[REQ]
Cuman fiksi!
*-*
"Chika, cepat sedikit!, kita sudah hampir terlambat!" Teriak seseorang.
"Sebentar!, aku harus mengikat tali sepatu!" balas Chika ikut berteriak.
Chika dengan cepat mengikat tali sneakers nya dan kemudian memakai kemeja coklat muda polos tipis dengan kaos putih di dalam nya.
Lalu ia dengan tergesa turun ke bawah dan segera menuju pintu rumah.
Setelah mengunci pintu, ia kemudian menuju halaman depan.
Teman nya pasti sudah menunggu cukup lama.
"maaf telat, aku lupa waktu"
"Gapapa, pasang sabuk pengaman nya, kita langsung pergi"
Chika memasang sabuk pengaman kemudian mobil melaju menuju tempat tujuan mereka.
Hingga tampak sebuah rumah yang cukup besar dan kendaraan yang cukup padat terparkir pada halaman.
"Kau masuk lebih dulu saja, aku akan mencari tempat parkir, aku tidak enak kita terlambat terlalu lama karena mencari parkir, kau bisa mewakilkan ku jika ada yang bertanya"
Chika mengangguk mengerti kemudian turun dari mobil dan sedikit merapikan baju serta rambutnya.
Lalu ia melangkah menuju pintu masuk dan suara musik country pun menyambut pendengaran nya.
"Halo Chika! Mengapa lama sekali sampai?" sapa seseorang sambil memeluk Chika.
"Maafkan aku, aku lupa dengan waktu dan jalanan sedikit padat tadi" jawab Chika ikut membalas pelukan.
"Kudengar kamu datang bersama Oniel?"
Chika mengangguk.
"Dia harus mencari tempat parkir dulu, cukup penuh di dekat halaman"
Lawan bicara nya mengangguk mengerti lalu Chika pamit untuk mengambil minum.
"Pak ,tolong buatkan 1 gelas bir"
Bartender itu mengangguk mengerti lalu segera menyiapkan pesanan Chika.
Chika bersandar pada meja bar dan memperhatikan sekitar nya.
Tidak butuh waktu lama, minuman yang diminta oleh Chika telah siap dan gadis itu kemudian meminum nya sedikit demi sedikit sembari menunggu Oniel datang.
Hingga bir nya tersisa setengah gelas lagi barulah wanita itu datang dengan senyum.
"Pak, tolong buatkan aku 1 bir ya, Terima kasih"
Bartender itu mengangguk lalu mulai membuatkan minuman Oniel.
"Maaf membuat mu menunggu, aku benar-benar kesulitan mencari tempat parkir, aku harap kamu tidak kesal menunggu"
"Tidak masalah, aku menikmati suasana disini, cukup menyenangkan" jawab Chika tanpa menoleh pada Oniel, memperhatikan beberapa orang yang cukup mabuk sedang menari.
Oniel mengikuti arah pandang Chika kemudian terkekeh.
Chika menoleh kemudian kembali menatap ke depan.
"Permisi, ini bir mu"
"Terima kasih" Ucap Oniel menerima dan kemudian menyesap bir nya sedikit.
"Tidak menghampiri mantan mu?"
"Tidak, kenapa? kamu tertarik mengencani nya?" Tanya Oniel kemudian tersenyum menggoda.
"hanya iseng bertanya saja" jawab Chika kembali melihat ke arah Oniel.
Oniel menyenggol lengan Chika kemudian menunjuk dengan dagunya.
Chika menoleh dan melihat Gracia tengah berjalan ke arah mereka dengan senyum.
"Chika! Lama sekali kamu sampai kesini" ucap Gracia kemudian mengambil gelas bir di tangan Chika lalu meminumnya hingga tandas.
"Tidak masalahkan? Yang penting aku sudah disini sekarang" Jawab Chika terus menatap Gracia dengan senyum tipis terpaut.
"Hai Gre" Sapa Oniel sambil tersenyum.
"Hai" Balas Gracia dengan malas.
Kemudian Gracia menaruh gelas itu dan menarik Chika ke lantai dansa.
Gracia menaruh kedua lengan Chika pada pinggang nya kemudian ia mengalungkan tangan nya pada leher Chika dan mendekatkan wajah nya.
"Aku ingin berkata serius" Ucap Gracia dengan wajah serius.
"Apa itu?" Tanya Chika sambil tersenyum.
"1-10, Seberapa seksi aku sekarang?" Tanya Gracia dengan nada cukup rendah menatap tepat ke arah mata Chika.
Chika ikut mendekatkan wajah nya pada Gracia lalu bersikap seperti sedang meneliti.
"6"
"6?"
Chika mengangguk.
"Not bad" Ucap Gracia lalu menggosokkan hidung nya pada Chika.
Membuat Chika terkekeh.
Gracia memangku wajah nya pada bahu Chika dengan sesekali menghirup wangi nya.
Kemudian kedua nya mulai bergerak ke kanan dan ke kiri, memulai tarian ringan masih dengan posisi yang sama.
"Semua mata pria disini sedang menatap mu sekarang" Ungkap Chika sedikit memperhatikan pada sekitar.
Gracia menatap Chika, menyelipkan anak rambut kemudian mengarahkan kembali pandangan Chika padanya.
"Benarkah?, Mungkin pria-pria itu sedang menatap mu karena iri kamu bisa memeluk dan berdekatan dengan ku"
Chika sedikit terkekeh.
Kemudian diantara mereka tidak ada lagi perbincangan hanya ada tarian kecil.
Gracia menatap tepat pada mata Chika, begitu juga sebaliknya.
Gracia memajukan wajah nya lalu menempelkan bibir nya dengan bibir Chika kemudian sedikit melumat nya.
Chika sedikit tersenyum dalam ciuman itu kemudian ia pun ikut melumat bibir Gracia, Chika menangkup pipi Gracia dengan satu tangan nya.
Keduanya semakin dalam, hingga sebuah suara gelas jatuh menyadarkan keduanya.
Pautan keduanya terlepas, Chika dan Gracia tidak ada henti nya tersenyum dengan kedua kening mereka yang bersentuhan.
"Ada waktu besok?" tanya Chika sembari mengusapi pipi Gracia dengan jari jempol nya.
"ada apa? Ingin mengajakku berkencan?" tanya Gracia kemudian menjauhkan wajah nya.
Ia tersenyum usil.
"Y-ya, seperti nya begitu"
Gracia tersenyum.
"Okay, but I will not accept if you don't take me now to the room Chika..."
*-*
Kangen mereka bawain Teacher Teacher lagi 😔
Thank you udah baca!
Gimana part ini?
Next GitCyn lagi.
