(2) Selir?! (Flora)

248 20 0
                                        

! Ini hanya Fiksi !

*-*

Perjalanan dilanjutkan, cuaca musim panas membuat keadaan rombongan berjalan lambat.

"Nona, lebih baik kita langsung menuju kerajaan barat dan barat daya dulu, disana bagian terdekat sekarang, kita akan mengunjungi kerjaaan itu lebih dulu"

Flora hanya mengangguk, dirinya mulai memahami, siapa dirinya di dunia itu dan peran nya kedepan.

Terlebih, Muthe dan Kathrina adalah teman nya dalam dunia kerja, terkejut tapi Flora berfikiran bahwa dirinya terjebak dalam dunia pararel di masa lalu.

Seorang pewaris tahta yang sedang menyapa seluruh kerajaan dari kekuasaan ayah nya serta dirinya harus menikahi semua putri mereka.

Ia memijit kepala nya, semua kejadian itu membuat nya pening.

Pelayan Wanita itu menyadari keadaan Nona nya, dirinya membuka jendela kereta kuda dan meminta pengawal untuk berhenti sejenak.

"istirahat saja dulu, 5 menit lagi kita lanjutkan"

Mereka berteduh di dekat pohon besar yang sangat rindang di sekitar, Flora dan pelayan nya ikut keluar dan berteduh di bawah pohon.

Pelayan wanita kemudian memberikan kantung air pada Flora dan diterimanya.

Flora memandang wanita itu sesaat, pikiran nya langsung mengarah pada salah satu member yang akhir-akhir cukup menganggu hati nya.

Namun dengan cepat Flora menepis nya dan meneguk air yang diberikan.

"duduk disebelah saya, tidak perlu berdiri seperti itu, kamu juga pasti lelah"

Ia menuruti ucapan nona nya.

"kamu sudah berapa lama jadi pelayan saya?"

"S-sejak dua tahun lalu" jawab pelayan itu.

"Umur mu sekarang berapa?"

"27 tahun Nona" jawab nya.

"Panggil saja saya Flora saat seperti ini, tidak perlu seformal itu, saya ingin punya teman dekat"

Pelayan itu terdiam lalu mengangguk.

"kenapa terus menggunakan cadar begitu? tidakkah panas hari ini? lepas saja"

"saya tidak bisa, banyak pria disini"

Flora mengangguk mengerti lalu dirinya kembali mengamati sekitar.

"daerah yang kita lewati, itu semua milik Raja?"

"betul Nona, semua milik Yang Mulia Raja"

Flora terdiam.

"jika saya tidak menikahi mereka semua apa yang terjadi?"

"Nona harus melakukan nya, itu syarat perdamaian dari wilayah bagian"

Flora rasanya benar-benar ingin kembali, ia menghela nafas.

"ayo kita lanjutkan, hari semakin sore"

Mereka kembali menuju barat, dan begitu sampai nya disana, banyak rakyat yang mengucapkan selamat datang pada rombongan.

Flora hanya melambaikan tangan sembari tersenyum untuk menanggapi dari kereta kuda nya.

Sampai di dalam kawasan Istana, Flora kemudian disambut oleh raja serta keluarga nya.

"salam hormat dan hangat dari barat, Putri Mahkota"

"Nak, ayo perkenalkan diri mu" Sambung Raja Barat.

Flora menatap terkejut.

"Ci Gre?!" pekik nya.

Pelayan Flora memberi isyarat agar Nona nya itu lebih bersikap sopan.

KAPAL?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang