Seperginya dari area balapan, Joan melajukan motornya ke arah rumah Hyuna. Sesampainya didepan gerbang, ia tidak masuk sekali. Joan lebih dulu menelpon Hyuna dan menyuruh gadis itu menemuinya.
" Kenapa ngajak ketemu disini? Kenapa juga ga masuk? " Tanya Hyuna yang baru saja datang.
" Ga baik dateng ke rumah cewe malem-malem " Balas Joan.
" Alasannya kurang mendukung sih tapi gapapalah. Kamu ngapain kesini? " Ucap Hyuna penasaran.
" Kangen, Na. Aku kangen banget sama kamu " Ucap Joan bergerak memeluk tubuh kecil Hyuna.
" Cih, katanya kangen tapi di sekolah kamu ngediemin, acuhin, dan ngejauh dari aku. Bahkan kamu ga mau natap aku sama sekali, semarah itu ya sama aku? " Ucap Hyuna mulai menangis.
" Maaf, aku tau aku salah. Tujuan aku datang kesini itu kamu, Na. Mau minta maaf sama kamu dan ngasih tau kalau aku udah baikan sama Jordan " Ucap Joan panjang lebar sambil menangkup kedua pipi gadis didepannya.
" Iya, aku maafin " Balas Hyuna mengangguk kemudian tersenyum.
" Makasih, sayang " Ucap Joan yang mendapat tatapan tidak suka dari Hyuna.
" Batal nih gue maafin Lo " Kesal Hyuna beranjak pergi. Joan segera menarik tangan gadis itu.
" Kamu lupa apa yang aku bilang? Kalau ngomong gue-lo, hukumannya apa? " Tanya Joan menaikkan satu alisnya.
" Iya-iya aku minta maaf, ga lagi " Ketus Hyuna.
" Nah itu pinter cara jawabnya " Ucap Joan tersenyum manis membuat pipi Hyuna sedikit memerah.
" Manis banget cowo gue, mana senyum lagi. Pleaseee, Stop! Gue ga kuat " Batin Hyuna salah tingkah.
" Kenapa, Na? " Tanya Joan bingung melihat Hyuna malah diam tidak jelas.
" H-hah, emang aku kenapa? O-oh udahkan ngomongnya, aku mau masuk dulu, mau istirahat udah ngantuk. B-byee " Ucap Hyuna sangat gugup lalu berlari masuk meninggalkan Joan yang tersenyum gemas menatapnya.
" Apasih, gitu aja malu. Gimana lagi coba kalau gue nyosor, pingsan mungkin " Monolog Joan tertawa kecil kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
#
Semua anggota Zygmund sedang berkumpul di rumah Heaven pagi ini. Mereka bukan bolos ya, tapi emang sekarang hari Minggu. Jadi, mereka gunakan buat waktu santai bareng sekaligus buat unboxing paket beberapa dari mereka yang udah datang. Ingatkan, permintaan mereka pada Kelvin.
" Guyss parfumnya wangi banget, jadi ragu nih gue ngasih ke Audrey " Ucap Jesher menghirup aroma parfum yang baru saja ia semprotkan ke bajunya.
" Wangi sih wangi, tapi ini parfum cewe anjir. Kalau Lo yang make trus ketemu sama Audrey, dia bakal mikir Lo Deket sama cewe lain, bodoh " Ucap Jordan tidak tahu jalan pikiran temannya ini.
" Udah tau Jesher bego, tapi masih aja diladenin ngomong. Jatuhnya Lo berdua sama-sama bego " Ledek Yaxa fokus membuka paketnya.
" Udah-udah ngapa jadi ribut gini sih. Fokus aja sama paket masing-masing " Lerai Joan. Setelahnya keadaan kembali hening.
" Aaaaa..... Guysss gue punya Calvin Klein nih. Liat sini semua " Ucap Jordan lumayan keras dan dengan tidak malunya membuka lebar celana dalam di kedua tangannya lalu menghadapkannya pada teman-temannya.
" Astaga, Jor. Urat malu Lo udah putus apa gimana? Celana dalam dibeberin gitu ke kita semua. Kita juga punya kali " Sembur Yaxa menatap aneh adik kelasnya ini.
