Sesaat (FloShel)

299 24 2
                                        

Udah selesai ujian guys?

*-*

Seorang wanita dengan pakaian formal nya berjalan dengan langkah lebar dengan seikat bunga di tangan nya dan di tangan lainnya membawa kantung berisi banyak buah.

Di sepanjang lorong banyak sapaan yang di terima nya dan Ia membalas dengan anggukan serta senyum.

Begitu sampai Ia masuk ke dalam ruangan yang biasa nya dikunjungi.

"Hai sayang, bagaimana hari ini? Lebih baik?"

Ashel mengangguk sembari tersenyum.

Bagi kebanyakan orang di mata mereka, Wanita itu tidak akan memiliki umur yang akan panjang, banyak nya alat yang menempel dan tubuh yang kurus.

Tapi tidak dengan Flora.

Wanita nya selalu terlihat sempurna dan cantik, begitu menawan.

"Kamu bisa pulang dulu Flo, mandi dan berganti pakaian"

"Aku bisa melakukan nya disini dan kamu rumah ku, bukan bangunan yang dingin itu" Jawab Flora dengan cepat.

"Kamu terlihat lebih lelah sayang"

"Karena hampir 13 jam aku tidak melihat kamu..."

Kedua mata Ashel memutar dengan malas membuat Flora tertawa kecil.

"Sudahi kata-kata yang terdengar aneh itu"

Flora tertawa lalu ia mengganti bunga yang kemarin ia bawa dengan bunga baru.

Kemudian membuang nya pada tempat sampah.

Dan barulah ia mendekat pada Istrinya.

Mengecup kening nya dan memeluk Ashel dengan nyaman.

"Sayang, besok aku ada kegiatan perusahaan sampai pukul tujuh malam, maaf jika aku terlambat"

"Tidak apa-apa sayang"

"kemari, beri aku pelukan lagi" lanjut Ashel.

Flora tersenyum lalu memeluk Ashel dengan erat, begitu juga sebaliknya.

"ini nyaman" gumam Ashel.

Mereka berdua menghabiskan malam dengan perbincangan dan candaan.

Hanyut dalam rasa sayang yang mereka berikan satu sama lain.

Hingga bunyi dering telfon Flora mengalihkan kedua nya.

Flora melihat ke arah nama penelfon dan menolak panggilan.

Telfon kembali berdering.

"Angkat saja Flo, sepertinya penting" ucap Ashel sembari melihat pada ponsel Flora.

"ini dari nomor tidak dikenal"

Ashel hanya mengangguk percaya hingga dering telfon kembali berbunyi.

Flora menghela nafas kemudian melihat pada Ashel dengan tatapan rasa tidak enak.

"Akan ku angkat, aku permisi dulu" pamitnya kemudian mengecup pucuk kepala Ashel.

Ashel tersenyum sampai Flora tidak terlihat lagi di dalam ruangan.

Ia lebih memilih untuk menaikkan volume televisi, ia menghela nafas.

Pandangan nya tidak mengarah pada Televisi, ia menatap ke arah luar jendela.

Ingatan masa lalu nya langsung terputar begitu cepat.

Wanita itu kembali menghela nafas ketika ada rasa yang membuat dirinya sesak, menyeruak semakin dalam.

Namun memikirkan kembali bagaimana sekarang membuatnya tersenyum tipis lalu menatap pada Televisi.

Dan sesaat kemudian Flora masuk dengan senyuman sedih nya.

"Sayang..., sepertinya aku harus pergi"

"kembali ke kantor?"

Flora mengangguk.

"tidak apa-apa, ayo cepat bersiap, mereka menunggu"

"Terima kasih Sayang"

"tapi saat kamu kembali bawakan aku roti bakar ya?"

"akan ku belikan, ada lagi?" Tanya Flora sembari memakai blazer nya.

"kiss me, please?"

Flora tersenyum dan mengabulkan nya, saat selesai keduanya sama-sama terengah-engah.

"ada lagi?"

Ashel tersenyum sembari menggeleng kecil.

Flora merapikan sedikit rambutnya lalu kembali mengecup pipi Ashel.

"jika kamu membutuhkan sesuatu, langsung hubungi aku saja, aku pergi dulu, bye sayang"

"tentu, hati-hati di jalan"

Flora melangkah keluar dari dalam ruangan.

Ia berjalan di lorong dengan perasaan sedih nya.

Tangis nya langsung pecah begitu saja, ia langsung terduduk pada kursi rumah sakit.

Menyesali perbuatan nya yang terjadi pada masa lalu.

Begitu ringan dirinya untuk menyakiti Ashel hanya karena Ashel peduli padanya sejak mereka kecil.

Dan ayah nya datang berbicara, meminta Flora menikah dengan Ashel.

Rasa kesal pada dirinya semakin besar sampai ia menyadari semuanya dengan amat terlambat.

Seseorang datang menghampiri Flora dengan langkah tergesa.

"Istri Anda Nona..."

Flora langsung bangkit dari duduk nya dan berlari ke arah ruangan Istrinya.

Kini di pandangan nya, banyak dokter dan perawat yang keluar masuk dari dalam ruangan Ashel.

Flora dengan cepat menerobos masuk hingga dirinya tertahan oleh perawat dan diminta untuk menunggu di luar.

Ia menahan dirinya agar tidak terdorong keluar ruangan hingga bunyi dengingan panjang membuat Flora terdiam.

Para Perawat kembali mendorong keluar Flora.

Flora terduduk di lantai koridor dengan pandangan kosong nya.

Air mata nya terus mengalir.

Hingga pintu kamar terbuka dan menampakkan dokter dengan raut wajah menyesal nya.

Flora langsung bangkit dari duduk nya.

"Bagaimana keadaan nya?!" Tanya nya.

"Maafkan kami Nona..."

"Tuhan meminta Nona Ashel berpulang"

Wanita itu menubruk kasar bahu dokter serta perawat yang menghalangi pintu masuk.

Ia melihat pada Ashel yang terbujur kaku dengan perawat yang tengah melepaskan alat medis yang melekat.

Flora memeluk tubuh Ashel, mencurahkan segala perasaan nya.

"Terima kasih sudah peduli selamanya pada ku Ashel, I love you, to the moon and back Dear..."

*-*

hehe

Next Selir?! (Flora)

KAPAL?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang