Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yang seragamnya tidak lengkap buat barisan di sebelah kiri!"
Seketika siswa siswa yang seragamnya tidak sesuai standar bergerak membentuk barisan baru.
Termasuk Lee Heeseung.
Lelaki itu terlihat paling urakan di antara yang lainnya.
Topi tidak bawa, sabuk tidak pakai, dasi sekedar dikalungkan di leher, dua kancing seragam teratasnya dibuka, lengkap dengan sepatu putih dan kaos kaki pendek.
Seragam yang sangat tepat untuk hari Senin.
° ᴴᴬᵀᴱᴹᴬᵀᴱ °
Setelah upacara bendera selesai, siswa siswi kembali ke kelas masing-masing.
Kecuali barisan tidak lengkap.
Mereka masih harus mencatat nama di buku kedisiplinan sekaligus lari keliling lapangan.
Seorang anggota OSIS mencatat pelanggaran anak-anak tersebut.
"Park Jongseong— topi, sabuk. Lari dua kali!"
"Shin Ryujin— topi. Lari satu kali!"
"Lee Heeseung—" gadis di hadapannya menghela nafas, mencatat perlahan.
"Topi, sabuk, sepatu, kaos kaki— pake dasinya sebelum gue catet juga sebagai pelanggaran— Lee Heeseung lari 4 kali"
Heeseung manyun, mengancingkan seragamnya dengan benar dan memakai dasinya.
Setelah semua siswa dicatat, mereka mulai melaksanakan hukumannya.
"Terimakasih, Jiyoon. Kamu boleh kembali ke kelas" Seorang guru menepuk pundak gadis itu dan mengawasi lapangan.
Tak sadar bahwa salah satu dari mereka sudah melipir pergi.
Ya, siapa lagi. Lee Heeseung.
° ᴴᴬᵀᴱᴹᴬᵀᴱ °
Jake yang sudah menyelesaikan ulangan diizinkan untuk keluar ruang kelas terlebih dahulu dan secara otomatis mendapat tambahan jam istirahat.
Ketika kakinya melangkah menuju kantin, seorang guru menghampiri.
"Jake, kalau lihat Heeseung tolong suruh muter lapangan 4 kali"
Sang ketua OSIS bingung, apa lagi yang kakak kelasnya itu lakukan sih?
"Tadi dia kabur waktu di suruh lari habis upacara" Guru tersebut menjelaskan, "Jadi nanti kalau misalnya ketemu, langsung seret aja ke lapangan"
Jake mengangguk paham dan membungkuk hormat saat guru itu berlalu pergi.
Hadeh. Heeseung lagi.
Jake tetap melangkah ke kantin, ia harus memuaskan rasa laparnya lebih dahulu sebelum menghadapi Heeseung.