CL 21 : Kuburan

2.9K 281 36
                                        

Tringgg~~~

Tringgg~~~

Tringgg~~~

Bunyi dering ponsel membangunkan Chika yang terbaring di pelukan Ara, tubuhnya menggeliat kecil. Mata cokelat Chika mengerjab beberapa kali, Ara yang memeluknya ikut terbangun karena gerakan kecil Chika, tangannya dengan penuh kasih mengusap lengan Chika yang terekspos.

"Kenapa?"

"Ada panggilan" Dengan suara serak khas bangun tidur Chika menjawab, dagunya yang lancip menunjuk ponsel milik Ara yang terletak sembarang diatas nakas.

Ara menoleh ke ponselnya yang masih berdering dan bergetar, kedua alisnya terjalin erat.

"Kenapa?"

"Gakpapa, bentar yah aku angkat dulu"

Ara bangkit dari tidurnya, dia sedikit meringis saat merasakan lengannya yang kebas dan pegal. Dengan tangan lainnya dia meraih ponsel, takut mengganggu Chika gegas dia berjalan ke arah balkon, sebelum benar-benar keluar diraihnya piyama secara acak untuk menutupi tubuh telanjangnya.

Jari lentik Ara mengusap layar untuk menerima panggilan.

"Kenapa pa?"

"Keluarga dari pihak ibumu datang dan berniat menggali kubur ibumu"

"Untuk apa?"

"Menurut kamu untuk apa lagi!? Tentu saja karena kamu menolak kembali ke keluarga Motonui, ibumu adalah anak dari keluarga itu jadi dia akan dipindahkan ke pemakaman keluarga itu. Ara dengar! Apapun yang terjadi kubur ibumu tidak boleh pindah! Cepat kembali sebelum mereka menggalinya!"

Panggilan diputus secara sepihak, Ara menatap layar ponselnya dan menghela nafas panjang. Cuaca pagi yang dingin dan berembun membuat kulitnya sedikit menggigil.

Tiba-tiba sebuah pelukan hangat datang dari arah belakang, tanpa menoleh Ara tahu siapa pemilik pelukan ini.

Chika menaruh dagunya di pundak Ara, selimut yang membungku tubuhnya sedikit terjatuh karena tangannya fokus memeluk Ara dan tidak memegang ujung selimut.

"Ada masalah?"

"Masalah kecil" Jawab Ara santai, namun wajahnya yang berat tidak mampu menyembunyikan itu semua.

"Kamu gak mau cerita?"

Ara berbalik pelan, Chika mengangkat wajahnya dan menatap Ara lurus.

"Keluarga asli ibuku dateng dan mau membongkar kuburan ibuku, mereka pengen mindahin kubur ibu ke pemakaman keluarga"

"Bagus dong, kenapa kamu justru kayak gak bahagia?"

"Sayang itu gak bagus, mereka punya motif tersembunyi"

"Apa?"

"Aku di suruh nikah sama pria lain dan-"

"Kamu mau?" Potong Chika cepat, Ara terkekeh pelan mendengarnya.

Bibir merah pucatnya maju sejenak, melihat itu Ara gemas sendiri dia dengan sigap menangkup kedua pipi Chika dan mendaratkan ciumannya.

Tubuh Chika tersentak karena kaget tapi didetik berikutnya dia membalas ciuman Ara dengan lembut, kedua tangan Chika melingkar di leher Ara membuat selimut yang menutupi tubuhnya terjatuh ke lantai.

Udara pagi yang dingin tampaknya tidak dapat mengganggu kulit seputih salju Chika, bukannya dingin dia justru merasa hangat.

Takut jika orang lain dapat melihat tubuh telanjang Chika, Ara dengan gerakan ala bridal menggendong tubuh Chika dan membopongnya masuk ke dalam.

Cooking Love (ChikaxAra)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang