Author Pov
" Iih sayang" Ucap Ashel bak anak kecil.
" Hah ?!" Kaget Chikara Cs secara reflek."Ya
"Ini maksudnya sambalnya. Apa sih kalian " Ucap Ashel menjelaskan .
"Tau tuh aneh . Udah taro aja di piring aku nih " Ucap Ara sesaat setelah makanan pesannya sampai.
" Guys kalian udah di kasih info sama Pak Dheo?" Ucap Oniel sambil memakan makan siangnya.
"Udah . Terus ini mau latihan langsung?" Ucap Zee sambil menatap Chikara Cs bergantian.
"I'll just go along " Ucap Marsha sambil meminum matcha kesukaannya.
" Yang lain gimana ?" Ucap Indah .
"Gua juga ikut aja . Terserah mau kapan gua selalu free " Ucap Adel.
" Ya iyalah free kan lo pengangguran" Ucap Zee tengil.
"Jangan sampe gua gebuk lo Ji " Ucap Adel mengancam.
" Ouh nak lawan ? Meh meh " Ucap Zee sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
"Ayo siapa takut " Ucap Adel yang kemudian bangkit dan menggulung lengan bajunya.
" Skuy lah gas " Ucap Zee sambil bangkit dari duduknya.
"You take one step forward. Then I will hit you " Ucap Marsha sambil menatap tajam Zee.
"Okeh aku nyerah " Ucap Zee sambil mengangkat kedua tangannya.
"Chikuy kalo lo gimana ?" Ucap Adel kepada Chika.
" Gua ikut Ar-"
" Sorry ya guys gua sama Ashel mau kerja kelompok. Tapi kita berdua bakal tetap latihan kok walaupun ngga bisa bareng kalian " Ucap Ara memotong ucapan Chika.
" Kecewa tapi gua bisa apa ? " Ucap Chika dalam hati.
"Ouh ya udah ngga papa Ra " Ucap Marsha mewakili.
"Tapi beneran latihan loh bukan pacaran yaa " Ucap Indah meledek.
"Panas ya kakak " Ucap Zee tengil kepada Adel
" Diem deh lo Ji " Ketus Adel.
"Gerah ? Chill aja " Ucap Marsha meledek Chika.
"Ngga usah nyebelin deh Sha" Kesal Chika.
Author Pov End
Sore harinya
Oniel Pov
"Akhir-akhir ini kamu ngerasa aneh ngga sih ?" Ucap Indah sambil mendribble bola di tangannya .
" Aneh gimana ?" Ucap ku berpura-pura tidak mengerti.
"Niel !" Ucap Indah sambil menatap lekat wajah ku.
"Iya kenapa ?" Ucapku setenang mungkin.
"Sebenarnya ada hubungan apa antara Ara sama Ashel ?" Ucap Indah tegas.
"Ngga ada hubungan apa-apa. Lagian Ara belum cerita apapun sama aku dan anak-anak yang lain juga" Ucap ku terus terang.
"Kamu serius kan ? Ngga ada yang di sembunyiin dari aku kali ini ?" Ucap Indah .
" Iya aku serius Indah. Kalo ngga percaya silahkan aja tanya sama yang lain " Ucap ku santai.
"Iya deh aku percaya. Tapi gimana kalo kita taruhan?" Ucap Indah tiba-tiba.
"Taruhan ? Maksudnya ?" Ucapku bingung.
"Iya kita taruhan aja . Intinya dalam kurun waktu seminggu coba kita lihat siapa yang bakal berlayar " Ucap Indah menantang.
