Sekarang hari kedua Daisy hadir di sekolah. Tapi hari ini tidak seperti kemarin, hari ini ia datang tepat waktu atau mungkin sangat awal? Karena saat sampai disekolah Daisy tidak melihat adanya kehidupan, sekolah masih sangat sepi. Mungkin ia orang pertama yang hadir di sekolah ini.
" Apa ga ada orang rajin di sekolah ini selain gue." Tanya Daisy pada dirinya sendiri sembari berjalan menuju kelas.
Setelah berjalan beberapa menit menuju kelasnya yang memang berada diujung koridor, akhirnya ia sampai dan langsung duduk di bangkunya. Karna bangku Daisy berada tepat di samping jendela, ia melihat sekeliling dan belum menemukan orang lain disana. Tapi suasana seperti inilah yang disukai kaum introvert seperti Daisy walau terkadang ia merasakan kebosanan seperti yang terjadi sekarang.
" Mumpung lagi sepi gue tidur aja deh. Bosen juga lama-lama gue disini." Monolognya lalu menyembunyikan wajahnya di lipatan kedua tangannya. Tidak sadar saja Daisy ternyata ada orang yang datang lebih awal darinya dan saat ini ada di depan pintu kelas memperhatikannya.
Orang itu adalah Heaven. Tadinya dia sedang berkeliling sekaligus untuk mengetahui letak masing-masing ruangan di sekolah ini. Wajar, baru hari kedua masuk sekolah ini. Ketika asik berjalan, Heaven mendengar suara dari salah satu kelas yaitu 10 MIPA 1. Ia langsung menghampirinya dan menemukan seorang gadis yang bersiap untuk tidur.
" Apa bedanya sama murid yang datangnya lama kalau dia tidur dikelas. Minimal nyari kesibukanlah kaya gue. Ini malah tidur, dasar cewe aneh. Tapi gue ingat yang disebelahnya bangku Jordan, berarti cewe yang diceritain ke gue cewe itu?" Ujar Heaven entah pada siapa. Setelahnya ia memilih kembali ke kelas karna para penghuni sekolah sudah mulai hadir.
#
" Haloo haloo Prince Jordan Dateng nih, mana red karpetnyaa. " Ucap Jordan yang baru memasuki kelas tapi dihiraukan murid yang sekarang berada dikelas.
" Woii para rakyat jelata! Serius nih gada yang mau nyambut gue. Lo para ciwi-ciwi yang kumpul di pojok, seriusan gada yang lirik gue, rugi loh orang ganteng kaya gue disia-siain." Ucap Jordan sambil melihat ke arah kumpulan cewe di pojok kelas.
" Ya Lo emang ganteng dan gue suka sama orang ganteng tapi sayang banget Lo jamet. Jadi minder gue." Balas salah satu cewe dibalas dengan tawa teman-temannya yang membuat Jordan kicep.
Jordan langsung duduk di bangkunya dengan wajah kesal melihat kumpulan wanita itu yang baru saja meremehkan ketampanannya. Kemudian ia melirik pada sosok disampingnya yang masih tertidur pulas tetapi sekarang wajahnya sudah menghadap ke samping tidak didalam lipatan tangannya lagi.
" Astagaa Daisy Lo kok cantik banget sih mana imut lagi, kan gue makin suka. Kalau gini makin semangat gue belajar,lumayan sambil liatin bidadari, rugi banget muka seperfect ini disia-siain." Ucap Jordan seraya memandangi wajah Daisy, hingga ia tidak sadar bahwa Daisy sudah mulai terbangun dan sedari tadi mendengar semua perkataannya.
Daisy langsung bangkit dari bangkunya dan keluar dari kelas meninggalkan Jordan yang masih kaget sekaligus malu saat keciduk lagi mandangin wajah Daisy sambil bicara sendiri.
#
" Kayanya ini tempat yang bagus buat istirahat, karna gue yakin pasti udah ada orang yang make rooftop sebelumnya atau mungkin senior." Monolog Daisy sambil memasuki perpustakaan. Ya, saat keluar tadi pikiran Daisy langsung tertuju pada perpustakaan. Lagian untuk hari ini belum ada pembelajaran jadi ia memilih untuk beristirahat saja.
" Siapa sih yang masuk, ngeganggu banget. Baru aja gue mau sendirian disini tanpa ada orang malah masuk sembarangan." Gumam Heaven saat melihat ada yang memasuki perpustakaan selain dia.
" Woi Lo bisa keluar gak. Gue udah lebih dulu disini, gausah ganggu." Perintah Heaven pada orang tersebut yang tentu dihiraukan.
" Bukan punya Lo." Singkat Daisy dan langsung mengambil posisi yang nyaman untuk tidur.
" Cewe sialan." Ketus Heaven lalu keluar dari perpustakaan. Melihat itu, Daisy menyeringai.
Btw Heaven belum sempat liat muka Daisy ya karna dia sampainya didepan pintu kelas waktu Daisy udah nenggelamin mukanya di lipatan tangan.
#
" Banyak banget sih buku yang harus dianter ke ruang guru, mana gue bawanya sendiri lagi. Gatau aja tuh si ibu ini berat banget. Encok dah gue nanti." Gerutu Jessi yang sedang ditugaskan mengantarkan beberapa buku dari kelasnya ke kantor guru.
Karena asik menggerutu, Jessi tidak menyadari ada yang berjalan kearahnya dan mereka bertabrakan hingga semua buku jatuh dan berserakan.
" Eh maaf kak." Ucap orang tersebut meminta maaf, dia Jordan.
" Argh dasar adkel sialan, makanya jalan pake mata. Liat nih semua bukunya jatuh. Ini semua gara-gara Lo!" Murka Jessi melihat buku yang susah payah ia bawa berserakan di lantai.
" Lah kok gue. Udah jelas Lo yang ga liat jalan dan Lo juga kali yang nabrak mana nyalahin orang lagi. Masih untung gue mau minta maaf duluan padahal jelas-jelas Lo yang salah." Ucap Jordan membela dirinya.
" Iya-iya gue yang salah, gue minta maaf karna udah marah sama Lo. Sekarang kumpulin tuh buku, bantuin gue bawa ke ruang guru." Balas Jessi sekaligus meminta tolong.
" Tuhkan sadar juga Lo sama kesalahan sendiri. Makanya gausah judes banget jadi cewe nanti gada yang suka." Ucap Jordan sambil mengumpulkan buku-buku tersebut untuk dibawa ke kantor guru.
"Kalau aja gue ga butuh bantuan Lo ga bakalan gue minta maaf kaya tadi mana ngakuin gue yang salah lagi, udah jelas tadi dia nabrak duluan." Batin Jessi melirik adkelnya itu yang sudah berjalan lebih dulu darinya sambil membawa buku-buku itu.
#
" Jo, Lo ada job balapan gak?" Tanya Hyuna berjalan ke arah meja Joan.
" Ngapain Lo nanyain itu sama gue. Lagian kalau ada, itu bukan urusan Lo. Ingat kita itu rival! Kita temenan cuma disekolah doang, diluar gak." Tekan Joan menjawab pertanyaan Hyuna.
" Dihh sensian amat Lo cowo. Gue nanya juga karna mau ngajak tanding sama geng gue. Bukan ngurusin urusan Lo!" Balas Hyuna sambil memasang wajah kesalnya yang menurut pandangan Joan itu sangat lucu.
" Oke gue terima tawarannya. Untuk hadiahnya kita tentuin malam ini setelah balapan." Ucap Joan menerima tawaran Hyuna.
" Hm." Singkat Hyuna yang masih kesal lalu beranjak pergi.
" ARGHH.. Hyuna Lo kok gemes banget sih. Tiap hari gue liat lo kok malah makin cantik sih. Gimana caranya gue hilangin rasa suka gue kalau orang yang gue sukai itu Lo." Teriak Joan dikelas. Tentu tidak ada yang mendengarnya karna hanya dia yang berada disana tidak tau dengan orang yang berlalu lalang di sekitar Koridor, mendengarnya atau tidak.
#
Di chap 1 aku lupa buat kelas mereka. Jadi bagi yang bingung ini kelasnya ya.
Hyuna, 12 IPS 3
Joan, 12 IPS 3
Yanmarie, 12 MIPA 2
Jessi, 12 IPS 3
Mia, 11 IPS 1
Jesher, 11 IPS 4
Audrey, 11 MIPA 2
Yaxa, 11 MIPA 4
Daisy, 10 MIPA 1
Heaven, 10 IPS 2
Jordan, 10 MIPA 1
Jack, 10 IPS 2
- To Be Continued -
