Chika melongo bingung ketika melihat punggung Ara yang kian menjauh sebelum menghilang di balik pintu, bibir merahnya mengerucut saat itu juga.
Masih tidak mengerti dengan sikap Ara, Chika mengejarnya dan mengikuti langkah Ara menuju belakang restoran.
Ara menghela nafas kasar, wajahnya ditekuk dan terlihat kacau. Ucapan manis Chika yang dilemparkan untuk pria muda dan tampan di ruang kerja tadi membuat hatinya mendung.
Kaki-kaki Ara mendendang kerikil dan mengenai tong sampah hingga menimbulkan bunyi gemerincing kecil.
"Ara!"
Chika yang baru saja tiba memanggil, Ara menoleh sejenak sebelum kembali menatap kearah tong sampah.
"Ara, kamu kenapa?"
"Gakpapa..."
"Bohong!"
"Memangnya aku kenapa?" Netra hitam pekat Ara menatap dalam Chika, membuat wajah Chika memanas.
Chika mengalihkan pandangannya dan mengendikkan bahu tidak tahu, membuat Ara tersenyum sinis.
"Kenapa disini?" Tanya Ara.
"Nyariin kamu lah, ngapain lagi"
"Kenapa nyari aku?"
"Yahh---itu karna ada banyak pekerjaan di dapur. Kamu kokinya"
Ucapan Chika membuat kedua alis Ara terjalin erat, meski begitu Ara tetap dengan patuh kembali masuk meskipun Chika secara tidak langsung menyuruhnya untuk kedalam kembali.
"Dia kenapa sih?" Bingung Chika.
Ara berjalan masuk dan meraih celemek khasnya yang menggantung di dekat pintu, tiba-tiba pintu dapur terbuka. Sosok Ruyi berjalan masuk sambil memasang senyum sumringah.
"Chika dimana? Aku pikir kamu Chika"
Ara menatap Ruyi dari atas hingga bawah, matanya secara jelas menunjukkan penghinaan.
"Di belakang" Jawab Ara kemudian.
Ruyi mengangguk, dia yang ingin menemui Chika lalu berjalan melewati Ara akan tetapi sebelum mendekati pintu belakang Chika sudah lebih dulu masuk, melihat Ruyi berdiri di depannya Chika tersentak kaget.
"Ruyi ngapain?"
"Sayang, panggil aku sayang" Ruyi menjentik lembut kening Chika.
"Kenapa?"
"Restoran kamu bentar lagi tutup kan? Mau jalan-jalan gak?"
"Kemana?"
"Bar gimana?"
"Ke Bar jalan-jalan?" Tanya Chika balik, Ruyi mengangguk.
Chika tidak langsung menjawab tapi justru menoleh kepada Ara.
Ara membalas tatapan Chika dengan wajah datar.
"Raa, ada banyak kerjaan gak? Perlu aku tolong?"
"Gak perlu, ada manager"
Ruyi tersenyum lebar mendengar jawaban Ara, tanpa menunggu persetujuan Chika tangannya secara paksa menarik lengan Chika dan membawanya keluar dari dapur.
Ara yang ditinggal sendirian menatap pintu dengan tatapan tajam sambil mencengkram gagang pisau daging di tangannya kencang.
Ceklek...
Pintu terbuka lagi dan menampilkan sosok manager.
Jantung manager hampir saja berhenti berdetak saat melihat Ara yang menatap tajam kearahnya sambil menggenggam pisau daging.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cooking Love (ChikaxAra)
Teen FictionYessica Motonui harus memutar otak agar restoran keluarganya tidak tutup karena bangkrut yang di sebabkan oleh dendam sakit hati Javin, mantan tunangannya. Di saat restorannya berada di ujung tanduk, tiba-tiba seorang chef muda bernama Gistara Ran...
