06

982 66 4
                                        

Tangan Book tiba-tiba kosong. Melihat Force yang masih berlumuran busa sabun, dia mengerutkan kening. "kenapa kamu keluar kalau belum selesai mandi?"

Force segera menutup panggilan itu. Jantungnya berdebar kencang. "Omong kosong apa yang kau katakan kepada ayahku?"

Memang benar Book merasa bersalah setelah secara tidak sadar mengungkapkan kebenaran di bawah interogasi Ayah Force. Namun ketika dia melihat betapa marahnya Force karena pernikahan rahasianya dipublikasikan, sedikit rasa bersalah ini menguap begitu saja.

Book: "Aku tidak mengatakan apa pun."

Force: "Benarkah?"

'Hmph. Berapa banyak informasi yang dapat diungkapkan oleh pasien amnesia? Dia hanya menanyakan kabarmu. Aku bahkan belum sempat mengatakan hal buruk tentangmu' Lagi pula, 'Apakah Force bisa menjaga rahasianya dalam keadaan mabuk? Bukankah harusnya dia berterima kasih karena tidak perlu menghadapi situasi canggung tadi? Apakah dia takut aku akan meminta untuk bertemu orang tuanya?'

Force menatap Book. Menyadari sikapnya yang arogan, dia memijat batang hidungnya. Tidak masalah jika Book menelepon Mark atau Pond karena mereka adalah temannya. Tapi orang tuanya pasti akan menganggap serius apa yang Book katakan tadi. Force tidak berani memperkenalkan Book kepada orang tuanya dengan sikap dan perilakunya yang sedikit aneh seperti sekarang.

Tapi karena sudah terjadi, Force memutuskan untuk merekam video situasi saat ini dan mengirim ke ayahnya melalui Line. Dia menyibakkan rambutnya yang basah kuyup ke belakang dan menyeka tangannya dengan handuk sebelum mulai mengetik. 'Kepalanya terluka dan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Jangan menganggap serius apa yang dia bilang'
Belum sempat selesai mengetik, dia terganggu oleh sebuah pesan masuk.
'Apakah itu calon menantuku?'
'Ibumu dan aku cukup puas dengannya.'

Force menatap tetesan air di layar ponselnya dan menutup matanya karena frustrasi. Hanya karena tetesan air kecil ini, kecepatan mengetiknya melambat sehingga membuat ayahnya salah paham
'Bagaimana aku harus meluruskan kesalahpahaman ini sekarang?'

Force menyeka tetesan air itu dengan ibu jarinya dan melanjutkan mengetik: 'Video ini bukan untuk menunjukkan seperti apa penampilannya tetapi untuk menunjukkan kepalanya...'

Namun, dia sekali lagi dicegat oleh pihak lain: 'Meninggalkan istrimu yang terluka sendirian di rumah, dengan siapa kamu pergi minum? Aku sudah bilang padanya kamu hanya makan malam bersama kami, ingatlah untuk mengikuti cerita kami. Lain kali kamu melakukan ini, kami tidak akan melindungi mu'.

Force menyerah dan meletakkan ponselnya. Mengingat Book masih di dalam kamar, dia tidak berani mengeluarkan suara untuk melampiaskan kekesalannya. Bagaimana dia bisa berkelahi dengan ibunya ketika ibunya menggunakan fungsi text-to-speech?

Ya, pesan terakhir itu jelas dari ibunya.

'Tidak masalah. Aku akan menelepon kembali besok pagi untuk menjelaskan situasinya.'

Force melempar ponsel ke tempat tidur. "Kamu..."

Menyadari kondisinya sekarang, terlepas dari apa yang akan dia katakan, Force sangat mungkin akan menyerang Book diatas ranjang itu tapi mengingat status hubungan mereka saat ini, Pria itu memutuskan untuk berpakaian terlebih dahulu.

"Tunggu disini."

Mata Book mengikuti Force ke kamar mandi. Begitu dia hilang dari pandangan, pemuda amnesia itu melompat keluar dari kamar. Hanya orang idiot yang akan terus menunggu di sana. Rasa sakit yang sudah dia dapatkan tadi membuatnya tidak akan pernah melihat di belakang lagi.

Pelarian Book bukanlah hal yang tidak terduga oleh Force. Setelah keluar dari kamar mandi, dia mengambil ponselnya dan merenungkan pilihan kata yang akan digunakan untuk menjelaskan masalah tersebut kepada orang tuanya.

✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang