Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Heeseung yang lebih dahulu bangun pagi ini. Mata bambi itu mengerjap pelan sebelum terbuka sepenuhnya.
Heeseung menguap, masih merasakan kantuk lantaran baru tidur sekitar pukul satu pagi.
Remaja itu bisa rasakan lengan di pinggang yang memeluk masih sama eratnya seperti semalam, Jake.
Heeseung jadi malu sendiri. Dengan hati-hati dia lepaskan pelukan Jake dari tubuhnya, tak ingin membangunkan si adik kelas.
Namun baru sebentar Heeseung bebas dari dekapan, tubuhnya kembali ditarik menempel pada Jake. Kali ini bukan hanya lengan yang melingkar di pinggangnya, tapi kaki Jake juga menjepit kakinya dan menyulitkan Heeseung untuk bergerak.
"Eh!" Heeseung memekik pelan sebelum cemberut dan mendongak menatap Jake.
Jake masih memejamkan mata, tapi tak bisa menahan kekehan pelan dari bibirnya untuk masuk ke telinga Heeseung.
"Modus ya lo?" Heeseung berdecak kesal.
Jake mengendikkan bahu. Malah semakin mengeratkan dekapan pada tubuh si cantik, "Gue masih ngantuk, jangan pergi dulu"
Heeseung memukul lengan Jake, "Ya itu kan ada guling, kampret. Ngapain masih meluk gue"
Si ketua OSIS cuma diam sambil senyam senyum usil. Dia memejamkan mata pura-pura tidur—- walaupun Heeseung tau persis kalau Jake jelas masih terjaga.
Tapi Heeseung pilih buat tak berucap apa-apa. Kali ini, dia justru balas memeluk dan menempelkan pipinya di pundak Jake.
Tampaknya hubungan mereka sudah mulai membaik.
° ᴴᴬᵀᴱᴹᴬᵀᴱ °
Tok
Tok
Tok
"Ya?" Jake menyahut pelan ketika pintu kamarnya diketuk. Matanya melirik jam dinding sekilas. Hampir pukul setengah sepuluh, untung saja ini akhir pekan.
Pintu kamar dibuka, tampilkan Mami yang langsung melebarkan mata, "Yaampun, kalian masih tidur?"
Jake tertawa pelan. Dia menatap Heeseung di pelukannya yang sama sekali tak terganggu, "Tadi udah bangun, tapi kami tidur lagi hehe"
Mami tersenyum sambil bersandar di ambang pintu, "Gitu dong, Heeseungnya dijagain bukan dimarahin mulu"
"Bangun, sarapan dulu" Ucap Mami sebelum berlalu ke luar kamar.
Jake mengangguk. Begitu Mami berbalik pergi, lelaki itu justru menempelkan pipinya pada rambut Heeseung, menghirup wangi shampoo yang masih tercium di sana.