24. 911

1K 98 19
                                        

Now Playing | Taylor Swift - Paper Rings

SELAMAT MEMBACA CHAPTER 24 SUNBIES💚

Spam random disini

Spam green lovenya dong💚

Halo kalian yang udah kangen sama cerita ini. Maaf banget baru update setelah sekian lamanya. Mungkin banyak yang udah lupa sama alurnya. Boleh baca ulang kalau berkenan ya. Aku bakalan mulai fokus buat tamatin cerita ini ya. So, stay tune!

Oh iya, sekedar info, ICE CREAM ini cerita pendek ya. Kemungkinan cuma sepanjang 30an chapter aja.

Jangan lupa buat penuhin setiap paragraf dengan komen kalian💚

24. 911

Memiliki seseorang yang bisa menemani dalam masa sulit itu anugerah

🍦

Cuaca akhir-akhir ini sering sekali berubah-ubah. Kemarin cerah namun hari ini malah mendung. Justin sampai bingung. Ini sudah mulai masuk musim hujan atau masih musim panas?

Justin menyukai musim hujan, namun sekarang dia akan kesal jika aliran air dari langit itu turun membasahi bumi karena itu akan membuatnya tidak bisa mengajak Vanilla jalan-jalan ke tempat lucu yang gadis itu inginkan.

Mereka tetap masih bisa ketemu untuk jalan bareng namun pasti hanya menuju tempat-tempat yang aman untuk cuaca musim hujan.

Sementara Vanilla itu suka jalan-jalan fi tempat terbuka seperti taman kota, pasar malam hingga Dufan.

Justin kini tengah duduk pada meja belajarnya sembari berkutat pada macbook di hadapannya. Cowok itu tengah memindahkan foto-foto dari ponselnya.

Aduh satu folder dengan nama 'Justin's' yang isinya berisi foto-foto dan videonya Vanilla. Ingat kan, kalau Justin suka sekali mengabadikan gadisnya itu.

Getaran pada ponselnya membuat fokus Justin teralihkan. Mata cowok itu melirik layar ponsel yang menampilan nama kontak 'Little Princess❤'. Dengan cepat cowok itu langsung mengangkat panggilan.

"Kak," suara Vanilla yang terdengar sedikit aneh di telinga Justin membuat cowok itu duduk dengan tegak. Seperti ada yang aneh.

"Kenapa?" tanya Justin cepat.

"Bisa tolongin Vanilla?"

🍦

Begitu selesai menerima telepon dari kekasihnya, Justin langsung meninggalkan rumah.

Dan disinilah dia berada sekarang. Di supermarket tepatnya di depan rak-rak yang menyimpan berbagai macam pembalut wanita.

Vanilla kedatangan tamu bulanan dan stok pembalut miliknya habis. Dipikirannya hanya Justin makanya Vanilla langsung menghubungi kekasihnya itu. Dan di detik selanjutnya setelah panggilan berakhir, Vanilla malah merutuki kebodohannya. Kenapa dia tidak meminta tolong Bibi saja? kenapa malah minta tolong pada Justin?

Astaga! Vanilla merasa dia sudah gila. Tapi mau bagaimana lagi? dia panik dan yang ada di pikirannya cuma Justin.

Justin tampak menemui sedikit kesulitan. Dia tidak tahu pembalut seperti apa yang biasa gadisnya pakai. Maka dari itu dia menghabiskan waktu sedikit lama berdiri di depan rak itu sambil berpikir pembalut mana yang harus dia beli. Tingkah Justin membuat beberapa orang menatap ke arahnya.

ICE CREAMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang