If (AsMa)

688 42 18
                                        

[REQ]

Dialog dengan Italic, itu Marsha lagi pakai bahasa isyarat ya, terima kasih.

*-*

Menjadi seorang kutu buku dan ber-kekurangan dalam pendengaran serta berbicara membuat seorang siswi bernama Marsha tidak membuat nya berputus asa untuk menimba ilmu sebanyak-banyak nya.

Tidak ada yang pernah memperlakukan nya berbeda di sekolah, semua mau berteman dan bergaul dengan nya.

Para guru juga menyiapkan cara pembelajaran yang berbeda untuk Marsha agar gadis itu dapat memudahkan nya memahami materi yang di sampaikan.

Marsha berhasil mencapai juara satu umum di tahun pertama nya di sekolah menengah atas.

Keluarga nya pun merasa bangga atas pencapaian itu.

Dan kini Marsha menjalani hari baru sebagai siswi tahun kedua.

Dengan langkah santai , Marsha menuju kelas, ada beberapa siswa maupun siswi yang menyapa cucu pemilik sekolah itu.

Marsha membalas dengan senyum dan anggukan kepala saja.

Dirinya tidak menjalankan alat bantu pada telinga nya dan barulah ketika ia memasukki kelas, gadis itu menghidupkan nya.

"Pagi Cantikku" sapa Ashel.

Ia memberikan senyum nya pada Marsha.

Marsha membalas senyum itu.

Ashel.

Gadis cantik nan periang itu membuat seorang Marsha mengalami perasaan yang tak karuan.

Dari detak jantung nya yang berdetak lebih cepat, desiran pada dirinya begitu terasa dan rasa gugup yang datang.

Marsha memasukkan tas nya ke dalam loker dan hanya mengambil buku untuk jam pertama.

Ashel mendekat pada kekasih nya.

"kok tumben baru dateng jam segini?"

Marsha menjawab nya dengan bahasa isyarat.

"iya, barusan agak macet"

Ashel kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.

Sebuah kotak berwarna biru muda.

"Apa ini?"

"buka aja" jawab Ashel sembari tersenyum.

Marsha membuka kotak itu lalu menemukan jam tangan berwarna coklat muda.

"kamu suka?" tanya Ashel sembari memperhatikan ekspresi kekasih nya.

"Suka banget!"

Perasaan senang tidak bisa lagi Marsha sembunyikan, ia memeluk Ashel.

Ashel merasakan kelegaan di hatinya, Marshanya tidak marah.

Hadiah yang akan diberikan pada ulang tahun ke 17 Marsha itu lupa dibawa nya, terlalu sibuk memikirkan gaun yang cocok.

"maaf aku lupa bawa waktu itu"

Marsha tersenyum.

"gapapa, moment nya gak akan beda buat aku, makasih ya, jam nya aku suka banget"

"sama-sama"

"bantuin aku pasang di tangan dong"

"mau di pake sekarang?"

"iya, biar keren, kan ini dari pacar aku"

Ashel memasangkan jam tangan itu sembari tersenyum.

Saat jam sudah terpasang barulah Marsha mengambil ponsel lalu mengabadikan moment itu dengan Ashel di sebelah nya.

KAPAL?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang