Di ruang tamu yang hangat, Sean dan keluarga sedang menikmati sarapan yang telah mamah siapkan sebelum nya. Mamah, Sean dan Papah mengobrol-ngobrol santai disana, tapi di sela-sela perbincangan, Papah bicara.
"Mah, dek. Papah ada kerjaan di luar kota, dan proyek nya itu berlangsung lama. Jadi kita harus pindah kesana"
"Terus sekolah ku gimana, Pah" Saut Sean
"Papah sudah daftarkan kamu ke sekolah unggulan yang ada di sana" Papah menjawab.
Mamah melihat raut wajah Sean yang kesal karena tidak terima kalo harus pindah dari rumah ini.
"Sudah-sudah, kita bicarakan lagi nanti. Ayo di habiskan dulu sarapan nya" Mamah menyela.
••
Akhirnya tiba hari dimana Sean dan keluarga akan pindah ke luar kota.
Sean pun mengemas segala sesuatu yang ingin di bawa, serta tak lupa membantu Papah dan Mamah mengemas peralatan rumah.
Di perjalanan tidak jauh dari gunung yang terlihat, memang sih di daerah sana terkenal dengan ke asriannya.
Singkat cerita, Sean dan keluarga pun sampai di rumah yang berada di tengah-tengah desa. Overthinking an Sean selama ini salah, ternyata disini sangat amat sejuk. Sean sangat suka suasana seperti ini.
••
Keesokan harinya, karna Sean tidak mempunyai teman sama sekali di sana. Sean berniat ingin mendownload aplikasi telegram, dengan niat untuk mencari teman bicara.
Sean pun mendownload aplikasi telegram dan login. Sean menekan tombol pencaharian dan mengetik group 'pelangi'. Ya, Sean adalah seorang gay. Entah sejak kapan perasaan suka sesama batang itu muncul, Singkat nya Sean menemukan satu cowo yang sedang mencari uke.
Sean memulai pembicaraan
"Hi, Gua Sean"
"Hi, Sean. Boleh liat pict lo?
(Baru kenal udah minta pict ni bocah) Batin Sean. *Mengirim foto
"08123456789, Chat aja"
"Chat disini aja"
"Di wa aja biar enak"
Tak lama akhirnya Sean memutuskan untuk chat dia.
"P"
"Reza"
"Okey"
"Boleh liat foto lo yang lain?"
*Mengirim foto
"Sumpah lo imut banget anjir, padahal cowo"
"Haha bisa aja lo"
"Btw lo orang mana?"
"Kota Mutiara"
"Loh, Kebetulan banget gua juga tinggal di sana. Lo di daerah mana?"
"Gua di jl. angkasa"
"Deket sama rumah gua, kapan-kapan main sini"
"Emoh lah, takut"
"Buset, gua mah anak bae-bae"
"Haha iya deh nanti kalo gue ada waktu"
"Siap"
Sean tak lagi menjawab pesan dari teman baru nya di telegram. Lekas Sean beranjak untuk tidur, karna hari mulai larut dan besok harus pergi ke sekolah. Sean tidak boleh telat di hari pertama, di sekolah baru nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- Sean Samudra Reiya.
Orang-orang sih bilang muka nya kaya cewek, karena punya kulit putih yang ga biasanya cowo-cowo punya. mungkin faktor mamah Sean, yang dulu berharap anaknya yang lahir itu cewek.
-
PROMOSI DIKIT ~~
CUS KEPOIN CERITA TERBARU,LANGSUNGKLIK DI PROFILE YA!
HAPPY READING 💗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.