42

422 33 4
                                        

Perilaku impulsif Force semata-mata karena ia ingin memastikan apakah istrinya interseks, dia tidak akan pernah percaya pada alasan Book yang mengatakan tidak ingin jatuh cinta dengannya. Force lebih memilih percaya pada alasan yang di rahasiakan pemuda itu, adapun sisanya adalah karena iblis di dalam perutnya sudah sulit di kendalikan.
Saat melihat Book mengulurkan tangan untuk meminta handuk, Rasionalitas Force secara selektif ditelan oleh derasnya hasrat.

Book baru saja selesai berendam dalam air hangat selama 20 menit, seluruh tubuhnya merah muda dan hangat. Tetesan air di lekukan tulang selangka menetes malas. Pipi dan bibirnya lembab dan merah muda berkilau.

Jakun Force naik turun menatap tampilan malaikat itu, membuat akal sehatnya semakin terkikis dan pengendalian diri pun hilang. Tubuh Book masih basah, dan pergelangan kakinya yang dipegang telapak tangan Force licin dan halus.

Book tertegun karena serangan tiba-tiba itu. ketika dia sepenuhnya sadar dengan posisinya sekarang, tubuhnya menegang, pergelangan kakinya kaku di tangan Force

Force yang sedang memegang pergelangan kaki istrinya, tentu saja segera menyadari reaksi tubuh Book, tetapi dia tidak segera mundur atau melepaskan Book, posisinya masih duduk diantara kaki Book yang terbuka.

Tiga detik kemudian, Force mengerang saat menerima tendangan di bahu dari Book. Pria itu jatuh dari atas ranjang.

"Bajingan! Dasar kurang ajar!"

Book segera menarik selimut untuk menutupi pinggangnya, pipinya memerah, napasnya tersengal, dan panas yang menguap dari kepalanya seperti mampu menghilangkan sisa uap dari kamar mandi.

Dia sama sekali tidak siap saat diserang oleh bajingan itu, bahkan tidak sempat melakukan perlawanan. Pantatnya bahkan di cubit! Walau Force mengatakan tidak mencubit pantatnya dan melepaskan pergelangan kakinya, dia belum merasa puas setelah menendang bajingan itu di tempat yang tepat.

Melihat Force tidak lagi berbuat gila, Book memanfaatkan waktu untuk membungkus dirinya rapat-rapat menggunakan selimut Force yang berwarna biru dengan garis-garis gelap yang disulam dengan benang perak di tepinya, seperti danau jernih yang tenang.

Untuk meningkatkan aura intimidasinya, Book berdiri dari tempat tidur dengan susah payah dan menatap ke arah Force yang duduk di lantai.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan!"

Force menjilati geraham belakangnya, Book di matanya seperti kaisar boneka yang tidak memiliki kekuatan. Kaisar kecil itu menatapnya dengan agresif, tetapi Force tahu bahwa tidak ada pakaian yang menutupi tubuhnya di bawah selimut itu, bahkan selimut itu diseret dari tempat tidurnya.

Force berkata dengan tegas: "Kurasa kamu tahu."

Book membelalakkan matanya dan menendang kakinya: "Kamu masih tidak menjawab pertanyaanku!"

Force menatap Book dengan tatapan aneh, tatapannya seperti kolam yang dalam: "Baiklah, aku mengaku salah. Apa yang akan kamu lakukan?"

"Aku, aku..." Book terdiam saat ditanya seperti itu, dia belum memikirkan apa yang harus dilakukan. Demi harga dirinya, ini menyangkut hidup atau mati. Apa yang bisa Ia lakukan pada Force? Balas melecehkannya? Gigi dibalas gigi begitu?

Force merenungkan kesalahannya: "Aku salah, tapi aku membiarkanmu memakai selimutku sekarang, apakah aku masih orang jahat disini?"

Yang dikatakan Force tidak salah, tetapi saat keluar dari mulutnya, Book merasa setiap inci kulitnya panas dan selimut yang dipeluknya terbakar. Book berkata dengan keras, "Tentu saja itu hal yang berbeda! Dan kejahatanmu bisa di tuntut!"

Ekspresi Force sedikit serius: "Kalau begitu jangan dipakai, aku tidak bisa menerima kesalahan yang dibuat oleh selimut itu."

Book tanpa sadar ingin melempar selimut nakal itu, tetapi untungnya akal sehat menghentikannya. Penjahat tua ini menipuku agar menelanjangi diri sendiri!

✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang