49

505 35 12
                                        

Tatapan Book fokus pada kotak makanan yang ada di tangan kurir, otaknya sudah membayangkan nikmatnya nasi beraroma rempah dah empuknya ayam yang direbus dalam kaldu ditambah dengan saus pedas pasti akan enak. Hidungnya seakan bisa mencium aroma ayam pop yang menguar dari ruang siaran Force.

Jantung Force berdetak kencang, membeli pakaian dalam? Apa boleh meminta orang asing untuk membelikanmu pakaian dalam? Bukankah orang ini sudah punya banyak yang dia belikan dulu?
Force mengenakan helm dan sarung tangan ala kurir. Konfigurasi yang hangat dan tahan angin membungkus seluruh wajah dan lehernya. Dia menggerakkan sudut mulutnya karena Book pasti tidak akan langsung mengenalinya.

Jadi kau bahkan tidak membawanya dari rumah? Apa sekarang kau tidak pakai...

Tatapan Force mengamati tubuh Book, matanya sedikit gelap, dan dia berkata, "tidak ada pengantaran lagi."

Book merasa seperti ada pisau sedingin es yang menggesek-gesek kulitnya dari segala arah, dia merasa merinding tepat saat membuka pintu. Untung saja dia mengganti handuknya dengan piyama tebal sebelum membuka pintu, jika dia masih memakai jubah mandi, dia mungkin akan sangat malu saat ini.

"Terima kasih, aku ..." Book mengulurkan tangan dan mengambil makanan pesanannya.

Force mundur selangkah dan nada suaranya semakin rendah: "Aku akan membelinya untukmu."

"Hei!" Book berteriak sambil berpegangan pada pagar di sudut tangga, "apa kamu tidak mengambil uangnya dulu?"

Force sudah turun ke lantai tiga, dan suaranya bergema saat menjawab, itu sedikit tidak jelas: "Tidak, tidak perlu".

Sekarang penghuni lain di gedung ini masih bekerja lembur, tidak ada seorang pun disana, jadi suara langkah kaki Force sangat jelas.

Book menggosok telinganya, jantungnya berdetak tidak normal seperti ada hal yang terlewatkan olehnya.
"Kurir itu... Sangat rajin. ​​Untuk mencari nafkah, dia harus naik turun tangga dengan cepat tanpa merasa lelah, mungkin aku bisa memberinya uang tip sepuluh baht".

Tapi Force menjadi kurir bukan untuk mencari nafkah, tapi untuk... Mengejar cintanya yang kabur.
Ia turun ke bawah dan langsung menuju minimarket 24jam dan membeli beberapa lembar pakaian dalam biasa.

Dia meremehkan Book selama ini, seharusnya dia tidak datang dengan tangan kosong.
Sekarang Book sudah tahu bahwa mereka tidak memiliki hubungan pernikahan yang sah. Meskipun ingatannya belum pulih, tidak ada kebohongan atau rahasia di antara mereka. Selama Book mau, dia bersedia melakukannya, jadi apa yang dia ragukan? Jangan sia-siakan kesempatan.

Adapun Book bersedia atau tidak ... Pemuda itu diam-diam menonton live streamnya, dan tiba-tiba ingin makan ayam pop seperti yang dia masak. Bukankah dia masih bisa membujuknya?
Berpikir demikian, Force sudah membeli celana dalam dan kondom untuk mengunjungi Book, jika malam ini mereka berdamai, bukankah mereka bisa melakukan 'itu'?

Untuk jaga-jaga, Force tak bisa menahan seringai di ujung bibirnya dan membawa belanjaannya di kasir.

Kasir minimarket itu tidak lagi terkejut dengan pembeli yang tiba-tiba muncul dan membeli barang seperti kondom, dia memindai barang belanjaan Force lalu dengan ramah menawarkan barang lain seperti viagra atau lube. Lagipula itu sudah tugasnya, tidak setiap hari barang-barang itu terjual.

Force setuju menambahkan ke daftar belanjaanya, melepas sarung tangan kulit hitam untuk lebih mudah memakai ponselnya, mengetuk beberapa kali dengan jari-jarinya yang ramping dan kuat, dan membayar barang belanjaannya.

Kasir itu melirik jari-jari Force, ketika ingin memastikan sekali lagi, pihak lain sudah berlari beberapa puluh meter jauhnya dengan kresek berlogo minimarket itu.
"Pasti sudah tidak tahan"

✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang