52

772 40 5
                                        

Menghadapi kepanikan istrinya, Force yang membawa kondom ke-12 di sakunya bersikap tenang seperti permukaan danau.
Apel Adam-nya naik turun, dia mengerutkan kening dan bertanya, "Ada apa? Bukannya kamu bilang sudah membuangnya ke tempat sampah?"

Book ragu-ragu dan berkata, "Aku takut perawat akan melihatnya ... Kita akan sering ke rumah sakit itu di masa depan bukan?"

"Cepat kembali dan bantu aku mencarinya sebelum ibumu menemukannya, ayolah ... Bilang saja, bilang kalau aku kehilangan kancing jaketku!"
"Jangan pikir aku satu-satunya yang harus malu, ibumu pasti mengira itu jatuh dari sakumu!"

Force melirik pakaian dan celana Book di kaca spion, perlahan memarkir mobil di tempat parkir di sisi jalan. Dia mengetuk roda kemudi dengan jari-jarinya yang tertekuk, "kancing jaket? Kalau boleh ku ingatkan, jaketmu tidak punya kancing"

"Benar juga ..." Book melirik pakaiannya dengan marah. Jaketnya hanya memiliki ritsleting, tidak mungkin ada kancing yang jatuh dari jaketnya
"Lalu apa?"

"Aku punya ide." Force menekan jarinya dan merogoh gunting hitam kecil keluar dari kisi-kisi gelap. Dia membungkuk, menyingkirkan jaket besar Book, dan menggunting satu-satunya kancing di perut bagian bawah jeansnya.
Gerakan Force terlalu halus, ketika membungkuk dia menghalangi pandangan Book sampai pria itu menyingkirkan guntingnya, Book masih belum bereaksi.

Force merentangkan telapak tangannya: "Ini."

Book menatap kancing itu dan tersedak tanpa berkata-kata: "kenapa kau bisa mengguntingnya? celanaku akan jatuh saat aku berdiri."
Dan bagaimana mungkin kancing jeansnya bisa lepas? Ibu Force tidak akan mengira kalau itu terlepas setelah dia makan tadi bukan? Itu sangat memalukan.

Force: "Kamu tetap di mobil, aku akan masuk untuk mencarinya."

Book mencoba yang terbaik untuk duduk tegak sambil mengencangkan perutnya. Tanpa kancing, ritsleting jeans tidak akan tertahan dan akan selalu turun ke bawah.

Tapi terus menahan ritsleting celananya dihadapan Force agak memalukan, jadi Book menarik ujung jaketnya sampai kebawah garis resleting celananya untuk mencegah pandangan tak senonoh si bajingan di sampingnya.

Force pura-pura tidak melihat gerakan Book dan memutar arah mobilnya, ketika mereka hampir sampai di gerbang rumahnya, laju mobil melambat tapi tidak berhenti, justru tetap jalan kedepan.
Book melirik bangunan di luar jendela. Seharusnya mereka lewat gerbang itu karena mereka keluar dari sana tadi, "eh, kenapa tidak lewat gerbang tadi? Bukannya kita datang lewat sana?"

Force meliriknya: "Memang, ngomong-ngomong aku akan keluar negeri beberapa bulan kedepan untuk syuting, kamu harus sering menghabiskan waktu dengan sepupu dan pamanmu, dan jangan lupa membuat SIM, oke?"
Book sebenarnya punya, tapi itu SIM luar negri, dia harus membuat SIM lagi.

Book: "Ah benar juga, ... Tunggu! Kenapa tiba-tiba membahas SIM! Itu, kenapa tidak masuk lewat sana?"

Force melihat ke depan: "Aku baru ingat saat King bermain denganmu, aku melihat kondom di tanah dan menyimpannya."

Book menghela nafas lega: "Syukurlah kamu yang dapat."
Setelah tiga detik, Book menoleh dengan tajam: "Tunggu! Jadi sejak awal kondom itu ada padamu!? Lalu kamu sengaja memotong kancing celanaku! Ritsleting ku terbuka ini!"
'Si brengsek ini, meledek kapasitas IQ ku yang katanya rendah, dan sekarang dia baru ingat kalau kondom itu sudah diambilnya tadi? Atau dia pura-pura lagi!?'

Force dengan polos berkata: "Aku hanya ingin melepas celanamu."

Book: "..." Refleks menyilangkan tangan didepan dadanya dengan erat. Dia seharusnya tidak bertanya. Dia seharusnya tidak terlalu cepat menyetujui permintaan Force untuk kembali bersama. Setidaknya setelah Force menyelesaikan syutingnya di luar negeri, itu juga akan memberinya waktu untuk mempersiapkan dirinya.

✅[BL] HUBBY after AMNESIA (ForceBook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang