27. LOVE LANGUAGE: RECEIVING GIFTS

1K 71 16
                                        

Now Playing | IU - Love Wins All

SELAMAT MEMBACA CHAPTER 27 SUNBIES💚

Spam random disini

Spam green lovenya dong💚

Halo kalian yang udah kangen sama cerita ini. Maaf banget baru update setelah sekian lamanya. Mungkin banyak yang udah lupa sama alurnya. Boleh baca ulang kalau berkenan ya. Aku bakalan mulai fokus buat tamatin cerita ini ya. So, stay tune!

Oh iya, sekedar info, ICE CREAM ini cerita pendek ya. Kemungkinan cuma sepanjang 30an chapter aja.

Jangan lupa buat penuhin setiap paragraf dengan komen kalian💚

27. LOVE LANGUAGE: RECEIVING GIFTS

Kalau pasangan mu ingat hal kecil tentang dirimu dan selalu berusaha membahagiakan mu, berarti kamu sudah di rayakan.

🍦

"Karena Holiday Camp nya ditunda, kita masih ada waktu buat nambah ide dan konsep untuk konten-konten yang akan dibuat waktu Holiday Camp nanti ya,"

Vanilla tengah duduk di atas karpet ruang tengah rumahnya dengan mengenakan pakaian santai berupa celana kain pendek berwarna putih dilengkapi dengan sweater pink serta rambut yang dicepol ke atas.

Gadis itu meraih gelas berisi susu strawberry dan menyesapnya seteguk sebelum kembali meletakan gelas lucu dengan karakter kelici itu kembali ke atas meja.

Layar laptop di depannya menampilkan wajah sepuluh orang terhitung dengan Vanilla di dalamnya. Tim broadcasting tengah membahas tentang konten yang akan mereka garap saat Holiday Camp nanti. Karena adanya penundaab waktu pelaksaan Holiday Camp, tim broadcasting bersepakat untuk membahas kembali konsep-konsep untuk konten mereka kalau-kalau ada ide baru yang menarik.

"Ya Vanilla, gimana?" sang ketua tim tampak bersuara ketika melihat Vanilla mengangkat tangannya melalu fitur "rise your hand" di zoom meeting.

"Vanilla ada ide," ujarnya sembari membuka note miliknya.

"Silahkan," ujar sang ketua mempersilahkan Vanilla menyampaikan idenya.

"Selain vlog yang bakal dibuat disana, gimana kalau kita gabung sama wawancara gitu? kayak kita nyiapin beberapa pertanyaan tentang Holiday Camp terus nanti ditanyakan ke beberapa orang terpilih." Vanilla memaparkan ide sederhananya yang dirasa akan membuat konten mereka lebih menarik.

"Boleh tuh. Bisa jelasin lebih detail?"

Vanilla mengangguk. "Kalian pasti pernah nonton semacam variety show gitu?" beberapa orang terlihat mengangguk saat Vanilla melontarkan pertanyaan. "Nah biasanya ada potongan wawancara gitu kan. Kita bisa buat begitu biar lebih seru. Jadi kalau waktu disana ada kejadian apa gitu yang menarik. Kita bisa panggil beberapa orang untuk diwawancarai buat tahu reaksi mereka atas kejadian yang terjadi," jelas Vanilla.

"Oke-oke gue paham. Oke juga. Biar videonya gak monoton dan biar kita lebih tahu perasaan anak-anak yang ikut Holiday Camp nanti," sang ketua tampak menyukai ide Vanilla.

"Gimana? pada setuju gak?"

Semua menyetujui ide Vanilla. Tidak ada yang keberatan karena mereka merasa ide Vanilla tidak merepotkan atau ribet. Idenya ringan namun menarik.

Rapat via zoom itu mereka akhiri ketika semua ide telah dipaparkan. Ada yang ditolak dan ada yang diterima. Namun semuanya telah disepakati. Mereka sudah satu suara mengenai penambahan ide untuk konten mereka.

ICE CREAMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang