Part 33

726 58 0
                                        

⁽⁽ଘ ETHELWYN IS MISSING S2 ଓ⁾⁾







"Than, aku masih ragu..." Wilt mengeratkan pegangan tangannya pada sang sahabat. Kedua pemuda itu kini sedang berada didepan kantor polisi.

"Aku juga, Wilt. Aku masih takut sama papa nya Bianca, mana mukanya sangar lagi..." Balas Leo sambil meneguk ludahnya.

"Tapi kita harus temui dia demi mendiang Bianca, Wilt. Aku nggak tega kalo jiwa adik aku tidak tenang," sambung pemuda itu.

"Kita masuk sekarang?" Tanya Wilt sambil memandang ke arah sang sahabat.

"Ayo!" Ujar Leo hendak berjalan masuk, namun tangannya di tarik oleh Wilt.

"Bentar, aku mau nyiapin mental aku dulu. Siapa tau nanti didalam kita dapat siraman roh halus dari om itu!" Leo tertawa renyah mendengar apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu, walau sebenarnya dia juga masih ragu untuk menemui Flint.

Leo terlihat mengatur nafasnya lebih dulu, sebelum dia menatap ke arah sang sahabat.

"Gimana? Kita seharusnya nggak nunda-nunda waktu, ini udah sore. Gimana kalo Keluarga kita nyariin?" Wilt menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar apa yang dikatakan oleh sang sahabat. Dengan diam seperti patung didepan kantor polisi itu memang hanya membuang-buang waktu dan saja.

"Ya uda kita masuk, yuk!" Ujarnya kepada sang sahabat.







♛ETHELWYN IS MISSING S2♛







"Ada urusan apa kalian denganku? Kenapa ingin menemui ku?"

Wilt menggigit bibir bawahnya, melihat tatapan dingin dan suara datar itu.

"Jadi begini Om Flint-"

"Jangan berbasa-basi, langsung saja pada intinya!" Flint menyela ucapan Leo, membuat pemuda itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Beberapa waktu yang lalu aku bermimpi tentang mendiang Bianca, Om. Dan dia memintaku untuk menyampaikan sesuatu untuk Om," Wilt memberanikan diri untuk berbicara.

"Bagaimana aku bisa percaya? Apa kau punya bukti?" Wilt sedikit melongo mendengar hal itu.

"H-ah? B-bukti? Bukti bagaimana, om? Kan itu mimpi, nggak mungkin aku rekam mimpi aku sendiri, terus kasi liat ke om, kan?" Leo mengulum bibirnya, menahan tawa saat mendengar sang sahabat berkata demikian.

"Apa hubungan mu dengan anakku? Apa kalian berteman baik?" Tanya Flint sedikit memicingkan matanya, sejujurnya hatinya sedikit sensitif jika ada seseorang yang membahas tentang anaknya. Apalagi anaknya sudah tiada.

"S-saya pacarnya, Om..." Jawab Wilt sedikit mengusap tengkuknya.

"Hm?"

"Kurang jelas ya Om, saya ini pacarnya mendiang anak Om." Ucap Wilt sedikit ngegas.

"Bagaimana saya bisa percaya?" Tanya Flint sambil mengangkat satu keningnya.

"Ck, Om ini gimana sih? Tadi katanya jangan basa-basi, eh ini malah om sendiri yang basa-basi!" Gerutu Wilt.

"Saya tidak gampang percaya dengan siapapun, apalagi kalau perkataannya tidak ada bukti," balas Flint, membuat Wilt menghembuskan nafasnya dengan kasar.

Sudah jelas-jelas ini hanya mimpi, bukti macam apa yang harus dia tunjukkan kepada pria itu? Seperti yang dikatakannya tadi, tidak mungkin dia merekam mimpinya dan menunjukkan nya kepada pria itu, kan? Karena itu adalah hal yang sangat mustahil.

"Intinya, Bianca datang ke mimpi aku dan bilang kalo om harus ikhlaskan kepergiannya, karena jiwanya nggak bisa nemuin jalan. Terserah Om, mau percaya atau tidak, tapi aku berkata jujur!" Ujar Wilt, kepada pria yang ada didepannya.

Ethelwyn Is Missing Season 2 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang