[REQ]
Semangat Adel, semangat Adel Oshi!
*-*
Ketukan pintu terdengar, membuat seorang wanita yang tengah melakukan penjelasan mengenai sebuah proyek pada Tim nya, terhenti.
"Permisi Bu Fiony, maaf menyela, Anda di tunggu secepat mungkin oleh Direktur utama di ruangan nya"
Ia mengangguk mengerti lalu melihat pada jam tangan nya.
"Saya permisi dulu, kita lanjutkan point terakhir besok hari"
Semua orang mengangguk patuh pada Fiony.
Wanita itu mengambil semua berkas yang ia bawa lalu dengan langkah secepat mungkin Fiony menuju ruang Direktur utama.
Saat dirinya sudah berada di depan pintu ruangan, ia menarik nafas lalu mengetuk sebanyak 3 kali.
"Masuk!"
Fiony menghela nafas lalu segera masuk, ia menunduk, merasa segan dengan atasan nya.
"Permisi Bu, ada apa me-"
"Mana laporan yang saya minta?! Dimana rasa tanggung jawab anda?! Saya jadi kesulitan menjawab atasan saya gara-gara kelalaian anda!"
Fiony terdiam sesaat.
Ia sudah memberikan Laporan kas pada Atasan nya ini secara langsung siang tadi, lalu mengapa sekarang atasan nya berkata demikian?
"Maaf bu, bukankah tadi saya sudah membe-"
"Kata maaf anda tidak akan menyelesaikan masalah, buat laporan itu sekarang, saya tunggu hari ini!"
Fiony kini sedikit melirik pada atasan nya.
Flora shafiqa Riyadi.
Direktur utama yang menjabat hampir 4 tahun di Riyadi Group.
Flora sendiri adalah anak pemilik Riyadi Group.
Fiony sedikit menghela nafas, berusaha bersabar.
"Tapi Bu, saya sudah menyerahkan laporan itu siang tadi secara langsung kepada ibu"
Flora menatap Fiony.
"Kamu ingin saya pecat Fiony?"
Fiony mendongak, terlihat sedikit kepanikan disana.
Kini mereka beradu pandang.
"Pe-pecat Bu?"
"Sikap anda tadi akan merugikan perusahaan di masa depan, kamu seharusnya paham itu Fiony, kamu itu ketua divisi keuangan, kerjakan"
Fiony merasakan kepalanya mulai memanas, menjalar hingga kuping nya, ia memutuskan kontak pandang itu.
"Maafkan saya bu, baik, akan saya kerjakan, terima kasih atas kesempatan yang ibu berikan pada saya, saya permisi" putus Fiony sembari sedikit menunduk.
Fiony meninggalkan ruangan Atasan nya dengan perasaan kesal.
Ia mau tak mau harus membuat kembali laporan arus kas.
Jika saja anggota tim nya masih berada di kantor, mungkin ia kini hanya perlu memindahkan data yang ada dan pekerjaan nya akan lebih cepat selesai.
Fiony kini mengerjakan semua nya dari awal hingga pukul 9 malam tiba, Ia merenggangkan tubuh nya sembari menunggu mesin printer selesai mencetak.
Begitu dirinya menyelesaikan semua, ia langsung berjalan menuju ruangan Flora.
Ia mengetuk sebanyak 3 kali, menunggu sesaat namun tidak ada respon yang diberikan, Fiony kembali mengetuk.
