Part 35

1K 64 7
                                        

⁽⁽ଘ ETHELWYN IS MISSING S2 ଓ⁾⁾







Seorang pria paruh baya kini berjongkok didepan sebuah makam sambil menabur bunga, sesekali dia tersenyum menatap batu nisan.

"Hai sayang, maaf ya Papa baru datang kesini," ucap pria itu sambil mengusap batu nisan anaknya.

"Papa kangen deh sama kamu, walau sebenarnya kita memang belum pernah bertemu." Sambungnya lagi sambil tersenyum getir.

Dia adalah Flint Chaiya, dan tak jauh dibelakangnya saat ini ada dua orang polisi yang sedang berjaga.

Setelah Leo dan Wilt menemuinya beberapa hari yang lalu, hari ini Flint meminta izin pada pihak kepolisian untuk pergi ke makam anaknya.

"Papa pengen banget gendong kamu, peluk kamu, main sama kamu, dan senang-senang bareng kamu. Papa cemburu pada ayah angkat mu karena dia bisa melihatmu tubuh dewasa, dia bisa menjaga, dan menggendong mu ketika kau masih kecil..." Pria itu terus bercerita tanpa sadar bahwa ada seorang wanita yang kini sudah menghampiri nya.

"Flint..."

Pria itu sedikit kaget mendengar seorang wanita memanggilnya dari arah belakang.

Rania dengan pakaian hitamnya datang menghampiri pria yang dia cintai itu, dan berjongkok didepan makam anak mereka.

"Papa dan Mama ada disini, sayang. Kamu tidak ada niat untuk kembali, walau hanya di mimpi kami, nak? Kami sangat menantikan mu untuk datang ke mimpi kami, sayang..." Ucap Rania sambil menanam setangkai mawar putih didepan nisan anaknya.

"Mereka bilang aku harus mengikhlaskan nya agar dia bisa tenang di alam sana, tapi mereka tidak tau betapa sulitnya hal itu untuk ku lakukan. Anakku, aku sangat mencintainya..." Ucap Flint dengan suara lirih.

"Kita coba, ya? Aku yakin kita pasti bisa! Jika kita tidak bisa mengikhlaskan anak kita, bagaimana dia bisa tenang di alam sana? Dia pasti sangat tersiksa karena kita berdua." Rania memegang tangan pria itu, membuat Flint tersenyum ke arahnya.









ETHELWYN IS MISSING S2










Diruang keluarga mansion Ethelwyn kini sudah ada keluarga Aditama, beserta Hiraldo dan juga Akara. Mereka hanya menghabiskan waktu bersama saja, karena ini adalah hari Minggu.

Carla?

Entahlah...

Hiraldo bahkan tidak ingin membahas wanita yang beberapa saat lalu sudah dia perkenalkan sebagai calon istrinya itu.

Hiraldo dan Carla bertengkar hebat beberapa hari yang lalu, membuat wanita itu resign dari pekerjaannya dan pulang ke kampung halaman bersama dengan anaknya.

Hiraldo tidak menyusul wanita itu.

Dia tidak ingin memperbaiki hubungan dengan wanita yang terlihat jelas memperlakukan anaknya dengan tidak adil. Dia mencari ibu yang baik untuk anaknya, bukan ibu yang pilih kasih antara anak kandung, dan calon anak tirinya.

"Mau apa?" Tanya Zhen sambil mengusap lembut rambut adiknya yang berbaring di sofa dengan berbantal pada pangkuannya sambil tangan anak itu mengusap rahang tegas kakaknya.

"Tidak," jawab Wilt. Apakah jika dia bertingkah semanis ini tandanya sedang menginginkan sesuatu?

"Pasti ada maunya, tuh!" Ujar Jackson sambil memangku toples cookies kering, dengan kedua adiknya yang duduk disebelah kanan dan kirinya.

"Apaan sih, enggak kok!" Bantah Wilt, karena dia memang sedang tidak menginginkan apa-apa.

"By the way, mintaaaa donk! Masa cuman makan sendiri!" Ujar Wilt dengan wajah cemberutnya pada Jackson, membuat mereka semua tertawa.

Ethelwyn Is Missing Season 2 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang