuka pintu mobil dan turun.

"Hei! Tunggu!"

Chika bergegas turun dari mobil dan mengikuti Ara masuk ke dalam restoran.

Seperti hari-hari sebelumnya, kali ini manager sudah berada di restoran. Dia dengan wajah sumringah menggoyangkan kain lap di tangannya untuk membersihkan meja.

"Ada apa?" Tanya Chika saat melihat wajah bahagia managernya.

Manager mengangkat wajahnya, melihat Chika dia semakin tersenyum.

"Orang ini tidak gila karena restoran bangkrut kan?" Bisik Chika pada Ara, bibirnya yang berada dekat dengan kuping Ara membuat jantung Ara berdetak kencang lagi.

Ara mundur kesamping, sedikit menjauh dari Chika.

"Bos, ada kabar baik!" Manager mendekat kepada Chika, dengan gerakan lugas dia meraih kedua tangan Chika dan menariknya ke dalam pelukan.

Chika shock dengan gerakan tiba-tiba manager yang meraih tangannya kemudian membenamkan tangan indahnya itu kedalam pelukan.

"M-manager ada apa?"

Bukan hanya Chika yang shock, Ara yang berdiri tidak jauh darinya juga terkejut dan tampak tidak suka melihat tangan Chika di peluk erat.

"Bos, tadi pagi saat aku tiba seorang wanita datang dan meminta reservasi tempat. Hari ini kita akhirnya punya pelanggan lagi"

"Berapa orang?" Chika bertanya dengan antusias.

Manager terdiam, senyum semangatnya seketika hilang.

Cooking Love (ChikaxAra)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang