10. His ego

2.5K 161 47
                                        

Rasa kebas terasa di pipinya, Minjeong refleks memeganginya seraya menatap Jaemin dengan bola mata yang bergetar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rasa kebas terasa di pipinya, Minjeong refleks memeganginya seraya menatap Jaemin dengan bola mata yang bergetar. Rasa sakit tamparan ini tak ada apa apanya dibanding dengan apa yang diperbuat oleh pria yang ada dihadapannya itu. Tapi ini adalah pertama kalinya Jaemin menamparnya dengan sangat kencang.

"KAMU KENAPA SIH?!!!! YURA GAK SALAH APA APA!!!" Ujar Jaemin dengan nada tinggi.

Pria itu membawa Yura ke gendongannya.

"Minjeongaa...."

Wanita itu diam tak memperdulikan suaminya, dan memilih pergi. Jujur saja Minjeong begitu muak melihat wajah Jaemin.

Kenapa dan kenapa, pertanyaan itu selalu berputar mengelilingi kepalanya. Kenapa tuhan menakdirkannya dengan Jaemin?

"Na Yura.... Maafin ayah bunda ya..."

Air matanya menetes seketika saat meminta maaf pada bayi perempuan yang masih terisak itu. Dengan sigap dua baby sitter yang sedari tadi berada di depan pintu itu menghampiri Jaemin untuk merawat Yura.

"Dia laper kayanya, nitip ya... Saya mau ke ibu dulu"

"Iya pak..."

Jaemin mengusap air matanya dengan kasar seraya melangkahkan kakinya menemui istrinya.

"Oppa... Aku hamil, kamu harus lihat ini..."

Ia baru saja menapakkan kakinya di ambang pintu kamar, hatinya seakan mencelos keluar melihat Minjeong berlari ke arahnya dengan senyuman manis seraya membawa testpack dengan hasil dua garis beberapa tahun yang lalu.

"Sayang udah..." Lirihnya menatap wajah istrinya yang ada dihadapannya.

Garis wajah wanita itu begitu terlihat begitu putus asa, Jaemin tau ini semua karena perbuatannya.

"Oppa, ayo kita kasih tau ayah..." Minjeong itu menarik tangan suaminya dengan antusias "Ayah pasti seneng banget, ayo kasih tau dia sekarang oppa..."

"Sayang udah..." Lirih Jaemin menanggapi istrinya "Please sayang, udahhhh" lagi, namun nada bicaranya naik beberapa oktaf.

"Kenapa?"

Minjeong kembali meneteskan air matanya saat melihat air mata Jaemin berderai, tatapan suaminya itu penuh rasa bersalah.

"Kenapa aku gak bisa? Kenapa tuhan giniin aku?"

Ia tak tahan lagi, Jaemin dengan erat mendekap tubuh Minjeong seraya membisikkan kata maaf berulang kali. Ini pertama kalinya ia melihat Minjeong seperti ini, padahal beberapa tahun yang lalu tepatnya saat istrinya itu keguguran dan harus merelakan rahimnya di angkat pun Minjeong tak pernah se-kacau ini. Lebih tepatnya istrinya itu tak pernah memperlihatkan sisi rapuh di hadapannya.

"Sayang dengerin aku..." Lirih Jaemin.

Ia masih mengeratkan pelukannya karena Minjeong yang semakin berontak.

Reciprocal Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang