bagian 25

721 75 2
                                        

Happy Reading Para Pembaca Gelap.......
.

.

.

.

.

.

.

.

Pagi ini Indah dijadwalkan untuk konsultasi ke psikolog dirumah sakit. Ini semua atas permintaan Oniel karena ia tak tega melihat Indah yang terus menerus menangis.

"Udah bangun" Ucap Oniel mendekat ke arah tempat tidur Indah

"Lo masih di sini?" Tanya Indah sinis

"Iya kan gue udah bilang mau jagain lo. Nanti ayah ibu juga mau ke sini" Ucap Oniel

"Lo bilang ke ibu kalo gue disini?" Tanya Indah

"Iya, orang tua lo khawatir, masa gue diem aja. Siap-siap gue anter lo ke psikolog" Ucap Oniel lalu duduk di sofa yang berada didalam ruangan

"Ngapain ke psikolog?" Tanya Indah

"Biar lo bisa konsultasi, gue ga mau lo terus-terusan nangisin kejadian itu" Ucap Oniel

"Udah sana buruan mandi. Bisa ga? Apa perlu gue bantu?" Tanya Oniel

"Ngga perlu, gue bisa sendiri" Ucap Indah bergegas ke kamar mandi

Hampir 1 jam Indah bersiap, infus yang ditangannya pun sudah dicabut suster karena Indah sudah diperbolehkan pulang.

Tapi sebelum pulang, Oniel membawa Indah ke psikolog. Dan menunggunya hingga Indah selesai konsultasi.

"Oniel, Indah di mana?" Tanya Indira tergesa-gesa

"Ada didalam, Indah baik-baik aja" Jawab Oniel

"Kenapa ga ngasih tau dari kemarin?" Tanya Armanda

"Udah yah, yang penting Indah ketemu" Ucap Indira menenangkan suaminya

"Maaf om, saya tadi malam baru ketemu Indah. Indah juga ga ngebolehin buat ngasih tau siapapun" Jawab Oniel

Tak lama temen-temen Indah datang menyusul, mereka diberitahu Indira bahwa Indah masuk rumah sakit.

"Tante ibu" Ucap mereka

"Kak Indah nya mana?" Tanya Kathrin

"Didalam" Jawab Indira

"Kalian kok bisa disini?" Tanya Oniel

"Dikasih tau tante ibu" Jawab Marsha

Setelah 1 jam berada di ruang konsultasi psikolog, akhirnya Indah keluar seorang diri.

"Loh, kok" Ucap Indah kaget

"Sayaang" Indira bergegas memeluk Indah

"Ibu minta maaf ya nak, jangan kabur-kaburan lagi. Ibu ga bisa tanpa kamu" Ucap Indira menangis dipelukan anaknya

"Bu udah bu, aku minta maaf ya udah bikin ibu sama ayah kecewa" Ucap Indah sambil menahan tangis

"Kita pulang ya nak, ayah kangen banget sama kamu" Ucap Armanda

Indah hanya terdiam, ia masih takut dengan kejadian itu.

"Ayo nak, kita pulang sayang" Ajak Indira

Akhirnya mereka semua pulang ke rumah, termasuk Oniel dan para sahabat Indah.

.

.

.

.

Harta, Tahta, IPACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang